ilustrasi belajar meminta tolong (pexels.com/Yan Krukau)
Mengubah kebiasaan yang sudah mengakar bertahun-tahun jelas bukan perkara gampang dan butuh waktu. Namun, kamu selalu bisa mulai meruntuhkan tembok gengsi itu dari langkah-langkah kecil di keseharianmu. Biar pundak kamu gak makin pegal memikirkan beban hidup sendirian, langsung saja coba empat trik mindful di bawah ini!
Sadari dan akui kelemahan diri
Langkah pertama yang paling krusial adalah jujur sama diri sendiri kalau kamu memang lagi membutuhkan bantuan. Gak usah sok kuat, wajar banget kalau kamu merasa capek atau mentok saat mengerjakan sesuatu, kok. Mengakui kelemahan itu justru tanda keberanian, bukan berarti kamu jadi sosok yang gagal atau gak kompeten.
Mulai minta tolong buat hal kecil
Coba latih dirimu buat mengandalkan orang lain lewat hal-hal yang sepele dan minim risiko. Contohnya, minta tolong teman belikan kopi pas dia lagi ke kantin, atau minta saran baju ke pasangan. Latihan kecil ini perlahan bakal membiasakan otak kamu untuk sadar kalau menerima bantuan itu rasanya aman dan menyenangkan.
Berhenti berpikir kalau kamu merepotkan
Sering banget kamu menahan diri buat minta tolong karena takut bikin repot atau jadi beban orang lain? Padahal, orang-orang terdekatmu biasanya malah senang kalau mereka bisa berguna dan membantu kamu, lho. Mulai sekarang, fokus saja mengubah cara pandangmu bahwa saling bantu itu cara manusia buat saling sayang, bukan soal utang budi, ya.
Cari bantuan profesional
Kalau kamu merasa trauma masa lalu atau tembok emosional ini sudah terlalu tebal dan bikin hidupmu berantakan, jangan ragu untuk mengobrol sama psikolog. Mereka punya alat dan metode yang pas buat bantu kamu mengurai benang kusut di kepalamu tanpa dihakimi. Ingat, datang ke profesional itu bukan berarti kamu lemah, tapi murni karena kamu peduli sama kewarasan dirimu sendiri, lho.
Menjadi sosok yang mandiri itu anugerah, tapi terjebak dalam hyper-independence hanya akan membuatmu kehilangan hangatnya kebersamaan. Jangan takut untuk bersandar sesekali, karena kamu layak untuk dicintai, dibantu, dan dimengerti oleh orang lain. Yuk, peluk dirimu erat-erat dan mulai belajar percaya lagi sama orang-orang baik di sekitarmu!