Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Alasan saat Kamu Capek Berhenti Sebentar Gak Salah, Awas Ambruk

lelah
ilustrasi lelah (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Intinya sih...
  • Lelah adalah sinyal tubuh yang harus diperhatikan sebelum jatuh sakit
  • Toh, kamu capek karena sudah melakukan hal-hal produktif
  • Hidup bukan balapan, berhenti sebentar gak membuatmu ketinggalan apa pun
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Apa yang dilakukan olehmu saat mulai merasa lelah? Sebagian orang tanpa berpikir panjang akan lekas mengistirahatkan diri. Bisa dengan duduk tanpa melakukan apa-apa, berbaring walau gak bisa tidur, makan kudapan dan minum teh dulu, atau tidur barang 30 menit sampai 1 jam.

Namun, ada pula beberapa orang yang kesulitan mengambil waktu buat istirahat. Bukan karena waktunya benar-benar tidak tersedia. Akan tetapi, muncul rasa bersalah hingga perasaan gak berguna apabila mereka berhenti sebentar saja dari kesibukan apa pun.

Apakah kamu juga merasakannya? Tubuh sudah lelah sekali dan pikiran gak bisa fokus pun, kamu tetap memaksakan diri untuk terus bekerja. Dirimu berhenti saat telah capek bukanlah kesalahan apalagi tanda kemalasan. Baca ya, biar habis ini kamu bisa beristirahat.

1. Lelah adalah sinyal tubuh yang harus diperhatikan sebelum jatuh sakit

lelah
ilustrasi lelah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Tubuh manusia bekerja dengan sistem peringatan dini yang luar biasa canggih. Kamu tidak tiba-tiba saja sakit. Beda dengan ketika kakimu dapat mendadak tersandung sesuatu lalu dirimu terjatuh dengan keras.

Badan akan secara alami kasih sinyal supaya kamu tahu waktunya beristirahat. Melalui rasa capek, tubuh sebenarnya sudah memintamu buat berhenti dulu dari segala aktivitas. Terutama kegiatan yang menyebabkan kelelahan tersebut.

Tinggal kamu mau mendengarkan dan mengikuti sinyal tersebut atau justru mengabaikannya. Apabila rasa capek terus coba diabaikan, kondisi kesehatanmu niscaya bakal terganggu. Padahal seandainya alarm tubuh diperhatikan, kamu malah bisa terhindar dari jatuh sakit.

2. Toh, kamu capek karena sudah melakukan hal-hal produktif

kelelahan
ilustrasi kelelahan (pexels.com/RDNE Stock project)

Kamu mungkin ketakutan kalau-kalau berisitrahat sejenak membuatmu tidak produktif. Rasa khawatir ini perlu dicek dengan cermat. Boleh jadi dirimu justru telah sangat produktif sejak tadi bahkan kemarin-kemarin sehingga sekarang kecapekan.

Hidup yang produktif jangan disalahartikan sebagai kamu mesti bekerja terus. Juga bukan tidur sesedikit mungkin setiap harinya. Semua aktivitas mesti ada porsi yang pas. Tidak terlalu banyak, tapi juga gak terlampau sedikit.

Bila dari tadi dirimu telah sibuk melakukan ini itu, ambillah waktu buat beristirahat. Itu hak untuk tubuhmu. Sementara kamu sebagai pengambil keputusan wajib memenuhi hak badan. Jangan dirimu cuma mendesak tubuh agar mau diajak bekerja tanpa henti.

3. Hidup bukan balapan, berhenti sebentar gak membuatmu ketinggalan apa pun

lelah
ilustrasi lelah (pexels.com/Vitaly Gariev)

Untuk sekadar kamu beristirahat gak usah sibuk menengok ke kanan dan kiri dulu. Ukuran waktu yang tepat buatmu beristirahat tidak bisa disamakan dengan orang lain. Kamu yang sudah sibuk sejak pagi pasti telah lelah begitu sore tiba apalagi setelah hari gelap.

Sedang orang yang baru memulai aktivitasnya lebih siang dapat tahan hingga larut malam. Jika kamu tidur duluan daripada dia, apakah artinya dirimu pemalas? Tentu tidak begitu.

Jangan waktu tidurnya yang menjadi acuan buat menyebut diri sendiri pemalas. Nanti kamu takut sekali hendak beristirahat. Seolah-olah itu bakal membuatmu tertinggal dari orang-orang yang masih melek.

Fokus pada apa saja yang telah dikerjakan sebelumnya sehingga kamu berhak berhenti dulu. Gak ada yang akan meninggalkan atau ditinggalkan karena ini bukan ajang balapan. Hidup dalam keteraturan kapan bekerja dan kapan istirahat malah bikin perjalananmu menggapai sukses lebih mudah.

4. Berhenti sejenak akan memulihkan energi dan fokus

kelelahan
ilustrasi kelelahan (pexels.com/RDNE Stock project)

Kamu sudah capek, tapi masih ingin terus bekerja. Persoalannya, bagaimana dengan energi dan fokusmu? Keduanya gak bisa dimungkiri pasti sudah sangat tipis. Cuma keinginanmu buat tetap beraktivitas yang gede.

Sementara energi yang terkuras membuatmu otomatis melambat dalam melakukan apa pun. Belum lagi konsentrasi yang rendah malah bikin kamu lebih banyak melakukan kesalahan dan lupa. Akibatnya, banyak pekerjaan mesti diulang.

Penggunaan waktu menjadi sangat tidak efisien. Tidak beristirahat yang dikira bakal membuatmu lebih produktif ternyata cuma buang-buang waktu. Sebaliknya jika dirimu berhenti sebentar nanti kembali bekerja lagi dengan energi serta fokus penuh. Pekerjaan cepat selesai serta pengerjaannya tepat.

5. Hidup sesuai kebutuhan gak cuma berlaku dalam hal keuangan

lelah
ilustrasi lelah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kamu barangkali sudah sering membaca atau menyaksikan konten keuangan. Salah satu nasihat supaya keuanganmu gak boncos adalah hidup mengutamakan pemenuhan kebutuhan, bukan keinginan. Soal hidup sesuai kebutuhan ini tidak hanya berlaku dalam hal finansial.

Dirimu mengatur kesibukan juga mesti mempertimbangkan kebutuhan tubuh. Contoh, jika kamu lapar berarti kebutuhanmu ialah makan dan bukan tidur. Kecuali, dirimu sedang berpuasa. Bila dirimu haus, obatnya minum dan bukan berlari di siang bolong.

Soal istirahat pun sama. Tubuh yang lelah menandakan kebutuhanmu hanyalah berhenti sebentar. Jangan justru dirimu kasih hal lain yang gak relevan atau membuatmu tambah capek. Kalau kebutuhan badan terpenuhi pasti rasanya nyaman dan gak timbul berbagai masalah kesehatan. Apalagi kecelakaan karena hilangnya fokus.

Berhenti barang sebentar saat kamu sudah merasa capek adalah tindakan yang tepat. Hindari memaksakan kondisi seakan-akan tidak ada waktu lain buatmu melakukan sesuatu. Penundaan tidak buruk asalkan alasannya bukan sekadar malas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Kesalahan Pasangan yang Gak Bisa Ditoleransi, Jangan Dianggap Sepele

15 Feb 2026, 18:15 WIBLife