ilustrasi finansial (pexels.com/olia danilevich)
Ada alasan lain yang membuat hustle culture semakin sulit dipertahankan, yaitu realitas ekonomi yang dihadapi anak muda. Bekerja lebih lama atau mengambil pekerjaan tambahan memang dapat meningkatkan pemasukan, tetapi kenaikan penghasilan tersebut belum tentu cukup untuk mengimbangi biaya hidup yang terus meningkat. Harga tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya membuat kerja keras tidak selalu berujung pada kemapanan secepat yang dulu dibayangkan.
Situasi tersebut membuat sebagian Gen Z mulai menghitung kembali apakah tambahan pekerjaan benar-benar sepadan dengan waktu dan tenaga yang dikeluarkan. Mengambil pekerjaan sampingan berarti ada waktu istirahat yang berkurang, sementara mengejar posisi lebih tinggi di perusahaan bisa berarti tanggung jawab semakin besar. Jika tambahan penghasilan atau kenaikan jabatan tidak memberikan perubahan berarti terhadap kualitas hidup, keputusan untuk terus mengejar keduanya mulai dipertanyakan.
Hal ini juga berkaitan dengan munculnya istilah conscious unbossing, yaitu kecenderungan memilih untuk tidak mengejar posisi manajerial ketika promosi justru dipandang membawa beban baru yang tidak diinginkan. Menolak promosi tidak selalu berarti tidak punya ambisi, tetapi bisa menjadi keputusan sadar untuk mempertahankan waktu bersama keluarga, menghindari beban kerja berlebihan, atau menjaga kehidupan pribadi tetap berjalan. Bagi sebagian Gen Z, karier yang baik bukan lagi tentang seberapa tinggi posisi yang berhasil dicapai, melainkan apakah pekerjaan tersebut masih memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang mereka inginkan.
Sikap Gen Z mulai bosan dengan gaya hidup serba produktif tidak muncul karena mereka tiba-tiba kehilangan keinginan untuk bekerja atau mencapai sesuatu. Ada banyak sekali faktor yang membuat mereka semakin sadar bahwa waktu dan tenaga juga memiliki nilai. Karena itu, kehidupan yang lebih seimbang mulai dianggap bukan sebagai lawan dari ambisi, melainkan sebagai cara agar pekerjaan tetap punya tempat tanpa mengambil seluruh ruang dalam kehidupan.