Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Membayar Fidyah dengan Uang dan Contoh Perhitungannya

Cara Membayar Fidyah dengan Uang dan Contoh Perhitungannya
ilustrasi membayar fidyah dengan uang (pexels.com/Mustafa Fatemi)
Intinya Sih
  • Cara membayar fidyah dengan uang dilakukan dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, lalu mengalikannya dengan nilai satu porsi makanan.

  • Nominal fidyah biasanya setara harga satu porsi makan. Di Indonesia, lembaga zakat memperkirakan sekitar Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

  • Fidyah diberikan kepada fakir miskin sebagai pengganti puasa bagi orang yang tidak mampu berpuasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Cara membayar fidyah dengan uang adalah dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, lalu mengalikannya dengan nilai uang satu porsi makanan. Setelah itu, uang tersebut disalurkan kepada fakir miskin secara langsung atau melalui lembaga zakat terpercaya.

Bagi sebagian orang, memberikan makanan langsung mungkin terasa kurang praktis. Karena itu, membayar fidyah dengan uang menjadi pilihan yang lebih mudah dilakukan, terutama ketika penyaluran dilakukan melalui lembaga amil zakat.

Supaya ibadah ini tetap sah dan sesuai ketentuan syariat, kamu perlu memahami aturan dasar fidyah dulu. Mulai dari cara menghitung hingga siapa saja yang berhak menerima. Simak, yuk!

Table of Content

Cara membayar fidyah dengan uang

Cara membayar fidyah dengan uang

Membayar fidyah dengan uang pada dasarnya mengikuti prinsip mengganti satu hari puasa dengan satu porsi makanan bagi fakir miskin. Karena makanan bisa diganti dengan nilai uang yang setara, maka nominal fidyah dihitung berdasarkan harga satu porsi makan yang layak di suatu daerah.

Prosesnya tidak rumit, tetapi tetap perlu dilakukan secara sistematis agar jumlah yang dibayarkan sesuai dengan kewajiban yang harus dipenuhi.

1. Hitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan

Cara Membayar Fidyah dengan Uang
ilustrasi membayar fidyah (pexels.com/Defrino Maasy)

Langkah pertama dalam cara membayar fidyah dengan uang adalah menentukan berapa hari puasa Ramadan yang tidak bisa dijalankan. Jumlah hari ini menjadi dasar utama dalam menghitung total fidyah yang harus dibayar.

Sebagai contoh, seseorang mungkin tidak berpuasa selama beberapa hari karena kondisi tertentu, seperti sakit menahun, usia lanjut, atau kondisi kesehatan lain. Dalam kondisi tersebut, hari-hari puasa yang tidak dijalankan harus dihitung secara pasti.

Misalnya, tidak berpuasa selama 3 hari, 7 hari, 10 hari, atau 30 hari. Semakin banyak hari puasa yang ditinggalkan, semakin besar pula nominal fidyah yang perlu dibayarkan.

2. Tentukan nominal fidyah per hari

Setelah mengetahui jumlah hari puasa yang ditinggalkan, langkah berikutnya adalah menentukan nominal fidyah per hari. Secara umum, fidyah setara dengan harga satu porsi makanan pokok yang layak diberikan kepada fakir miskin.

Di Indonesia, beberapa lembaga zakat memberikan panduan nominal fidyah sebagai acuan. Nilai ini biasanya menyesuaikan dengan harga makanan pada saat itu.

Perlu dipahami, harga makanan di setiap daerah tidak selalu sama. Oleh sebab itu, nilai fidyah bisa menyesuaikan kondisi ekonomi di wilayah tempat tinggal.

3. Hitung total fidyah yang harus dibayar

Setelah mengetahui jumlah hari puasa yang ditinggalkan dan nominal fidyah per hari, kamu dapat menghitung total fidyah. Perhitungannya sangat sederhana, yaitu dengan mengalikan jumlah hari puasa yang tidak dijalankan dengan nominal fidyah per hari.

Rumus:

Jumlah hari puasa yang ditinggalkan × nominal fidyah per hari

Contoh:

Jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari dan nominal fidyah yang digunakan adalah Rp60 ribu per hari, maka perhitungannya menjadi:

10 × Rp60.000 = Rp600.000

Artinya, orang tersebut perlu membayar fidyah sebesar Rp600 ribu sebagai pengganti puasa yang tidak dijalankan selama 10 hari.

4. Salurkan fidyah kepada penerima yang berhak

Setelah menghitung total fidyah, langkah berikutnya adalah menyalurkan fidyah kepada fakir miskin. Dalam Islam, fidyah memang diperuntukkan bagi orang yang benar-benar membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyalurkan fidyah:

  • Memberikan langsung kepada fakir miskin di sekitar tempat tinggal
  • Menyalurkan melalui lembaga zakat resmi seperti BAZNAS atau LAZISMU
  • Membagikan kepada beberapa penerima sekaligus sesuai jumlah fidyah.

Dalam praktiknya, satu orang miskin dapat menerima fidyah untuk beberapa hari puasa sekaligus. Hal ini diperbolehkan selama jumlah yang diberikan tetap sesuai dengan total fidyah yang dihitung.

5. Berniat saat membayar fidyah

Cara Membayar Fidyah dengan Uang
ilustrasi membayar fidyah dengan uang (pexels.com/www.kaboompics.com)

Seperti ibadah lainnya dalam Islam, niat merupakan bagian penting dalam membayar fidyah. Niat tidak harus diucapkan dengan suara keras, tetapi cukup dilakukan dalam hati saat kamu menyerahkan fidyah tersebut.

Niat fidyah:

Nawaitu an ukhrija fidyata shaumi ramadhana lillahi ta'ala.

Artinya: “Saya berniat mengeluarkan fidyah puasa Ramadan karena Allah Ta'ala.”

Siapa yang berhak menerima fidyah?

Sudah tahu cara membayar fidyah dengan uang? Selanjutanya, ketahui siapa saja penerima fidyah.

Mereka adalah fakir miskin, yaitu orang yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Karena itu, penyaluran fidyah harus dilakukan kepada pihak yang tepat.

Beberapa contoh penerima fidyah antara lain fakir miskin di lingkungan sekitar tempat tinggal atau tetangga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Jadi, fidyah tidak boleh diberikan kepada orang yang mampu secara ekonomi.

Tips membayar fidyah supaya tepat

Cara Membayar Fidyah dengan Uang
ilustrasi membayar fidyah dengan uang (pexels.com/Kaboompics)

Agar ibadah fidyah yang kamu lakukan benar-benar sesuai dengan ketentuan syariat, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan. Berikut tipsnya.

  • Pastikan alasan tidak berpuasa sesuai dengan ketentuan syariat, seperti sakit menahun atau usia lanjut.
  • Gunakan nominal fidyah yang wajar, yaitu setara dengan harga makanan yang layak diberikan kepada fakir miskin.
  • Utamakan penerima yang membutuhkan, sehingga fidyah dapat memberikan manfaat nyata.
  • Salurkan melalui lembaga zakat terpercaya jika kamu kesulitan menemukan penerima secara langsung.
  • Bayarkan fidyah sesegera mungkin, misalnya terutama setelah Ramadan berakhir, agar kewajiban tidak tertunda terlalu lama.

Kesimpulan

Singkatnya, cara membayar fidyah dengan uang dilakukan dengan menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan, lalu mengalikannya dengan nominal satu porsi makanan. Setelah itu, uang tersebut disalurkan kepada fakir miskin secara langsung atau melalui lembaga zakat terpercaya.

Dengan memahami langkah-langkah tersebut, kamu bisa memastikan bahwa fidyah yang dibayarkan sesuai dengan ketentuan syariat. Selain menggugurkan kewajiban puasa yang tidak dapat dijalankan, fidyah juga menjadi bentuk kepedulian terhadap orang lain yang membutuhkan bantuan.

FAQ seputar cara membayar fidyah dengan uang

Apakah fidyah boleh dibayar dengan uang?

Ya, diperbolehkan fidyah dibayar dengan uang selama nilainya setara dengan makanan pokok yang seharusnya diberikan kepada fakir miskin.

Berapa fidyah puasa jika dibayar dengan uang?

Nominal fidyah biasanya setara satu porsi makanan. Di Indonesia, lembaga zakat seperti BAZNAS dan LAZISMU memperkirakan kisaran sekitar Rp35 ribu hingga Rp60 ribu per hari.

Bagaimana cara menghitung fidyah puasa dengan uang?

Cara menghitung fidyah adalah mengalikan jumlah hari puasa yang ditinggalkan dengan nominal fidyah per hari.

Fidyah diberikan kepada siapa?

Fidyah diberikan kepada fakir miskin, yaitu orang yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Apakah fidyah boleh dibayar sekaligus?

Ya, fidyah boleh dibayar sekaligus setelah Ramadan atau dibayarkan beberapa hari sekaligus sesuai jumlah puasa yang ditinggalkan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses editing oleh tim content IDN Times.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ana Widiawati
EditorAna Widiawati
Follow Us