Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi mahasiswa dan generasi muda. Melalui berbagai platform, kita bisa mendapatkan informasi terbaru, mengikuti perkembangan tren, hingga berinteraksi dengan teman dan keluarga. Namun, kemudahan tersebut juga memiliki sisi lain, yaitu kebiasaan doomscrolling, yakni terus-menerus menggulir layar untuk mengonsumsi berita atau konten negatif dalam waktu yang lama tanpa disadari.
Doomscrolling dapat membuat seseorang merasa cemas, lelah secara mental, bahkan sulit berkonsentrasi pada aktivitas penting. Kabar baiknya, mengurangi kebiasaan ini tidak harus dilakukan dengan menghapus seluruh akun media sosial.
