قَبِلْتُ فِدْيَةَ هَذَا الصَّوْمِ
Bacaan Qobiltu Fidyah: Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan qobiltu fidyah berarti ucapan penerimaan fidyah puasa, diucapkan oleh penerima saat menerima fidyah secara langsung.
Lafal ini bukan syarat wajib dalam pembayaran fidyah; yang penting fidyah diberikan kepada fakir miskin dengan niat mengganti puasa.
Qobiltu fidyah berbeda dengan niat membayar fidyah, karena qobiltu diucapkan oleh penerima sedangkan niat dibaca oleh pemberi.
Bacaan qobiltu fidyah diucapkan saat seseorang menerima fidyah puasa. Fidyah adalah tebusan yang diberikan kepada fakir miskin karena seseorang tidak mampu menjalankan puasa Ramadan, misalnya karena sakit menahun atau usia lanjut.
Dalam praktiknya, sebagian masyarakat hanya tahu lafal “qobiltu fidyah” sebagai bentuk penerimaan fidyah. Nah, berikut ini adalah bacaan qobiltu fidyah yang lengkap. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Table of Content
1. Bacaan qobiltu fidyah: Arab, Latin, dan artinya

Teks Arab:
Teks Latin:
Qobiltu fidyata hadzash shaumi.
Artinya:
“Aku menerima fidyah puasa ini.”
2. Doa menerima fidyah
Doa menerima fidyah bertujuan mendoakan agar pemberi mendapatkan keberkahan dan pahala. Salah satu doa yang umum diucapkan adalah:
Teks Arab:
آجَرَكَ اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُورًا، وَبَارَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ
Teks Latin:
Ajarakallahu fiimaa a’thaita, wa ja’alahu laka thahuuran, wa baaraka fiimaa abqaita.
Artinya:
"Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, menjadikannya penyuci bagimu, dan memberkahi harta yang tersisa."
3. Kapan bacaan qobiltu fidyah diucapkan?
Bacaan qobiltu fidyah biasanya diucapkan ketika proses penyerahan fidyah dilakukan secara langsung antara pemberi dan penerima. Tujuannya adalah sebagai bentuk kesepakatan bahwa fidyah tersebut sudah diterima.
Dalam praktik sehari-hari, bacaan ini umumnya digunakan pada situasi berikut:
- Saat seseorang memberikan makanan sebagai fidyah kepada fakir miskin
- Saat fidyah diserahkan langsung oleh keluarga atau kerabat
- Ketika proses pembayaran fidyah dilakukan secara simbolis dengan ijab kabul.
Karena sifatnya hanya sebagai ungkapan penerimaan, bacaan ini tidak selalu digunakan dalam semua pembayaran fidyah. Misalnya, jika fidyah disalurkan melalui lembaga zakat atau panitia masjid, biasanya tidak ada proses pengucapan lafal tersebut.
4. Apakah bacaan qobiltu fidyah wajib dibaca?

Banyak orang mengira bahwa bacaan qobiltu fidyah merupakan bagian wajib dari pembayaran fidyah. Padahal, dalam hukum Islam, tidak ada ketentuan khusus yang mewajibkan lafal tersebut dibaca.
Fidyah tetap sah selama memenuhi beberapa ketentuan utama, yaitu:
- diberikan kepada fakir miskin
- jumlahnya sesuai dengan ketentuan syariat
- diniatkan sebagai pengganti puasa yang tidak mampu dilakukan.
Artinya, meskipun seseorang tidak membaca lafal qobiltu fidyah, pembayaran fidyah tetap dianggap sah. Hal ini karena inti dari fidyah adalah pemberian makanan atau bantuan kepada orang yang membutuhkan.
5. Perbedaan qobiltu fidyah dengan bacaan niat fidyah
Banyak orang juga keliru membedakan antara bacaan qobiltu fidyah dan niat membayar fidyah. Keduanya sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda. Berikut perbedaannya.
- Bacaan qobiltu fidyah
Bacaan ini diucapkan oleh penerima fidyah sebagai tanda menerima pemberian fidyah dari seseorang. Fungsinya lebih mirip pernyataan penerimaan dalam transaksi pemberian.
- Niat membayar fidyah
Niat fidyah diucapkan oleh orang yang membayar fidyah sebagai bentuk niat mengganti puasa yang tidak bisa dijalankan. Niat ini biasanya diucapkan sebelum atau saat menyerahkan fidyah kepada penerima.
Jadi, kedua bacaan tersebut tidak boleh disamakan. Qobiltu fidyah adalah ucapan penerima, sedangkan niat fidyah berasal dari pemberi fidyah.
Kesimpulan
Bacaan qobiltu fidyah adalah lafal yang berarti menerima fidyah dari seseorang yang membayar tebusan puasa. Kalimat ini berasal dari bahasa Arab, di mana qobiltu berarti “aku menerima” dan fidyah berarti “tebusan puasa”.
Qobiltu fidyah sering diucapkan ketika seseorang menerima fidyah secara langsung dari pemberinya. Namun, secara hukum Islam, bacaan qobiltu fidyah tidak termasuk syarat wajib dalam pembayaran fidyah.
Yang terpenting adalah fidyah benar-benar diberikan kepada orang yang berhak dengan niat mengganti puasa yang tidak mampu dilakukan. Jadi, setelah membaca penjelasan ini, kamu jadi tahu bahwa arti bacaan qobiltu fidyah, ya.
FAQ seputar bacaan qobiltu fidyah
| Apa itu qobiltu fidyah? | Qobiltu fidyah adalah lafal dalam bahasa Arab yang berarti “aku menerima fidyah”. |
| Siapa yang membaca qobiltu fidyah? | Bacaan qobiltu fidyah biasanya diucapkan oleh penerima fidyah, sebagai tanda bahwa fidyah yang diberikan sudah diterima. |
| Apa arti kata qobiltu fidyah? | Kata qobiltu berarti “aku menerima”, sedangkan fidyah berarti “tebusan puasa”. Jadi, qobiltu fidyah berarti “aku menerima fidyah.” |
| Apakah fidyah harus ada ijab kabul seperti qobiltu fidyah? | Tidak harus. Dalam Islam tidak ada ketentuan ijab kabul khusus dalam fidyah. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melalui proses editing oleh tim content IDN Times untuk memastikan kualitas serta ketepatan informasi.