Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Frugal Living agar Dompet Hemat dan Bumi Lebih Sehat

5 Cara Frugal Living agar Dompet Hemat dan Bumi Lebih Sehat
ilustrasi frugal living yang ramah lingkungan dan hemat (pexels.com/cottonbro studio)
  • Frugal living ramah lingkungan ditujukan untuk menekan belanja impulsif, menjaga tabungan dan dana darurat, sekaligus mengurangi sampah dari konsumsi berlebihan.
  • Membawa tumbler atau wadah makan sendiri, membuat pembersih dari cuka dan baking soda, serta memilih pakaian thrift dapat menghemat biaya dan mengurangi sampah plastik maupun tekstil.
  • Meal prep membantu membatasi belanja bahan makanan dan limbah pangan, sementara transportasi umum, berjalan kaki, atau bersepeda menekan biaya kendaraan, emisi karbon, dan polusi udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Gaji baru saja menumpang lewat di rekening, tapi barang belanjaan online yang gak penting justru makin menumpuk di kamar? Fenomena gampang tergiur diskon dan belanja impulsif ini makin sering bikin dompet menjerit di akhir bulan. Kalau gaya hidup konsumtif ini terus dipelihara, tabungan masa depanmu bisa makin tipis dan bikin stres sendiri, lho. Menerapkan frugal living yang ramah lingkungan dan hemat jadi kunci untuk menjaga kestabilan finansial sekaligus menyelamatkan bumi.

Kalau kamu terus-terusan menuruti kebiasaan konsumtif, gak cuma isi dompet yang boncos, tapi sampah plastik dari kemasan belanjaanmu juga bakal terus menggunung, lho. Penyesalan biasanya baru datang waktu kamu sadar gak punya dana darurat saat ada kebutuhan mendadak. Momen Hari Konservasi Alam Nasional, 10 Agustus ini jadi waktu yang paling pas buat kamu mulai evaluasi gaya hidup. Yuk, pelajari cara mengubah kebiasaan belanja jadi lebih berkesadaran demi dompet dan lingkungan yang lebih sehat!


  1. 1. Bawa botol minum dan tempat makan sendiri

    ilustrasi membawa botol tumbler sendiri
    ilustrasi membawa botol tumbler sendiri (pexels.com/Eky Rima Nurya Ganda)

    Membawa wadah minum dan makan sendiri dari rumah jadi cara tersimpel yang berdampak buat dompetmu, lho. Kalau dihitung-hitung, pengeluaran untuk beli air mineral kemasan atau kopi kekinian saban hari bisa menyedot ratusan ribu rupiah per bulan, lho. Kebiasaan kecil ini bakal langsung memotong pengeluaran harianmu tanpa rasa tersiksa. Kamu juga gak perlu pusing memikirkan biaya tambahan untuk takeaway atau beli kemasan plastik sekali pakai.

    Selain hemat uang, membawa wadah sendiri secara otomatis mengurangi jejak karbon dan tumpukan sampah plastik di tempat pembuangan akhir, lho. Kamu bisa menginvestasikan sedikit uang untuk membeli tumbler stainless yang awet hingga bertahun-tahun. Kalau lagi nongkrong di kafe, kamu bahkan bisa minta barista mengisi kopi ke tumblermu dan beberapa kafe malah memberikan diskon khusus, nih. Jadi, selain bergaya, kamu juga berkontribusi langsung menjaga kelestarian bumi tanpa bikin dompet meringis, deh.


  2. 2. Beralih ke produk pembersih serbaguna buatan rumah

    ilustrasi produk pembersih lantai
    ilustrasi produk pembersih lantai (pixabay.com/ds_30)

    Produk pembersih komersial di pasaran sering dijual dengan harga cukup mahal dan dikemas dalam botol plastik tebal. Padahal, kamu bisa membuat pembersih alami yang sangat efektif cuma dengan memanfaatkan bahan dapur seperti cuka putih dan baking soda. Formula sederhana ini ampuh membersihkan kerak di kamar mandi, meja dapur, hingga kaca jendela. 

    Penghematan dari memangkas anggaran pembersih bulanan ini ternyata lumayan berhemat, lho. Pembersih alami dari cuka dan baking soda ini juga sangat ramah lingkungan karena gak mengandung bahan kimia keras yang bisa merusak ekosistem air. Selain aman buat saluran air tanah, bahan-bahan ini juga lebih aman buat kulit sensitif dan saluran pernapasanmu. 


  3. 3. Terapkan prinsip thrift shopping saat butuh baju baru

    ilustrasi membeli pakaian thrifting
    ilustrasi membeli pakaian thrifting (pexels.com/Burst)

    Industri fast fashion memang selalu menggoda dengan tren pakaian yang terus berganti setiap minggu. Namun, membeli baju bekas berkualitas atau thrifting bisa jadi solusi paling tepat saat kamu butuh pakaian baru tanpa bikin kantong bolong, lho. Kamu bisa menemukan pakaian bermerek dengan kondisi yang masih sangat bagus dengan harga seperlima dari harga aslinya. Strategi ini bikin gaya pakaianmu tetap elegan dan unik tanpa harus menguras saldo rekening harian.

    Membeli pakaian bekas membantu memperpanjang usia pakai suatu barang dan mengurangi limbah tekstil yang sulit terurai, lho. Guys, sadari kalo fast fashion merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia yang menyedot banyak sekali air dalam proses produksinya. Nah, dengan memilih baju thrifting, secara gak langsung memutus rantai konsumsi berlebihan tersebut, deh. 


  4. 4. Maksimalkan metode meal prep untuk konsumsi mingguan

    ilustrasi membuat meal prep
    ilustrasi membuat meal prep (pexels.com/ShotPot)

    Sering membuang bahan makanan yang membusuk di dalam kulkas menjadi salah satu bentuk pemborosan yang paling sering terjadi. Dengan menerapkan meal prep atau merencanakan menu makan selama seminggu, kamu cuma bakal membeli bahan makanan yang benar-benar dibutuhkan. Kamu dapat berbelanja sekaligus di pasar tradisional yang harganya jauh lebih terjangkau dibanding supermarket modern. Percaya, deh, cara ini terbukti sangat ampuh memangkas anggaran makan harian hingga separuh harga, lho.

    Dari sudut pandang lingkungan, meal prep sangat efektif untuk menekan tingkat food waste atau limbah makanan di rumah tangga. Sampah organik dari makanan yang membusuk di TPA menghasilkan gas metana yang berbahaya bagi lapisan atmosfer. Jadi, saat kamu memasak sendiri dalam porsi yang terukur, kamu ikut menjaga bumi dari ancaman pemanasan global. 


  5. 5. Gunakan transportasi umum atau jalani budaya jalan kaki

    ilustrasi berjalan kak
    ilustrasi berjalan kaki (pexels.com/Darina Belonogova)

    Biaya bensin, parkir, dan perawatan kendaraan pribadi sering menjadi penyebab pengeluaran yang gak disadari membengkak setiap bulannya. Mencoba beralih ke transportasi umum seperti bus trans atau kereta api bisa memangkas pengeluaran transportasi harianmu secara drastis, lho. Kamu pun gak perlu lagi stres memikirkan kemacetan jalanan atau bingung mencari tempat parkir yang mahal. 

    Mengurangi pemakaian kendaraan pribadi tentu menjadi langkah nyata untuk menekan emisi karbon dan polusi udara di kota-kota besar. Kalau jarak tujuanmu cukup dekat, berjalan kaki atau bersepeda jadi pilihan paling bijak yang bisa kamu ambil, kan?

    Menjalankan gaya hidup hemat gak berarti kamu harus hidup serba menderita dan menyiksa diri sendiri, kok. Penerapan frugal living yang ramah lingkungan dan hemat justru mengajarimu untuk lebih bijak dalam memanfaatkan setiap sumber daya yang kamu miliki. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More