“Kekhawatiran sosial itu umum. Kadang kerumunan besar menimbulkan kecemasan, kadang juga pertemuan intim. Normal untuk merasa sedikit cemas tentang bagaimana orang lain menilai kita, sampai batas tertentu,” Hillary Ammon, PsyD, psikolog klinis, dikutip dari SELF.
5 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Social Anxiety Tiba-tiba Memuncak

- Artikel membahas cara menghadapi social anxiety yang bisa muncul tiba-tiba dan mengganggu kenyamanan saat berinteraksi di situasi sosial.
- Dijelaskan lima langkah praktis seperti tetap berada di situasi sosial, berbicara dengan orang lain, hingga mengambil waktu untuk menenangkan diri.
- Fokus utama adalah melatih pikiran agar lebih realistis, menerima hal yang tak bisa dikontrol, dan membangun kepercayaan diri dalam interaksi sosial.
Social anxiety atau kecemasan sosial bisa muncul secara tiba-tiba, bahkan saat kamu hanya ingin bersenang-senang di acara santai. Perasaan cemas ini wajar, tapi sering membuat tubuh tegang dan pikiran penuh kekhawatiran. Banyak orang akhirnya memilih untuk menjauh atau menghindari interaksi sosial demi mengurangi rasa tidak nyaman.
Kecemasan sosial tidak selalu berarti ada masalah besar, tapi bisa mengganggu momen penting dan hubungan dengan orang lain. Untungnya, ada beberapa cara sederhana namun ampuh untuk tetap tenang dan mengontrol perasaan saat social anxiety muncul. Kira-kira apa saja yang bisa kamu lakukan saat kecemasan tiba-tiba memuncak? Yuk, langsung cek!
1. Tetap di situasi sosial meski ingin pergi

Saat social anxiety muncul, refleks pertama biasanya pengin kabur atau menghindar. Tapi kalau kamu tetap tinggal sebentar di situ, otak akan belajar kalau momen sosial ini sebenarnya aman. Lama-lama, rasa cemas pun mulai berkurang.
Dengan tetap berada di tengah keramaian, kamu melatih toleransi terhadap ketidaknyamanan. Perlahan, rasa cemas akan terasa lebih ringan. Rutin melakukan ini bisa membantu mengurangi rasa takut menghadapi situasi sosial di masa depan.
2. Mulai berbicara dengan seseorang

Daripada terjebak dalam pikiran sendiri, coba ajak bicara orang di sekitar. Interaksi sederhana bisa memecah lingkaran kecemasan dan mengalihkan fokus dari rasa takut ditolak.
“Menemukan seseorang dan berinteraksi dengan mereka bisa membantu kamu keluar dari pikiran sendiri,” kata Aaron P. Brinen, PsyD, asisten profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Vanderbilt University Medical Center, dikutip dari SELF.
Berbicara ringan dengan orang lain juga membangun rasa percaya diri. Bahkan, percakapan singkat bisa membuat suasana hati lebih tenang. Setelah itu, menghadapi interaksi sosial berikutnya akan terasa lebih mudah.
3. Ambil waktu untuk reset diri

Jika rasa cemas terlalu kuat, jangan ragu mengambil jeda sejenak. Kamu bisa keluar sebentar atau pergi ke kamar mandi untuk menenangkan diri. Hillary Ammon menyarankan agar memanfaatkan suhu udara dingin atau air dingin. Saat menjauh, periksa pikiran kamu dan apa yang kamu takutkan saat itu.
Saat jeda, tarik napas perlahan dan fokus pada tubuh. Teknik ini membantu menurunkan respons fight or flight yang muncul saat cemas. Setelah merasa lebih tenang, kembali ke situasi sosial jadi lebih nyaman dan percaya diri.
4. Ganti pikiran negatif dengan positif

Pikiran negatif sering memperburuk kecemasan sosial. Cobalah mengenali pola pikir itu dan ubah dengan yang lebih realistis. Misalnya, daripada berpikir, “Semua orang menilai saya”, ubah menjadi “Kebanyakan orang terlalu fokus pada diri mereka sendiri untuk memperhatikan saya”.
Ini disebut restrukturisasi kognitif. Dengan latihan rutin, otak mulai terbiasa menilai situasi sosial lebih objektif. Akhirnya, kecemasan yang muncul bisa lebih terkendali dan tidak mengganggu interaksi sosial.
5. Ingat apa yang bisa dan tidak bisa dikontrol

Dalam situasi sosial, sulit untuk tahu apakah orang menilai kamu. Fokus pada hal yang bisa dikontrol saja, seperti sikap dan respons kamu.
"Penting untuk diingat bahwa tidak ada yang memikirkan kita sebanyak kita memikirkan diri kita sendiri," kata Thea Gallagher, PsyD, profesor asosiasi psikologi klinis di NYU Langone Health, dikutip dari SELF .
Terima bahwa beberapa hal berada di luar kendali. Saat menerima ketidakpastian, kita lebih mudah rileks. Dengan begitu, kembali menghadapi situasi sosial akan lebih nyaman dan percaya diri.
Social anxiety memang wajar, tapi bukan berarti kamu harus menghindari situasi sosial terus-menerus. Dengan latihan dan strategi sederhana ini, kamu bisa menghadapi keramaian jadi lebih tenang dan percaya diri.


















