Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hal di Rumah yang Tanpa Disadari Bikin Kamu Lebih Mudah Overthinking

Hal di Rumah yang Tanpa Disadari Bikin Kamu Lebih Mudah Overthinking
Ruangan (freepik.com/stockking)

Rumah seharusnya jadi tempat paling nyaman untuk istirahat dan menenangkan pikiran. Tapi tanpa disadari, beberapa hal kecil di sekitar kita justru bisa memengaruhi suasana hati dan membuat pikiran jadi lebih mudah penuh.

Overthinking sering bukan hanya soal pikiran, tapi juga dipengaruhi lingkungan tempat kita berada setiap hari. Mulai dari kondisi ruangan, pencahayaan, sampai kebisingan, semuanya bisa memberi dampak tanpa kita sadari. Yuk, simak beberapa hal yang perlu dihindari agar lebih tenang!

1. Tumpukan barang (clutter)

Ruangan
Ruangan (freepik.com/user15285612)

Barang yang menumpuk di meja, lantai, atau sudut kamar sering dianggap hal kecil yang wajar. Tapi kalau dibiarkan, ruangan jadi terasa penuh dan sumpek meskipun sebenarnya tidak sempit.

Mata yang terus melihat kondisi berantakan tanpa sadar membuat otak ikut terasa “padat”. Ini yang akhirnya bikin kamu lebih mudah terdistraksi, susah fokus, dan pikiran terasa lebih cepat lelah. Bahkan hal kecil seperti ini bisa bikin mood turun tanpa alasan yang jelas.

2. Pencahayaan yang kurang baik

Ilustrasi ruangan
Ilustrasi ruangan (freepik.com/freepik)

Cahaya di rumah punya pengaruh besar ke suasana hati. Ruangan yang terlalu gelap atau redup sering bikin tubuh terasa lebih malas, padahal belum tentu benar-benar capek.

“Pencahayaan yang buruk dapat menyebabkan sakit kepala, ketegangan mata, dan kelelaha serta berkontribusi terhadap meningkatnya stres, kecemasan, dan depresi,” tutur Dr. Pragya Agarwal, Behavioural Scientist & TEDx Speaker, dikutip dari Forbes.

Kalau terjadi terus, kondisi ini bisa bikin pikiran lebih sensitif dan gampang overthinking. Otak seperti “dipaksa” bekerja dalam suasana yang kurang nyaman, sehingga emosi jadi lebih gampang naik turun.

3. Kebisingan latar (background noise)

ilustrasi tidur dengan suara musik
ilustrasi tidur dengan suara musik (freepik.com/freepik)

Suara TV yang terus menyala, kendaraan dari luar, atau suara aktivitas rumah lain sering terasa seperti latar biasa saja. Tapi sebenarnya, otak tetap memproses semua suara itu meskipun kita sedang tidak fokus ke sana.

Kalau terjadi terus-menerus, otak jadi tidak pernah benar-benar “diam”. Ini yang bikin kamu lebih mudah gelisah, susah fokus, dan pikiran terasa penuh tanpa alasan yang jelas. Ruangan yang lebih tenang biasanya membantu pikiran lebih stabil dan ringan.

4. Tata letak furnitur yang sempit

Dekorasi kamar
Dekorasi kamar (freepik.com/pereslavtseva)

Penataan furnitur yang terlalu rapat atau ruangan yang penuh barang bisa bikin ruang gerak terasa terbatas. Walaupun masih bisa ditinggali, secara psikologis tetap memberi efek “tertekan”.

“Ruang yang terasa sempit dapat berdampak negatif pada suasana hati dan tingkat energi seseorang," tutur Dr. Thomas Durham, Architect & Wellness Expert (Gensler), dikutip dari Psychreg.

Pada akhirnya, rumah bukan hanya soal tempat tinggal, tapi juga tempat istirahat untuk pikiran. Sedikit perubahan kecil di lingkungan bisa membantu suasana hati jadi lebih tenang dan overthinking pun perlahan berkurang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Related Articles

See More

7 Gaya Keluarga di Pengajian dan Siraman Syifa Hadju, Curi Perhatian!

25 Apr 2026, 13:23 WIBLife