Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-turut? Simak Penjelasannya!

Apakah Puasa Syawal Harus Berturut-turut? Simak Penjelasannya!
ilustrasi niat puasa Syawal (pexels.com/Gül Işık)
Intinya Sih
  • Puasa Syawal adalah ibadah sunah enam hari setelah Idul Fitri yang pahalanya setara dengan berpuasa setahun penuh.
  • Menurut fatwa ulama, puasa Syawal tidak wajib dilakukan berturut-turut; boleh dipisah asalkan masih dalam bulan Syawal.
  • Umat Muslim dianjurkan menunaikan utang puasa Ramadan terlebih dahulu sebelum menjalankan puasa Syawal dan dapat memulai sejak 2 Syawal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Setelah merayakan Idul Fitri, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkan amalan dengan menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal atau yang dikenal sebagai puasa Syawal. Ibadah sunah ini memiliki keutamaan besar karena disebut dapat memberikan pahala seperti berpuasa selama setahun penuh.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya mengenai tata cara pelaksanaannya. Salah satunya apakah puasa Syawal harus dilakukan secara berturut-turut atau boleh diselang-seling. Lantas, bagaimana sebenarnya ketentuan menjalankan puasa Syawal menurut ajaran Islam? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Kapan puasa Syawal 2026?

ilustrasi menunaikan puasa syawal
ilustrasi menunaikan puasa syawal (pexels.com/Thirdman)

Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia 2026 yang dirilis oleh Kemenag RI, periode pelaksanaan puasa enam hari di bulan Syawal diperkirakan berlangsung mulai 22 Maret hingga 18 April 2026. Dalam rentang waktu tersebut, umat Muslim dianjurkan menjalankan puasa sunnah selama enam hari setelah merayakan Idul Fitri.

Banyak ulama juga menganjurkan untuk memulai puasa ini setelah Lebaran, misalnya pada 2 Syawal atau memilih hari Senin dan Kamis untuk sekaligus menjalankan puasa sunah lainnya. Namun jika masih memiliki utang puasa Ramadan, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal.

2. Apakah menjalankan puasa Syawal harus berturut-turut?

Puasa syawal
Puasa syawal (Pixabay.com/Mohamed_Hassan)

Dalam salah satu fatwanya, dilansir situs resmi NU Online, ulama bernama Sayyid Abdullah al-Hadrami menjelaskan, bahwa puasa enam hari di bulan Syawal tidak harus dilakukan secara berturut-turut. Seseorang tetap bisa mendapatkan keutamaan puasa Syawal meskipun melaksanakannya secara terpisah, selama seluruh puasa tersebut masih dilakukan dalam bulan Syawal.

Penjelasan ini tertulis dalam kitab Al-Wajiz fi Ahkamis Shiyam wa Ma’ahu Fatawa Ramadhan, yang menyebutkan bahwa cukup bagi seorang Muslim berpuasa enam hari di bulan Syawal, meskipun tidak dilakukan secara berurutan. Artinya, puasa Syawal dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara berturut-turut.

Misalnya, dari 2 hingga 7 Syawal atau dilakukan secara terpisah di beberapa hari yang berbeda. Meski demikian, sebagian ulama seperti Abu Al-Husain Yahya bin Abil Khair Al-Umrani dalam kitab Al-Bayan fi Mazhabil Imam Asy-Syafi’i menyebut, bahwa yang lebih dianjurkan adalah melaksanakannya secara berurutan. Namun jika tidak memungkinkan, menjalankannya secara terpisah tetap diperbolehkan dan tetap mendapatkan kesunahan puasa Syawal.

3. Niat puasa Syawal

ilustrasi niat puasa Syawal
ilustrasi niat puasa Syawal (pexels.com/ Anna Tarazevich)

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ

Artinya: “Aku berniat puasa sunah Syawal esok hari karena Allah.”

Intinya, puasa Syawal boleh tidak dikerjakan secara berturut-turut apabila tidak memungkinkan. Semoga bermanfaat, ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us