Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Tenang di Tengah Hidup yang Ribut, Menepi dan Menyepi

menikmati kesendirian
ilustrasi menikmati kesendirian (pexels.com/Miriam Alonso)
Intinya sih...
  • Tidak melibatkan diri dalam setiap hal, baik dalam kegiatan bersama maupun di media sosial
  • Miliki ruang yang lebih privat untuk melepas penat tanpa mengucilkan diri dari orang terdekat
  • Membatasi akses media sosial dan mendekatkan diri dengan alam untuk menemukan ketenangan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih, kamu merasa hidup ini berisik sekali? Di sekitarmu hampir semua orang selalu berbicara. Mereka suka berkumpul seraya membahas apa saja. Sambil menikmati kopi, merokok, dan tertawa-tawa.

Dari kehidupan sehari-hari, berita nasional, artis, sampai kehidupan pribadi teman atau tetangga menjadi bahan obrolan. Di media sosial pun sama. Semua orang bikin konten tentang ini itu dan sangat bebas meninggalkan komentar.

Jika kamu menonton terlalu banyak podcast pun begitu. Host serta bintang tamu atau narasumbernya terus berbicara hampir satu jam penuh. Semua suara itu dapat membuatmu lebih mudah stres dan gelisah. Terlebih kalau kamu cenderung introver. Penting untukmu menemukan ketenangan yang stabil dengan lima cara berikut.

1. Tidak melibatkan diri dalam setiap hal

menikmati kesendirian
ilustrasi menikmati kesendirian (pexels.com/Mizuno K)

Orang-orang di sekitarmu mungkin sibuk membicarakan sesuatu atau berkegiatan bersama. Suasananya tampak seru sekali. Sesekali gabung sama mereka tentu bagus. Biar kamu punya teman dan dapat ikut merasakan keseruannya.

Namun, jika sering melibatkan diri dirasa telah membuatmu kurang nyaman berarti waktunya sedikit membuat batasan. Kamu tak perlu setiap saat terlibat dalam keseruan sekelompok orang. Mereka membahas sesuatu dengan penuh antusiasme, dirimu gak harus menimbrung.

Kawan-kawan punya rencana pergi ke suatu tempat atau bikin acara, kamu tidak wajib selalu ikut. Di media sosial pun sama. Warganet ramai-ramai mengomentari unggahan atau berdebat, kamu cukup menjadi silent reader. Itu pun gak semua komentar perlu dibaca. Dirimu segera beralih saja ke konten lain atau tutup aplikasi sekalian.

2. Miliki ruang yang lebih privat untuk melepas penat

menikmati kesendirian
ilustrasi menikmati kesendirian (pexels.com/cottonbro studio)

Ketenangan sulit diraih apabila gak ada batasan antara kamu dengan orang lain. Termasuk sekat ruangan sekalipun dengan keluarga sendiri. Tentu kamu jangan sampai seperti mengucilkan diri dari orang-orang terdekat.

Namun, berada di ruangan yang lebih privat tanpa gangguan apa pun benar-benar akan menenangkanmu. Cuma ada dirimu serta barang-barang yang disukai. Seperti buku, piringan hitam, atau koleksi lainnya.

Di rumah harus ada kamar pribadi yang gak sembarangan dimasuki orang lain. Pasang tulisan agar siapa pun yang ada perlu denganmu mengetuk pintu dulu. Apalagi jika dirimu tinggal bersama keluarga besar dengan sejumlah anak. Kamu yang gak tahan berisik bakal terganggu terus oleh keponakan-keponakan.

3. Membatasi akses media sosial

smartphone
ilustrasi smartphone (pexels.com/Magnus Mueller)

Dahulu media sosial tidak terlalu berisik. Unggahan yang muncul di berandamu hanya dari akun-akun yang memang diikuti olehmu. Artinya, unggahan mereka muncul di hadapanmu atas seizinmu. Akan tetapi, sekarang algoritma yang berkuasa.

Unggahan sembarang akun bermunculan di beranda media sosialmu. Makin kamu menggulir layar, makin random konten yang muncul. Dalam hitungan detik dirimu seperti dijejali berbagai isu yang diangkat oleh orang lain.

Belum lagi ketika kamu membaca komentar yang jumlahnya mencapai ribuan. Kian kontennya kontroversial kian ramai komentarnya. Dirimu tenggelam dalam keributan yang boleh jadi sama sekali gak relevan dengan hidupmu. Kurangi aksesmu ke medsos setiap hari. Ganti dengan kegiatan lain yang lebih bermakna.

4. Mendekatkan diri dengan alam

menikmati kesendirian
ilustrasi menikmati kesendirian (pexels.com/Uriel Mont)

Alam tidak pernah berisik. Suara alam justru sangat menenangkan. Seperti suara burung dan jangkrik yang bersahut-sahutan. Juga suara daun-daun digoyang angin. Keributan yang dibuat manusia tak sama dengan suara-suara alam tersebut.

Celoteh orang-orang di sekitarmu dapat membuatmu merasa terusik bahkan tersinggung. Ada orang yang suka menanyakan privasi. Ada pula orang yang doyan menghakimi. Sedang suara alam netral.

Itu yang menyebabkan berdekatan dengan alam akan membuatmu lebih tenang. Seribut apa pun di luar sana, ketika dirimu kembali ke alam seluruh kegaduhan seolah-olah tertinggal di belakang. Alam tak membuatmu terburu-buru. Dekat dengannya bikin hidup terasa melambat dan kamu dibuai nyanyiannya.

5. Menambah aktivitas individual tanpa menjadi antisosial

membaca
ilustrasi membaca (pexels.com/Nam Phong Bùi)

Jangan takut dengan kesendirian. Sendiri akan memberimu ketenangan yang gak diperoleh saat dirimu bersama banyak orang. Tentu tidak lantas kamu sama sekali tak beraktivitas bareng teman. Namun, menambah kegiatan individual perlu dilakukan.

Contohnya, membaca di rumah atau hunting foto alam. Dalam kesendirian bukan hanya ketenangan yang dirasakan. Ketajaman pikiran juga akan meningkat. Mudah sekali buatmu menangkap gagasan dalam bacaan serta merasakan apa yang terjadi di sekitarmu.

Nanti ada waktunya untukmu kembali berkegiatan bareng orang lain. Hanya saja, jika dulu kamu jarang sekali beraktivitas seorang diri dan merasa harus selalu ada kawan, sekarang frekuensi serta durasinya ditambah. Di akhir pekan misalnya, buatmu yang jomlo bisa di rumah saja atau jalan-jalan sendiri ke tempat yang gak terlalu ramai.

Dunia memang kadung ribut. Ada begitu banyak orang dan semuanya punya opini masing-masing tentang sesuatu. Untukmu merasakan ketenangan yang mendalam perlu sedikit usaha. Tenang bukan tanda kesepian. Ketenangan adalah rehat sekaligus pengisi energi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

[QUIZ] Jika Kamu Melihat Bentuk Awan, Bagaimana Perasaanmu saat Ini?

15 Feb 2026, 19:00 WIBLife