Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

6 Cara Menyesuaikan Aroma Parfum dengan Gaya Berpakaian

6 Cara Menyesuaikan Aroma Parfum dengan Gaya Berpakaian
ilustrasi pria sedang menyemprotkan parfum (pexels.com/Franco Monsalvo)
  • Aroma parfum dapat melengkapi gaya berpakaian dan kesan yang ditampilkan; pilihannya sebaiknya mempertimbangkan outfit, tujuan, suasana, serta karakter yang ingin dibawa.
  • Outfit formal, feminin, bohemian, dan glamor dapat dipadukan dengan aroma elegan seperti woody, floral, atau intens; sementara gaya kasual dan sporty cocok dengan wangi fresh.
  • Gunakan parfum secukupnya pada titik seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau leher, dengan menyesuaikan konsentrasi parfum dan kondisi tempat agar tetap nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pakaian bukan satu-satunya hal yang bisa menunjukkan karakter seseorang. Aroma parfum yang digunakan juga dapat menjadi bagian dari penampilan. Bahkan, parfum yang tepat bisa melengkapi gaya berpakaian dan meninggalkan kesan tertentu saat kamu bertemu dengan orang lain. Bayangkan kamu sudah mengenakan outfit formal yang rapi, tetapi parfum yang dipakai justru beraroma terlalu manis dan playful. Bukan berarti parfum tersebut jelek, hanya saja aromanya mungkin kurang menyatu dengan keseluruhan penampilan.

Karena itu, tidak ada salahnya mengetahui cara menyesuaikan aroma parfum dengan gaya berpakaian. Bukan aturan yang wajib diikuti, tetapi bisa menjadi panduan sederhana agar pilihan parfum terasa lebih cocok dengan outfit dan suasana yang ingin kamu tampilkan. Yuk, kita bahas cara menyesuaikan aroma parfum dengan gaya berpakaian berikut ini!

  1. 1. Outfit formal cocok dengan aroma yang elegan

    ilustrasi memakai parfum
    ilustrasi memakai parfum (magnific.com/pressahotkey)

    Ketika mengenakan blazer, kemeja, dress formal, atau pakaian untuk menghadiri acara penting, parfum dengan karakter elegan bisa menjadi pilihan. Aroma woody, amber, musk, leather, atau floral yang tidak terlalu manis biasanya memberikan kesan yang lebih dewasa dan berkelas. Jenis aroma seperti ini juga bisa membantu melengkapi penampilan formal tanpa terasa berlebihan.

    Misalnya, kamu ingin menghadiri meeting atau acara resmi. Pilih parfum dengan aroma yang cukup clean dan sophisticated agar penampilan terlihat semakin profesional. Namun, jangan langsung menyemprotkan parfum terlalu banyak. Untuk outfit formal, aroma yang terasa halus tetapi tetap tercium biasanya justru lebih menarik.

  2. 2. Gaya kasual bisa dipadukan dengan aroma yang fresh

    ilustrasi wanita memakai parfum
    ilustrasi wanita memakai parfum (pexels.com/Ron Lach)

    T-shirt, jeans, sneakers, atau outfit santai lainnya biasanya lebih cocok dengan parfum yang memberikan kesan ringan dan effortless. Aroma citrus, aquatic, green, atau fruity bisa menjadi pilihan. Wanginya terasa lebih segar sehingga cocok digunakan ketika jalan-jalan, nongkrong bersama teman, atau sekadar menjalani aktivitas sehari-hari.

    Parfum dengan aroma sitrus, misalnya, dapat memberikan kesan energik dan ceria. Sementara itu, aroma aquatic sering terasa clean dan menyegarkan, terutama ketika digunakan pada siang hari. Gaya kasual sebenarnya cukup fleksibel. Jadi, kamu tidak harus terpaku pada satu jenis aroma. Yang penting, pilih parfum yang tidak terlalu berat jika pakaian dan aktivitasmu memang santai.

  3. 3. Outfit feminin bisa ditemani aroma floral

    ilustrasi outfit perempuan yang terkesan feminin
    ilustrasi outfit perempuan yang terkesan feminin (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Untuk kamu yang sering mengenakan dress, rok, blouse, atau outfit dengan kesan feminin, aroma floral bisa menjadi pasangan yang tepat. Rose, jasmine, peony, dan lily adalah beberapa aroma yang sering memberikan kesan feminin. Karakternya bisa terasa lembut, anggun, hingga romantis tergantung pada komposisi parfumnya.

    Kalau kamu tidak terlalu suka aroma bunga yang kuat, kamu bisa memilih parfum floral yang dipadukan dengan musk atau citrus. Hasilnya biasanya terasa lebih ringan dan modern. Jadi, floral tidak selalu berarti parfum yang manis atau terlalu “girly”. Ada banyak pilihan floral yang justru terasa clean dan sophisticated.

  4. 4. Outfit sporty lebih cocok dengan aroma yang menyegarkan

    ilustrasi parfum pria
    ilustrasi parfum pria (unsplash.com/Edoardo Cuoghi)

    Sedang mengenakan hoodie, celana jogger, sneakers, atau pakaian olahraga? Aroma parfum yang terlalu berat mungkin terasa kurang cocok untuk situasi ini. Pilih aroma yang ringan dan menyegarkan, seperti citrus, aquatic, mint, atau green. Karakter tersebut dapat memberikan kesan aktif dan energik yang selaras dengan gaya sporty.

    Selain itu, parfum dengan karakter fresh biasanya lebih nyaman digunakan ketika kamu banyak bergerak. Apalagi jika aktivitas dilakukan di luar ruangan atau saat cuaca sedang panas. Tentu saja, parfum bukan pengganti deodorant atau produk penghilang bau badan. Pastikan tubuh tetap bersih sebelum menggunakan parfum. Dengan begitu, wanginya tidak bercampur dengan aroma keringat.

  5. 5. Gaya bohemian atau earthy bisa dipadukan dengan aroma woody

    ilustrasi parfum
    ilustrasi parfum (pexels.com/Isidor Bobinec)

    Untuk kamu yang suka pakaian dengan warna earthy, linen, motif etnik, rok panjang, atau gaya bohemian, aroma woody dan earthy bisa menjadi pilihan yang menarik. Cedarwood, sandalwood, vetiver, patchouli, dan aroma rempah biasanya memberikan kesan hangat dan natural. Karakter ini terasa cukup nyambung dengan outfit bernuansa santai dan dekat dengan alam.

    Parfum beraroma woody juga tidak selalu identik dengan parfum pria. Saat ini banyak parfum unisex yang menggunakan sandalwood, cedarwood, atau vetiver sebagai salah satu notes utamanya. Jadi, baik pria maupun perempuan sama-sama bisa memakai parfum beraroma woody.

  6. 6. Outfit glamor bisa menggunakan parfum yang lebih intens

    ilustrasi parfum vanila
    ilustrasi parfum vanila (magnific.com/atlascompany)

    Ketika menghadiri pesta atau acara malam dan memilih outfit yang lebih glamor, kamu bisa menggunakan parfum dengan karakter yang lebih intens. Aroma vanilla, amber, oud, musk, gourmand, atau spicy dapat memberikan kesan mewah dan sensual. Wanginya juga bisa terasa lebih menonjol dibandingkan dengan parfum fresh yang biasanya lebih ringan.

    Meski begitu, bukan berarti kamu harus menyemprotkan parfum sebanyak mungkin. Parfum yang terlalu kuat justru bisa mengganggu orang di sekitar. Jadi, semprotkan secukupnya saja dan jangan berlebihan.

    Kamu bisa menyemprotkan parfum di beberapa titik, seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau leher. Tidak perlu terlalu banyak agar aromanya tetap nyaman dan tidak berlebihan. Jumlah semprotan juga sebaiknya disesuaikan dengan konsentrasi parfum serta kondisi tempat yang akan kamu datangi.

    Jadi, sebelum memilih parfum, coba pikirkan dulu pakaian apa yang akan digunakan, ke mana kamu pergi, seperti apa suasananya, dan kesan apa yang ingin ditampilkan. Dari situ, kamu bisa lebih mudah menentukan aroma yang paling tepat. Sebab, pada akhirnya, parfum yang bagus bukan hanya parfum yang wanginya enak, tetapi parfum yang terasa cocok dengan gaya, suasana, dan karakter pemakainya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More