5 Novel Romansa tentang Bangsawan Inggris, Bikin Hati Berdebar

- Bridgerton – Julia Quinn: Romansa keluarga Bridgerton dengan dialog cerdas dan keseimbangan drama-humor.
- Lord of Scoundrels – Loretta Chase: Kisah Marquess of Dain yang bertemu Jessica Trent, cocok untuk penggemar konflik panas.
- The Day of the Duchess – Sarah MacLean: Cerita tentang penyesalan dan kesempatan kedua yang manusiawi.
Kisah cinta berlatar bangsawan Inggris selalu punya daya tarik tersendiri. Mulai dari pesta dansa yang penuh kode sosial, skandal yang dibicarakan diam-diam, hingga romansa terlarang yang harus berhadapan dengan status dan kehormatan keluarga. Semua elemen itu membuat genre ini terasa dramatis, elegan, sekaligus bikin baper.
Novel-novel romansa bangsawan juga sering menyelipkan konflik batin yang relatable, dari tekanan keluarga sampai trauma masa lalu. Di balik gaun mewah dan gelar kebangsawanan, tokoh-tokohnya tetap manusia biasa yang mendambakan cinta sejati. Kalau kamu suka cerita cinta yang emosional tapi tetap hangat, novel romansa tentang bangsawan Inggris berikut ini wajib masuk wishlist bacaanmu.
1. Bridgerton – Julia Quinn

Novel ini mengikuti kehidupan keluarga Bridgerton yang terdiri dari delapan bersaudara di era Regency Inggris. Setiap buku berfokus pada satu kisah cinta lengkap dengan pesta sosial, gosip kalangan elit, dan perjodohan yang penuh strategi. Julia Quinn menulis romansa dengan nada ringan, penuh dialog cerdas, dan karakter yang terasa hidup.
Daya tarik utama Bridgerton ada pada keseimbangan antara drama dan humor. Kisah cintanya memang penuh konflik, tapi tidak pernah terasa berat. Cocok untuk pembaca yang ingin menikmati romansa bangsawan tanpa harus tenggelam dalam bahasa yang terlalu kaku atau alur yang bertele-tele.
2. Lord of Scoundrels – Loretta Chase

Marquess of Dain dikenal sebagai bangsawan dengan reputasi buruk. Ia justru lebih nyaman berada di lingkungan yang dianggap tidak terhormat oleh masyarakat kelas atas. Dain tidak tertarik pada perempuan sopan dan kehidupan sosial yang penuh basa-basi. Sampai akhirnya ia bertemu Jessica Trent, yang datang dengan misi menyelamatkan kakaknya dari pengaruh buruk Dain.
Masalahnya, Jessica malah menemukan bahwa pria yang katanya berbahaya itu justru sangat memikat. Pertemuan mereka dipenuhi adu argumen, ketegangan, dan percikan emosi yang berubah jadi ketertarikan. Novel ini cocok untuk pembaca yang suka romansa bangsawan dengan konflik panas dan pasangan yang sama-sama keras kepala.
3. The Day of the Duchess – Sarah MacLean

Malcolm, Duke of Haven, hidup terpisah dari istrinya selama bertahun-tahun, sampai tekanan soal pewaris gelar memaksanya bertemu kembali dengan Seraphina. Alih-alih berdamai, Sera justru datang untuk meminta cerai dan merebut kembali kendali atas hidupnya. Situasi makin rumit ketika Malcolm meminta satu syarat yang terdengar kejam, Sera harus mencarikannya istri baru.
Menariknya, justru dalam proses pencarian itu, luka lama dan perasaan yang belum sembuh mulai terbuka. Sarah MacLean menulis kisah ini dengan penuh emosi, memperlihatkan bagaimana cinta yang rusak tidak selalu benar-benar mati. Novel ini adalah cerita tentang penyesalan dan kesempatan kedua yang terasa sangat manusiawi.
4. The Duchess War – Courtney Milan

Minerva Lane adalah sosok wallflower yang sengaja bersembunyi dari sorotan masyarakat demi menutupi masa lalu yang penuh skandal. Namun kehadiran Robert Blaisdell, Duke of Clermont, mengubah segalanya. Sang Duke tampak terlalu tertarik pada Minnie, seolah tahu rahasia yang ingin ia kubur selamanya.
Hubungan mereka berkembang melalui percakapan tajam dan perlahan-lahan mengungkap luka masing-masing. Novel ini tidak hanya romantis, tapi juga cerdas secara emosional. Courtney Milan berhasil menampilkan kisah cinta yang lembut, penuh empati, dan sangat menghargai kekuatan karakter perempuannya.
5. Waking Up with the Duke – Lorraine Heath

Ransom Seymour, Duke of Ainsley, terjebak dalam dilema moral yang hampir mustahil. Demi menolong sahabatnya yang sekarat, ia diminta untuk melakukan hal yang bertentangan dengan prinsip dan perasaannya sendiri, yakni menghamili istri sahabatnya. Situasi ini menciptakan konflik batin yang intens sejak halaman pertama.
Lorraine Heath menulis kisah ini dengan nada dewasa dan emosional, memperlihatkan bagaimana cinta bisa tumbuh di situasi yang salah dan penuh rasa bersalah. Ini bukan romansa ringan, tapi justru itulah kekuatannya. Novel ini cocok untuk pembaca yang suka drama romantis dengan konflik moral yang dalam.
Novel romansa tentang bangsawan Inggris selalu berhasil membawa pembaca masuk ke dunia yang penuh aturan sosial dan rahasia tersembunyi. Kalau harus memilih satu saja untuk dibaca akhir pekan ini, kisah cinta bangsawan mana yang paling bikin kamu penasaran?


















