"Ketika kamu menerima umpan balik bahwa anakmu terlambat mencapai suatu milestone atau melewatkannya, hal itu memang bisa sangat memicu kecemasan. Namun, hal itu sebenarnya tidak perlu karena perkembangan anak selalu berubah," ujar Mona Delahooke, PhD, seorang psikolog anak dan penulis buku Beyond Behaviors: Using Brain Science and Compassion to Change Children’s Behavioral Challenges, dikutip dari Mother.ly.
Jangan Terus Tanya "Kapan Bayi Bisa Jalan?", Ini Dampaknya bagi Ibu!

Pernah gak sih, pas lagi asyik momong si Kecil di taman atau acara keluarga, tiba-tiba ada yang nyeletuk? Mereka sering kali melontarkan pertanyaan seperti, "Lho, kok usianya udah setahun belum bisa jalan juga? Anak si A aja usia 10 bulan udah lari-lari!" Bagi orang yang bertanya, kalimat itu mungkin dianggap sebagai basa-basi yang ringan belaka.
Namun buat seorang ibu, pertanyaan berulang soal milestone anak ini rasanya justru bisa kayak ujian mendadak yang bikin jantungan! Menghadapi pertanyaan bertubi-tubi soal tumbuh kembang anaknya, ternyata bisa buat tertekan itu valid banget, lho. Yuk, simak kenapa pertanyaan ini sebaiknya dihentikan dan gimana dampaknya buat psikologis para ibu!
1. Bikin Ibu mengutak-atik diri sendiri dan overthinking

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/paveldanilyuk) Tepat saat anak genap berusia 1 tahun, rasanya seolah-olah semua orang sepakat buat menanyakan hal yang sama. Setiap hari, pertanyaan "Udah bisa jalan belum?" seakan tak pernah absen menghampiri para ibu.
Padahal, sebelum orang lain bertanya pun, ibu sudah lebih dulu overthinking dan diam-diam khawatir. Dr. Ari Brown, MD, seorang dokter anak dan penulis seri buku Baby 411, dikutip dari Parents, menjelaskan bahwa situasi ini memang sangat menantang.
"Bahkan orang tua yang paling percaya diri sekalipun bisa mulai meragukan diri mereka sendiri atau khawatir kalau-kalau anak mereka entah bagaimana dianggap tidak memenuhi standar," ungkap Dr. Brown.
2. Terasa seperti sedang "dinilai" dan dibanding-bandingkan

ilustrasi ibu bersama anak (pexels.com/pnwprod) Pertanyaan soal tumbuh kembang anak jarang banget terasa sekadar rasa ingin tahu polos. Jen Wirt, Pendiri dan CEO Coral Care (platform terapi anak) dikutip dari Parents, menyebutkan bahwa pertanyaan ini sering kali membuat orang tua merasa seperti lagi dinilai ujiannya.
Apalagi jika pertanyaan itu disusul dengan berbagai saran unsolicited yang tidak diminta. Hal ini sering kali membuat ibu merasa bersalah dan mengira ada yang salah dalam pola asuhnya.
"Terkadang komentarnya bukan kritik pedas. Tapi komentar itu terasa berat hanya karena menyenggol sesuatu yang memang sudah jadi beban pikiranmu," jelas Wirt. "Saat kamu sudah sibuk browsing Google jam 11 malam, atau diam-diam membandingkan anakmu di taman bermain, pertanyaan yang paling netral pun bisa terasa menyenggol hati," tambahnya.
3. Ingat, milestone anak itu rentang waktu, bukan deadline!

ilustrasi orangtua bermain bersama anak (pexels.com/gustavo-fring) Setiap anak itu unik dan punya rhythm atau kecepatannya sendiri-sendiri. Menurut para ahli, perkembangan anak itu sifatnya tidak selalu linier. Bisa jadi anak terlambat di satu area, tapi sangat pesat di area lainnya.
"Perkembangan bayi adalah sebuah perjalanan yang indah dan personal, dan setiap anak tumbuh sesuai dengan kecepatannya masing-masing," ujar Lilian Mekhail, MD, FAAP, Dokter Anak Perilaku Perkembangan di Nemours Children's Health, dikutip dari Parents.
Soal jalan, Dr. Brown menyebutkan rata-rata bayi mulai mengambil langkah pertama di usia 10–15 bulan. Bahkan, Wirt menambahkan ada juga bayi yang baru benar-benar bisa jalan mandiri di usia 17 atau 18 bulan dan itu masih tergolong normal!
4. Cara ibu merespons pertanyaan bikin anxiety

Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/pixabay) Kalau kamu sering berada di posisi ibu yang terus-terusan ditanyai hal serupa, para ahli punya tips simpel buat kamu:
- Senyum, angguk dan abaikan: Dr. Brown menyarankan, kecuali orang yang bicara denganmu adalah dokter anak atau ahli tumbuh kembang, cukup tersenyum, mengangguk, lalu abaikan saja!
- Jawaban singkat dan tegas: Jen Wirt mengingatkan bahwa kamu punya hak penuh menjaga energimu. Kamu tidak utang penjelasan panjang lebar soal tumbuh kembang anakmu ke orang lain. Cukup jawab, "Belum nih!" lalu alihkan pembicaraan.
- Gunakan safety net medis: Kalau kamu benar-benar khawatir, daripada memendamnya sendiri dan makin terisolasi, mending langsung konsultasikan ke dokter anak kepercayaanmu.
Anak belum bisa jalan di usia 1 tahun bukan berarti ibunya gagal mendidik, ya! Perkembangan tiap anak itu journey yang beda-beda. Jadi, yuk mulai sekarang kita kurangi basa-basi yang menyenggol milestone anak.





















