Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

THE FULL HOUSE: Ketika Sebuah Rumah Menjelma Menjadi Koleksi Mode

THE FULL HOUSE: Ketika Sebuah Rumah Menjelma Menjadi Koleksi Mode
Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion. 9 Juli 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)
Intinya Sih
  • ARTKEA meluncurkan koleksi 'THE FULL HOUSE' di Jakarta, menampilkan empat lini—LACE, COLOURS, STRIPES, dan BLOOM—sebagai simbol rumah yang dibangun dari keberagaman dan karakter unik.
  • Setiap lini menghadirkan identitas berbeda: LACE romantis dan lembut, COLOURS elegan nan tenang, STRIPES dinamis berjiwa urban-maritim, serta BLOOM ekspresif dengan nuansa floral penuh energi.
  • Koleksi ini menegaskan pesan bahwa keindahan lahir dari perbedaan; ARTKEA merayakan keberagaman sebagai fondasi keutuhan, menjadikan runway metafora rumah tempat semua karakter diterima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Ada rumah yang dibangun dari bata dan semen. Ada pula rumah yang lahir dari gagasan, kenangan, dan karakter-karakter yang saling menghidupi. Di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (9/7/2026), ARTKEA menghadirkan rumah semacam itu melalui koleksi terbarunya, "THE FULL HOUSE", sebuah perayaan tentang keberagaman yang tidak berusaha menyeragamkan, melainkan merangkul perbedaan sebagai fondasi keutuhan.

Seperti cahaya yang menyelinap dari jendela di pagi hari, koleksi ini mengalir melalui empat lini berbeda; LACE, COLOURS, STRIPES, dan BLOOM, yang masing-masing membawa kisah, suasana, dan kepribadiannya sendiri. Namun pada akhirnya, semuanya bertemu di satu alamat yang sama, yakni rumah bernama ARTKEA.

Setiap koleksinya bahkan seolah menyeru, bila ada sesuatu yang selalu terasa istimewa dari sebuah rumah yang hidup. Bukan hanya karena ruang-ruang yang membentuknya, melainkan karena jiwa yang mengalir di setiap sudutnya.

1. LACE: Romantisme yang belajar menari dengan cahaya

Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion
Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion. 9 Juli 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Di antara seluruh ruang dalam rumah besar ARTKEA, LACE terasa seperti kamar yang dipenuhi cahaya senja. Ruang tempat kenangan lama dan mimpi-mimpi baru duduk berdampingan tanpa saling mengusik. Renda-renda yang biasanya identik dengan kelembutan diolah menjadi bahasa visual yang lebih berani, lebih hidup, namun tetap menyimpan kelembutan sebagai akar utamanya.

Detail floral dimensional, permainan tekstur tiga dimensi, serta lapisan geometris menciptakan lanskap yang seolah bergerak ketika dikenakan. Putih, biru tua, dan peach lembut hadir seperti warna langit yang berubah perlahan menjelang malam. Tidak ada yang terburu-buru, tidak ada yang berteriak meminta perhatian. Semua hadir dengan kepercayaan diri yang tenang.

Yang menarik, ARTKEA juga mengajak lace keluar dari wilayah yang selama ini dianggap familier. Pada koleksi pria, material tersebut diterjemahkan menjadi elemen yang necis, modern, dan berdimensi. Seolah mengingatkan bahwa keindahan tidak pernah mengenal batas gender, ia hanya membutuhkan cara baru untuk diceritakan.

LACE juga menjadi bukti, bahwa romantisme tidak selalu berarti rapuh. Ia bisa tampil playful, cerdas, dan memiliki suara yang cukup lantang untuk didengar tanpa harus meninggikan nada.

2. COLOURS: Kemewahan yang tidak perlu berteriak

Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion
Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion. 9 Juli 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Jika LACE adalah ruang penuh cahaya sore, maka COLOURS adalah ruang kerja dengan jendela besar yang menghadap cakrawala kota. Tempat seseorang menata ambisi, menyusun mimpi, dan tetap menemukan ruang untuk menjadi dirinya sendiri.

Lini ini berbicara tentang perempuan profesional yang memahami bahwa kekuatan tidak selalu harus tampak keras. Kemewahan yang ditawarkan ARTKEA hadir dalam bentuk yang lebih subtil, seperti jaket bervolume, rok denim berlipit yang tak lekang waktu, blus putih bernuansa bohemian, hingga siluet-siluet yang mudah beradaptasi dengan ritme kehidupan modern.

Di balik kesederhanaannya, terdapat ketelitian yang nyaris tak terlihat. Teknik tailoring menjadi fondasi yang menopang setiap rancangan, memastikan proporsi dan konstruksi berjalan selaras seperti orkestra yang memainkan nada-nada paling lembut.

"COLOURS menawarkan kemewahan yang tenang, kemewahan yang tidak perlu berteriak," ujar Atya Sardadi, salah satu pemilik brand ARTKEA.

Pada koleksi pria, pendekatan practicality dan versatility menjadi pusat perhatian. Palet warna solid menciptakan kesan berwibawa, sementara eksplorasi siluet dan layering membuka kemungkinan baru dalam berpakaian. Seperti seseorang yang tidak perlu banyak bicara untuk menunjukkan kualitas dirinya, COLOURS menemukan pesonanya dalam ketenangan.

3. STRIPES: Menangkap ombak, menyimpan kota

Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion
Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion. 9 Juli 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Ada saat ketika laut dan kota tampak seperti dua dunia yang bertolak belakang. Namun di tangan ARTKEA, keduanya justru bertemu dan saling melengkapi.

STRIPES menghadirkan semangat perjalanan yang dibawa angin laut sekaligus dinamika kehidupan urban yang tak pernah berhenti bergerak. Motif garis dan pola grid menjadi kompas visual yang mengarahkan seluruh koleksi, menciptakan identitas yang kuat tanpa kehilangan fleksibilitas.

Fringe yang bergerak di tepian busana menyerupai jejak ombak yang menyentuh pantai lalu perlahan menghilang. Rok handkerchief yang berayun mengikuti langkah pemakainya menciptakan ilusi gerak yang begitu alami, seolah kain dan tubuh sedang berdialog dalam bahasa yang hanya mereka pahami.

Palet putih, hitam, dan berbagai spektrum biru memperkuat nuansa maritim yang menjadi jiwa koleksi ini. Namun STRIPES tidak berhenti pada romantisme laut, ia membawa semangat itu masuk ke tengah kota, menjadikannya lebih relevan dan kontemporer.

Pada lini pria, eksplorasi motif garis menghasilkan interpretasi baru yang lebih halus dan puitis. Kemeja bergaya Guayabera yang pernah menjadi simbol era hippies diterjemahkan ulang dengan sentuhan lace dan motif abstrak. Hasilnya bukan nostalgia, melainkan sebuah percakapan antara masa lalu dan masa depan.

4. BLOOM: Taman yang tidak pernah kehilangan musim semi

Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion
Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion. 9 Juli 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

BLOOM adalah ruang paling ekspresif dalam rumah bernama THE FULL HOUSE. Ia seperti taman yang terus berbunga, bahkan ketika musim berganti.

Inspirasi pesta kebun tahun 1950-an hadir dalam bentuk yang segar dan jauh dari kesan kostum. Motif floral menjadi pusat cerita, berkembang menjadi berbagai interpretasi yang feminin, elegan, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Warna plum, sentuhan pink cerah, serta nuansa biru metalik hadir seperti rangkaian bunga yang sedang mencapai puncak mekarnya. Jaket berstruktur, coat dramatis, hingga evening gown dengan volume yang memikat menunjukkan bagaimana kelembutan dapat berjalan berdampingan dengan kekuatan.

Yang membuat BLOOM menarik bukan hanya karena tampilannya yang indah, melainkan karena pesan yang dibawanya. Bahwa berkembang bukanlah proses yang harus tergesa-gesa, bahwa setiap orang memiliki musim mekar masing-masing.

"BLOOM menjadi simbol untuk merayakan keindahan, kekuatan, dan pesona dalam rasa romantisme," imbuh Atya.

Pada lini pria, semangat tersebut diterjemahkan ke dalam jaket, scarf, outerwear, dan t-shirt yang lebih maskulin. Motif floral tidak lagi sekadar ornamen, melainkan medium untuk menghadirkan karakter yang lebih fun, segar, dan percaya diri.

5. THE FULL HOUSE juga menjadi makna dari sebuah rumah yang dibangun oleh perbedaan

Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion
Koleksi ARTKEA di Mulia in Fashion. 9 Juli 2026. (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto)

Di balik setiap koleksi yang berjalan di atas runway malam itu, terdapat gagasan yang lebih besar daripada sekadar mode. THE FULL HOUSE sesungguhnya berbicara tentang kehidupan itu sendiri.

Seperti sebuah rumah yang dihuni oleh banyak karakter, setiap lini dalam koleksi ini memiliki perannya masing-masing. LACE menghadirkan kelembutan, COLOURS membawa ketenangan, STRIPES menawarkan dinamika, sementara BLOOM merayakan ekspresi. Tidak ada yang lebih penting dari yang lain. Justru karena berbeda, semuanya menjadi utuh.

Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah dunia yang sering kali menuntut keseragaman. ARTKEA memilih arah yang berbeda, yakni merayakan keberagaman sebagai sumber kekuatan. Seperti keluarga yang terdiri dari banyak pribadi dengan cerita masing-masing, keindahan muncul ketika setiap karakter diberi ruang untuk tumbuh.

Malam itu, runway bukan hanya panggung mode. Ia berubah menjadi metafora sebuah rumah besar tempat semua orang diterima, dipahami, dan dirayakan. Mungkin, itulah makna terdalam dari THE FULL HOUSE. Rumah yang sesungguhnya bukanlah tempat yang terlihat sempurna, melainkan tempat di mana setiap perbedaan menemukan alasannya untuk tetap tinggal.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More