Ilustrasi pria berdiri didepan cermin (pexels.com/Rayhan Firmansyah)
Gak semua orang yang sedang hancur terlihat berantakan. Justru ada yang tetap tampil rapi, wangi, fashionable, dan terlihat percaya diri. Mereka berusaha menjaga penampilan biar gak ada yang sadar kondisi mentalnya sedang kacau. Penampilan sering dijadikan tameng biar hidup terlihat stabil dan terkendali.
Bahkan, ada juga yang merasa lebih aman saat orang lain menganggap dirinya baik-baik saja. Jadi, mereka tetap tersenyum menjalani rutinitas seperti biasa. Padahal setelah semua selesai, mereka merasa kosong dan kelelahan. Orang lain mengira hidupnya nyaman hanya karena tampilannya selalu terlihat glamor.
Gak semua orang yang terlihat bahagia benar-benar baik-baik saja. Banyak yang memilih menyimpan luka dan tetap tersenyum karena merasa lebih mudah dibandingkan dengan harus menjelaskan semuanya. Mereka takut dianggap lemah, dan sudah terbiasa memendam masalah sendirian sejak lama. Kita seharusnya lebih peka terhadap orang-orang di sekitar.
Sikap ceria dan penampilan tenang belum tentu berarti hidup seseorang tanpa masalah. Bisa jadi, itu adalah cara orang menyembunyikan beban hidup biar terlihat bahagia. Mereka hanya berusaha bertahan dengan caranya sendiri. Gak ada salahnya kan memberi perhatian kecil, mendengarkan cerita, atau menanyakan kabar dengan tulus. Bisa jadi, hal sederhana ini sangat berarti untuk mereka.