Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Cara Menabung untuk Haji Secara Konsisten Meski Gaji Pas-Pasan
Potret ibadah Haji (unsplash.com/ibrahim uz)
  • Biaya haji 2026 ditetapkan Rp54,19 juta per jemaah dengan setoran awal Rp25 juta, sementara minat menabung haji meningkat terutama di kalangan Gen Z dan milenial.
  • Strategi utama menabung meliputi penetapan target realistis, penggunaan rekening khusus haji, serta penerapan autodebet agar setoran berjalan konsisten setiap bulan.
  • Fasilitas digital dan produk tabungan yang terhubung ke sistem pendaftaran nasional mempermudah proses persiapan dana haji secara bertahap dan lebih terstruktur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Biaya ibadah haji 2026 ditetapkan sebesar Rp54.193.806 per jemaah, dengan setoran awal Rp25.000.000. Di saat yang sama, antrean haji reguler tetap panjang dan kuotanya terbatas, sehingga rencana berangkat haji sering terasa jauh ketika penghasilan bulanan hanya cukup untuk kebutuhan harian.

Di sisi lain, minat terhadap tabungan haji terus bergerak naik. Hingga Februari 2026, nilai tabungan haji di salah satu bank syariah tercatat mencapai Rp15,47 triliun dengan lebih dari 7 juta rekening, dan kelompok usia gen Z serta milenial disebut mendominasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa menabung haji makin banyak dipilih sebagai langkah bertahap, bukan sekadar rencana besar yang ditunda terus.

1. Tetapkan taget angka yang paling dekat

ilustrasi menabung (unsplash.com/Jakub Żerdzicki)

Langkah awal yang paling masuk akal adalah memegang angka setoran awal sebagai target pertama. Pada jalur haji reguler, setoran awal tercatat Rp25 juta, lalu ada pelunasan yang mengikuti ketentuan. Dengan angka ini, proses menabung terasa lebih terarah karena fokusnya bukan langsung pada seluruh biaya, melainkan pada tahap yang benar-benar harus dipenuhi lebih dulu.

Dalam simulasi 2026, tabungan rutin sekitar Rp800 ribu per bulan ditambah penghasilan dari usaha kecil atau freelance sekitar Rp400 ribu sampai Rp500 ribu per bulan dipakai untuk mengejar setoran awal dari nol. Pola seperti ini membuat target besar dipecah ke langkah yang lebih kecil dan lebih mudah dijaga konsistensinya.

2. Buku rekening khusus haji

ilustrasi kartu rekening (unsplash.com/CardMapr.nl)

Rekening khusus haji dipakai agar dana tidak tercampur dengan transaksi harian. Dalam penjelasan layanan haji, rekening ini juga terhubung langsung dengan sistem pendaftaran haji nasional dan menjadi sarana utama untuk menyetorkan biaya pendaftaran awal. Dengan pemisahan seperti ini, dana haji tidak mudah tersentuh kebutuhan lain.

Dokumen yang umum disiapkan meliputi KTP, KK, NPWP jika tersedia, buku nikah untuk kondisi tertentu, dan dana setoran awal sesuai ketentuan bank. Pada jalur reguler, proses dimulai dari pembukaan tabungan haji di bank penerima setoran, lalu dilanjutkan setoran awal Rp25 juta dan pendaftaran resmi ke Kementerian Agama.

3. Pakai autodebet supaya setoran tetap jalan

ilustrasi rutin menyisihkan uang (unsplash.com/Alexander Grey)

Sejumlah produk tabungan haji menyediakan fasilitas autodebet atau setoran rutin otomatis. Salah satu program 2026 menetapkan standing instruction minimal Rp100.000, sementara program lain memakai setoran awal Rp2.500.000 dengan setoran rutin Rp100.000 per bulan atau Rp5.000.000 dengan setoran rutin Rp250.000 per bulan. Pola otomatis seperti ini membantu setoran tetap berjalan tanpa bergantung pada sisa uang di akhir bulan.

Program tabungan haji berjenjang juga menekankan pentingnya menabung secara bertahap melalui setoran awal dan setoran rutin bulanan. Kebiasaan ini membuat persiapan dana haji lebih konsisten dan lebih terstruktur, karena dana disisihkan dengan ritme yang sama dari bulan ke bulan.

4. Manfaatkan jalur digital agar lebih praktis

ilustrasi membuka tabungan secara online (unsplash.com/Dries De Schepper)

Pembukaan tabungan haji kini bisa dilakukan secara online maupun offline. Jalur online disebut praktis karena bisa dilakukan tanpa datang ke cabang, lewat aplikasi, isi data diri, unggah dokumen, lalu menunggu verifikasi. Cara ini memberi ruang bagi pengelolaan dana yang lebih efisien dan tidak banyak memakan waktu.

Jalur offline tetap tersedia bagi yang ingin pendampingan langsung dari petugas bank. Alurnya dimulai dari datang ke cabang terdekat, mengambil nomor antrean, menyerahkan dokumen, lalu melakukan setoran awal sampai rekening aktif. Dua jalur ini sama sama mengarah pada tujuan yang sama, tinggal disesuaikan dengan kebiasaan dan kenyamanan masing masing.

5. Pilih produk yang terhubung ke pendaftaran haji nasional

ilustrasi melakukan pendaftaran haji (unsplash.com/Rendy Novantino)

Produk tabungan haji yang terhubung ke sistem pendaftaran nasional memberi keuntungan pada sisi keteraturan dana. Dalam penjelasan layanan haji, tabungan seperti ini membantu memudahkan proses mendapatkan nomor porsi haji dan menjaga agar dana tetap fokus untuk kebutuhan ibadah, bukan kebutuhan harian.

Pada 2026, nilai tabungan haji di salah satu bank syariah tercatat Rp15,47 triliun dengan lebih dari 7 juta rekening, dan sekitar 83 persen calon jemaah haji reguler dalam daftar tunggu disebut berasal dari basis nasabah tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa tabungan haji makin banyak dipakai sebagai jalur persiapan yang berjalan pelan tapi pasti.

Menabung haji di tengah gaji pas-pasan memang menuntut langkah yang rapi, tapi data 2026 memperlihatkan bahwa target itu lebih mudah dijaga ketika ada angka tujuan yang jelas, rekening khusus, setoran rutin, jalur digital, dan produk yang terhubung ke sistem pendaftaran nasional. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten tetap menjadi kunci utama agar rencana berangkat haji tidak berhenti di angan angan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team