Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Trik Pakai Merah Putih Tanpa Terlihat Seperti Bendera yang Berjalan

4 Trik Pakai Merah Putih Tanpa Terlihat Seperti Bendera yang Berjalan
ilustrasi memakai dasi (pexels.com/Gabriel Tovar)
  • Hindari komposisi merah-putih 50:50 agar tidak menyerupai bendera; dominankan salah satu warna, sementara warna lain hadir sebagai aksen pada pakaian atau motif kain.
  • Tambahkan satu warna netral atau pelengkap, seperti hitam atau emas, untuk memecah fokus merah-putih dan membuat padu padan terlihat lebih seimbang.
  • Pilih potongan pakaian modern yang pas di badan serta alas kaki trendi, termasuk sneakers dengan kebaya, agar nuansa merah-putih tetap kasual dan stylish.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Sepanjang bulan Agustus atau yang kerap juga disebut bulan kemerdekaan nuansa merah putih sangat kuat. Di mana-mana ada hiasan berwarna merah dan putih. Seperti umbul-umbul sepanjang jalan dan dekorasi berbagai tempat perbelanjaan.

Termasuk untuk pakaian sering kali disyaratkan untuk bernuansa merah putih. Tidak terkecuali pakaian buat ke kantor dan berbagai acara. Tujuannya, agar semangat kemerdekaan makin terasa dan menunjukkan rasa nasionalisme.

Akan tetapi, mengenakan pakaian merah putih secara asal kerap menimbulkan olok-olok. Setelan dianggap seperti bendera yang siap dinaikkan ke tiang, dikira mau ikut karnaval, sampai kamu disebut anak SD. Ada cara supaya berpakaian dengan warna merah dan putih tetap terlihat kasual, tidak terlalu kaku, bahkan stylish. Siap bongkar isi lemari?

  1. 1. Perbandingan warna jangan 50:50, tapi dominasi salah satu warna

    berkaus merah
    ilustrasi berkaus merah (pexels.com/Agung Pandit Wiguna)

    Kalau kamu pakai setelan merah putih dengan perbandingan 50:50 atau mendekati itu, pasti akan terlihat menyerupai bendera. Misalnya, atasan sepenuhnya merah dan bawahannya full putih. Agar tampilanmu lebih enak dilihat dan gak bikin orang ingin tertawa, gunakan efek dominasi warna.

    Seperti dalam ilustrasi, seseorang mengenakan kaus yang didominasi warna merah. Namun, ada tulisan 'Indonesia' berwarna putih di bagian dada. Kausnya sebenarnya tetap bernuansa merah putih.

    Akan tetapi, lantaran warna putihnya sedikit orang-orang cenderung menyebutnya mengenakan kaus merah. Bila dirimu hendak memakai kain tradisional, trik ini juga bisa diterapkan. Contoh, kain batik motif Megamendung.

    Pilih batik yang secara umum terlihat merah. Garis-garis putih hanya tampak di tepian motif awannya. Atau sebaliknya, warna dasar pakaian putih dan warna merah hanya sebagai tambahan.

  2. 2. Tambahkan 1 warna lain sebagai pemecah konsentrasi

    berbaju merah putih
    ilustrasi berbaju merah putih (pexels.com/jay sx)

    Ini yang kerap kurang dipahami masyarakat. Begitu ada perintah untukmu mengenakan pakaian merah putih, kamu langsung mengira cuma boleh ada warna merah dan putih dari ujung kaki hingga kepala. Pilihan pakaian menjadi sangat terbatas, itu-itu saja, dan kurang keren.

    Pas acara walaupun warna sesuai instruksi malah tetap bikin gak percaya diri. Pakaian bernunasa merah putih dengan tambahan satu warna lain masih dapat dikenakan. Misal, kausmu sudah merah putih seperti dalam ilustrasi.

    Bawahannya jangan celana atau rok merah atau putih. Selain kurang enak dipandang, juga justru terlihat terlalu mencolok atau ngejreng. Bawahannya bisa warna hitam misalnya, buat menetralkan kesan bendera dalam pakaian merah putihmu.

    Jika dirimu mengenakan pakaian tradisional bernuansa merah putih, pilih yang ada warna keemasannya misalnya. Seperti kebayanya sudah putih. Bawahannya jangan merah saja, melainkan terdapat warna keemasan atau warna lainnya.

  3. 3. Pilih model kekinian sekalipun pakaian tradisional

    HUT RI
    ilustrasi HUT RI (pexels.com/Vincensius Seno Aji Pradhana)

    Sama-sama kemeja putih, bila potongannya seperti kemeja mahasiswa baru akan OSPEK atau mahasiswa semester akhir hendak sidang skripsi tentu tidak keren. Potongannya longgar. Panjang badan pakaian juga mengharuskannya dimasukkan ke celana.

    Beda dengan seandainya model kemeja putih lebih kekinian seperti slim fit. Potongannya pas dengan bentuk badan. Tinggal tambah dasi merah, misalnya. Kamu terlihat seperti seorang eksekutif muda. Bukan anak SD mau upacara hari Senin.

    Pakaian lain seperti kebaya pun sama. Pilih model kebaya yang kekinian. Potongannya lebih bervariasi dan mengikuti gaya anak muda sekarang. Walaupun model kebaya apa pun punya sisi keindahan masing-masing, jadi kurang stylish kalau dikenakan anak muda di masa kini.

  4. 4. Pakai alas kaki trendi untuk memperkuat kesan kasual

    bersepatu putih
    ilustrasi bersepatu putih (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

    Bukan hanya tentang pemilihan pakaian yang penting untuk diperhatikan. Biar penampilanmu kasual dan penuh gaya, soal sepatu juga mesti dipilih yang sesuai. Contohnya, kamu mengenakan kebaya bernuansa merah putiih.

    Siapa bilang kebaya untuk perempuan wajib dipadukan dengan selop? Selama kamu tidak sedang menghadiri acara kebudayaan yang pakemnya kaku, kebaya juga dapat dipadukan dengan alas kaki apa saja. Apalagi model kebaya telah dipilih yang modern.

    Baik potongan atasan maupun roknya sudah bergaya anak muda. Kain bawahannya tidak lagi memerlukan setagen seperti dalam kebaya tradisional. Rok jaritnya juga tak panjang hingga mata kaki, melainkan selutut lebih sedikit atau sebetis.

    Bakal cakep banget kalau dirimu memakai sepatu kets bertali. Gayamu kombinasi tradisional dengan modern sporty. Bonusnya, dirimu hendak melakukan aktivitas apa pun seperti naik motor dan bertugas di lapangan tetap gampang.

    Seperti warna-warna lainnya, merah putih masih dapat dieksplorasi untuk membuat penampilanmu tetap trendi. Bahkan di luar bulan Agustus pun bisa dipakai. Kesan bersih dan tulus dari warna putih plus berani dari warna merah merupakan kombinasi yang apik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team

Related Articles

See More