Mengevaluasi kinerja diri sendiri di tempat kerja gak selalu mudah, terutama ketika penilaian tersebut berkaitan dengan pencapaian target, kualitas pekerjaan, atau hubungan dengan rekan kerja. Terkadang, seseorang merasa sudah bekerja maksimal, tetapi hasilnya belum tentu sesuai dengan harapan atasan maupun tim. Di sinilah umpan balik berperan penting untuk membantu melihat kinerja dari sudut pandang yang lebih luas dan realistis.
Meski begitu, meminta pendapat orang lain juga membutuhkan etika agar masukan yang diperoleh benar-benar relevan dan gak sekadar berisi pujian atau kritik tanpa dasar yang jelas. Cara mengajukan pertanyaan, memilih waktu, hingga menyikapi pendapat yang berbeda dapat memengaruhi kualitas evaluasi yang dilakukan. Yuk, pahami lima etika meminta umpan balik berikut agar proses evaluasi kinerja menjadi lebih objektif dan membantu perkembangan karier!
