Siapa yang beberapa waktu lalu mendadak ingin punya sepeda baru gara-gara media sosial penuh dengan foto estetik orang-orang lagi gowes pagi? Tren olahraga memang cepat naik, apalagi kalau sudah digoreng sama algoritma yang bikin kamu merasa kurang gaul kalau gak ikutan. Alhasil, demi memenuhi rasa penasaran, banyak dari kamu yang rela merogoh kocek dalam-dalam buat boyong sepeda keluaran terbaru yang harganya bikin dompet menangis. Sayangnya, antusiasme itu sering kali cuma bertahan beberapa minggu sebelum akhirnya si sepeda bergeser fungsi menjadi pajangan di sudut kamar.
Kalau kebiasaan impulsif ini gak segera kamu sadari, tabungan masa depanmu bisa habis cuma buat memuaskan gengsi sesaat yang gak ada habisnya, lho. Padahal, tepat pada momen Hari Bersepeda Sedunia (World Bicycle Day) yang dirayakan setiap 3 Juni ini, kamu diajak buat melihat esensi bersepeda yang sebenarnya, yakni untuk kesehatan fisik dan lingkungan, bukan ajang pamer gengsi. Membeli sepeda mahal cuma pajangan akibat sisi konsumtif FOMO olahraga justru bikin kamu rugi dua kali, yakni uang hilang dan sehatnya pun gak dapat. Yuk, telisik bareng-bareng kenapa fenomena ini bisa terjadi dan cara mengeremnya!
