"Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh,” (HR. Muslim).
Dalil Puasa Syawal, Simak Keutamaannya!

- Puasa Syawal adalah amalan sunah enam hari setelah Idul Fitri yang dianjurkan bagi umat Muslim sebagai bentuk ibadah tambahan setelah Ramadan.
- Hadis Rasulullah SAW menjelaskan bahwa siapa pun yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkan enam hari di bulan Syawal akan mendapat pahala seperti berpuasa setahun penuh.
- Keutamaan puasa Syawal antara lain sebagai tanda syukur kepada Allah, penyempurna kekurangan ibadah wajib, serta peluang besar untuk mendapatkan ampunan dan keberkahan.
Puasa Syawal menjadi salah satu amalan sunah yang dianjurkan setelah merayakan Idul Fitri. Ibadah ini dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal dan memiliki keutamaan besar bagi umat Muslim yang menjalankannya dengan ikhlas.
Dalil mengenai puasa Syawal disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa orang yang berpuasa Ramadan, kemudian melanjutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, akan mendapatkan pahala seperti berpuasa sepanjang tahun.
1. Puasa 6 hari selama bulan Syawal

Umat Muslim dianjurkan untuk berpuasa selama 6 hari di bulan Syawal. Sebagaimana yang diriwayatkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari sahabat Abu Ayyub Al Anshoriy, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
2. Puasa Syawal seperti puasa setahun penuh

Umat Muslim yang melakukan puasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan berpuasa 6 hari selama Bulan Syawal, maka akan mendapatkan puasa seperti setahun penuh.
“Barang siapa berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. [Barang siapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal],” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil)
3. Keutamaan Puasa Syawal

Ada beberapa keutamaan dalam berpuasa di bulan Syawal, sebagaimana yang dilansir situs NU Lampung. Pertama adalah sebagai tanda syukur kepada Allah,
"Siapa saja yang berpuasa Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni.” [dalam riwayat lain]: Siapa saja yang menghidupkan malam hari bulan Ramadhan dengan dasar iman, dan berharap pahala dan ridha Allah, maka dosanya yang lalu akan diampuni," (HR Bukhari dan Muslim).
Selain itu, puasa Syawal juga merupakan penyempurna puasa Ramadan.
"Amalan seorang hamba yang dihisab pertama kali di hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka sungguh dia beruntung dan selamat. Jika shalatnya buruk, maka sungguh dia celaka dan rugi. Jika ada kekurangan pada shalat wajibnya, Allah Ta’ala berfirman, ‘Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah yang dapat menyempurnakan kekurangan ibadah wajibnya?’ Kemudian yang demikian berlaku pada seluruh amal wajibnya," (HR at-Tirmidzi).
Itu dia beberapa dalil mengenai puasa Syawal. Semoga kita semua bisa menjalankan puasa Syawal dan mendapatkan berkah dari Allah SWT.