Menurut Mayo Clinic Health System dalam artikel Overcoming the Physical, Emotional Signs of Loneliness, "seseorang dapat mulai mengatasi rasa kesepian dengan merawat diri sendiri terlebih dahulu." Kutipan ini menegaskan bahwa self-care menjadi langkah awal yang penting untuk memulihkan diri setelah merasa kehilangan atau kesepian.
Cara Gak Merasa Kesepian meski Cut Off Pertemanan

Semakin dewasa, kita semakin sadar bahwa tidak semua pertemanan harus terus dipertahankan. Jika hubungan sudah terasa toxic, melelahkan, atau membuat diri sendiri kehilangan ketenangan, cut off bisa menjadi salah satu cara untuk membuka ruang hidup yang lebih sehat.
Namun, keputusan menjauh dari teman dekat tentu tidak selalu mudah. Rasa kesepian bisa muncul, apalagi jika orang tersebut dulu sering menemani, menjadi tempat cerita, dan mengisi waktu luang. Lalu, bagaimana cara agar tidak merasa terlalu sepi setelah cut off pertemanan?
1. Fokus pada diri sendiri lewat me time

Setelah cut off pertemanan, rasa sepi memang bisa terasa aneh di awal. Namun, daripada langsung menganggapnya sebagai kekosongan, coba lihat momen ini sebagai waktu untuk kembali dekat dengan diri sendiri.
Me time bisa membuat kamu lebih paham apa yang sebenarnya kamu rasakan, apa yang selama ini kamu tahan, dan hubungan seperti apa yang benar-benar kamu butuhkan. Dari sini, kamu bisa belajar menerima diri sendiri, menikmati waktu sendiri, dan melihat hidup dari sudut pandang yang lebih tenang.
2. Perkuat hubungan dengan teman yang masih ada

Saat satu hubungan pertemanan berakhir, bukan berarti kamu benar-benar sendirian. Coba lihat lagi orang-orang yang masih bertahan, peduli, dan bisa membuat kamu merasa aman untuk bercerita.
Curhat dengan teman yang tepat sering kali bisa membuat hati jauh lebih lega. Dari situ, kamu juga akan makin sadar siapa teman yang benar-benar bisa diandalkan, lalu mulai mengisi waktu dengan orang-orang yang membawa energi baik.
“Teman yang baik adalah seseorang yang hadir, mendengarkan dengan baik, dan mendukungmu tanpa menghakimi," tutur Dr. Alex Dimitriu, Psikiater dan Founder Menlo Park Psychiatry & Sleep Medicine, Verywell Mind
3. Buka koneksi baru secara pelan-pelan

Cut off pertemanan juga bisa menjadi awal untuk membuka ruang bagi koneksi baru yang lebih sehat. Kamu bisa mulai dari hal sederhana, seperti ikut komunitas, ngobrol dengan teman lama, aktif di kegiatan baru, atau berani menyapa orang yang punya minat sama.
Namun, tidak perlu memaksa diri untuk langsung punya circle baru. Biarkan hubungan baru tumbuh pelan-pelan, karena pertemanan yang sehat biasanya hadir dari rasa nyaman, saling menghargai, dan tidak membuat kamu kehilangan diri sendiri.
Cut off pertemanan memang bisa membuatmu merasa sepi, tetapi bukan berarti kamu akan sendirian selamanya. Kadang, kehilangan satu hubungan justru membuka jalan untuk hidup yang lebih tenang, sehat, dan penuh koneksi yang lebih tulus.
















![[QUIZ] Dari Member CORTIS, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20251203/upload_20eeffa40362ff1782d943d067b4cd78_f0e7d4ee-2223-47bf-9971-b00fc43890fb.png)

