Puasa Tarwiyah dan Arafah memiliki keutamaan yang sangat besar. Hal tersebut menjadikan puasa ini akhirnya digolongkan menjadi puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh para ulama.
Dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim).
Dari hadis tersebut, disebutkan bahwa menjalankan puasa Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang lalu dan yang akan datang. Jadi, jika tidak berhalangan, kamu bisa menjalankan puasa ini, ya.
Demikian doa berbuka puasa Idul Adha beserta dengan niatnya. Semoga niat baik kamu untuk menjalankan puasa sunnah ini mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Amin.
Apakah diperbolehkan melakukan ibadah puasa pada hari raya Idul Adha? | Tidak boleh. Hukum berpuasa pada hari raya Idul Adha (10 Zulhijah) serta tiga hari Tasyrik berikutnya (11, 12, 13 Zulhijah) adalah haram mutlak menurut ijmak ulama. |
Puasa sunnah apa saja yang dianjurkan untuk dikerjakan menjelang Idul Adha? | Puasa sunnah yang sangat dianjurkan adalah puasa sembilan hari pertama bulan Zulhijah, dengan puncaknya pada Puasa Tarwiyah (8 Zulhijah) dan Puasa Arafah (9 Zulhijah) sebelum hari raya. |
Bagaimana lafal bacaan doa berbuka puasa sunnah menjelang Idul Adha yang sesuai tuntunan? | Lafal doa berbuka yang dibaca sama seperti puasa pada umumnya, yaitu: "Dzahabadz-dzama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insya Allah" (Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan semoga pahala telah ditetapkan, insya Allah). |
Kapan waktu terbaik dan paling afdal untuk membaca doa berbuka puasa tersebut? | Doa berbuka puasa paling afdal dibaca sesaat setelah membatalkan puasa (setelah meminum air atau memakan kurma saat azan magrib berkumandang), bukan dibaca sebelum mencicipi makanan. |