Comscore Tracker

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM Darurat

#IDNTimesLife Ibadah di rumah dulu untuk zona merah

Dalam suasana pandemik COVID-19, pelaksanaan sholat Id pada Hari Raya Idul Adha 2021 mengalami penyesuaian. Pasalnya, masih ada masyarakat yang ada di zona merah dan memiliki risiko tinggi terkena virus corona. 

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan panduan khusus agar umat muslim bisa beribadah di rumah tetap sesuai kaidah hukum agama. Berikut niat dan tata cara sholat Idul Adha di rumah selama PPKM Darurat.

1. Hukum Sholat Idul Adha di Rumah

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM DaruratIlustrasi Salat (IDN Times/Besse Fadhilah)

Hukum pelaksanaan sholat Idul Adha adalah sunah muakkadah. Artinya, pelaksanaan sholat Id merupakan sunah yang kuat dan sangat dianjurkan.

Dengan adanya pengecualian karena situasi PPKM Darurat, Menteri Agama RI mengeluarkan SE Nomor 17 Tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, sholat Idul Adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. 

Hal ini dimaksudkan sebagai upaya mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19 yang mengalami peningkatan dengan munculnya varian baru yang lebih berbahaya dan menular, serta untuk memberi rasa aman pada masyarakat dalam penyelenggaraan Idul Adha 1442 H.

2. Tidak ada malam takbiran dan semua kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM Daruratilustrasi orang baca Al-Qur'an (pexels.com/RODNAE Productions)

Dikutip dari Kementerian Agama RI, pada SE Nomor 17 2021 disebutkan bahwa tidak ada malam takbiran dan sholat Hari Raya Idul Adha di tempat ibadah. Penyelenggaraan Malam Takbiran di masjid/musala, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan sholat Hari Raya Idul Iadha 1442 H/2021 M di masjid/musala yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya, ditiadakan di seluruh kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4 yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Selain itu, pada saat pemberlakuan PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadah (masjid, musala, gereja, pura, wihara dan klenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan, ditiadakan sementara dan kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing. 

3. Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha Menurut MUI

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM DaruratPresiden Joko Widodo, Ibu Negara Iriana Jokowi, dan putra bungsu mereka, Kaesang Pangarep Shalat Idul Adha 1441 Hijriah di halaman depan Wisma Bayurini, kompleks Istana Kepresidenan Bogor pada Jumat pagi (31/7/2020). (ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden)

Berikut panduan kaifiat (cara khusus) sholat Idul Adha berjemaah :

1. Sebelum pelaksanaan sholat, umat disunahkan memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

2. sholat dimulai dengan menyeru "ash-shalaata jaami'ah", tanpa azan dan iqamah.

3. Mulai dengan niat sholat Idul Adha, yang mana dapat dilafalkan sebagai berikut:                                                                                                                                                                                                                                   أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًاإِمَامًا) لِلهِ تَعَــــــــالَى

Latin : "Ushallii Sunnatal lidil Adha Rok'ataini (makmuman/imaaman) Lillaahi ta'alaa".

Artinya: Aku berniat sholat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala.

4. Membaca takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan. 

5. Membaca doa iftitah.

6. Membaca takbir sebanyak tujuh kali (diluar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca :

                                                                         سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Latin : "Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar".

7. Membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat pendek dari Al-Qur'an.

8. Rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan selanjutnya sampai berdiri lagi seperti sholat biasa.

9. Pada rakaat kedua sebelum membaca Al-Fatihah, disunahkan takbir sebanyak lima kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunahkan membaca: 

                                                                       سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Latin : "Subhaanallaah walhamdulillaah walaailaahaillaah wallaahuakbar".

10. Membaca surat Al-Fatihah, kemudian membaca surat pendek dari Al-Qur'an.

11. Rukuk, sujud, dan seterusnya sampai salam.

12. Setelah salam, disunahkan mendengarkan khotbah Idul Adha.

4. Panduan Kaifiat Khotbah Idul Adha

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM DaruratJemaah Shalat Idul Adha 1440 Hijriah/2020 di Masjid Agung Al Azhar terapkan jaga jarak antar jemaah, Jumat (31/7/2020). ANTARA/Laily Rahmawaty

Berikut adalah kaifiat khotbah pada sholat Idul Adha:

  1. Khotbah Id hukumnya sunah, yang merupakan kesempurnaan sholat Idul Adha. 
  2. Khotbah Id dilaksanakan dengan dua khotbah, dilakukan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
  3. Khotbah pertama dilakukan dengan cara seperti berikut:

a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca Alhamdulillah.
c. Membaca selawat Nabi SAW, antara lain dengan bacaan اللهم صل على سيدنا محمد
d. Berwasiat tentang takwa.
e. Membaca ayat Al-Qur'an.

      4. Khotbah kedua dilakukan dengan cara seperti berikut: 

a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca Alhamdulillah.
c. Membaca selawat Nabi SAW, antara lain dengan bacaan اللهم صل على سيدنا محمد
d. Berwasiat tentang takwa.
e. Membaca ayat Al-Qur'an.

Baca Juga: MUI : Salat Idul Adha Berjamaah di Zona Merah Tidak Diperkenankan

5. Panduan Tata Cara Sholat Idul Adha di Rumah

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM DaruratIlustrasi salat (IDN Times/Aditya Pratama)

sholatIdul Adha yang dilakukan di rumah bisa secara berjemaah maupun sendiri (munfarid). Apabila sholat Idul Adha dilaksanakan secara berjemaah, maka ketentuannya sebagai berikut:

  1. Jumlah jemaah yang sholat minimal empat orang, yaitu satu orang imam dan tiga orang makmum;
  2. Sholat Idul Adha dua rakaat, dengan takbir tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima kali takbir pada rakaat kedua, seperti panduan di atas;
  3. Setelah sholat Id, khatib melaksanakan khotbah;
  4. Apabila jumlah jemaah kurang dari empat orang atau jika dalam pelaksanaan sholat jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka sholat Idul Adha tetap boleh dilakukan berjemaah tanpa khotbah. 

6. Waktu Pelaksanaan Sholat Idul Adha

Niat dan Tata Cara Salat Idul Adha di Rumah Selama PPKM DaruratUmat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di alun-alun Masjid Raya Bandung, Jawa Barat, Jumat (31/7/2020). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/pras.

Dalam buku Fiqih Islam Wa Adillatuhu, ulama Wahbah al-Zuhaili menjelaskan lebih lanjut mengenai waktu pelaksanaan sholat Idul Adha. Yang mana dilakukan setelah matahari terbit seukuran satu atau dua tombak atau kira-kira setengah jam setelah terbit.

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona, sebaiknya kamu dan keluarga kali ini melakukan kegiatan sholat Id di rumah aja. Semoga panduan, niat, dan tata cara sholat Idul Adha di rumah selama PPKM Darurat tadi bisa jadi acuan untukmu dalam beribadah.

Baca Juga: 10 Inspirasi Ucapan Selamat Idul Adha dalam Bahasa Inggris, Indah!

Topic:

  • Febriyanti Revitasari
  • Jumawan Syahrudin
  • Wendy Novianto

Berita Terkini Lainnya