Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hal Menarik dari Novel Orang-orang Proyek Karya Ahmad Tohari
cover novel Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari (instagram.com/bukugpu)

Ahmad Tohari menjadi salah satu penulis Indonesia yang tidak hanya dikenal sebagai sastrawan, tetapi juga budayawan. Salah satu karya populer Ahmad Tohari adalah trilogi Ronggeng Dukuh Paruk. Novel ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan mendapatkan penghargaan bergengsi.

Selain Ronggeng Dukuh Paruk, Orang-orang Proyek menjadi salah satu novel Ahmad Tohari yang banyak disukai pembaca. Pertama terbit pada tahun 2002, novel ini menghadirkan kisah seorang insinyur yang berusaha mempertahankan idealisme di tengah penyelewengan dan korupsi. Novel Orang-orang Proyek memiliki sejumlah daya tarik yang menjadi keunggulan tersendiri. Berikut hal menarik dari novel Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari.

1. Kekuatan karakter Kabul dalam mempertahankan idealisme

ilustrasi insinyur sedang membangun sebuah proyek (pexels.com/Mikael Blomkvist)

Karakter Kabul menjadi salah satu ikon dalam novel Orang-orang Proyek. Kabul sendiri adalah seorang insinyur yang ditugaskan untuk membangun sebuah jembatan di Sungai Cibawor. Menjadi penanggung jawab proyek tidaklah mudah bagi Kabul. Nyatanya, ia melihat langsung bagaimana praktik penyelewengan terjadi dari ranah kecil hingga besar. Kabul merasa apa yang ia pelajari ketika kuliah jauh berbeda dengan kenyataan.

Di tengah segala macam penyelewengan yang terjadi, Kabul tetap mencoba bertahan pada prinsip yang ia bangun. Kabul rela mempertaruhkan jabatannya demi melawan rezim yang mencoba memanfaatkan pembangunan jembatan sebagai ajang kampanye. Kadang kala idealisme Kabul justru ditertawakan dan dianggap kaku oleh orang-orang berpangkat tinggi.

2. Sudut pandang masyarakat terhadap pembangunan pemerintah

ilustrasi masyarakat desa sedang gotong royong (pexels.com/tuan pans)

Pembangunan Jembatan Cibawor tidak serta-merta hanya dilakukan oleh orang-orang proyek. Mau tidak mau, masyarakat sekitar Sungai Cibawor ikut serta dalam pembangunan tersebut. Ada yang menjadi kuli, pemecah batu, dan pekerja berat lainnya. Bahkan ada yang membuat warung-warung semipermanen.

Ketika pembangunan jembatan berlangsung, Kabul merasakan sendiri bagaimana masyarakat terdampak oleh sekecil apa pun kebijakan yang diambil pemerintah. Selain itu, novel ini menyuguhkan perspektif masyarakat sekitar Sungai Cibawor mengenai pembangunan yang dilakukan.

Pak Tarya, misalnya, menurutnya, proyek adalah salah satu aspek yang harus dikerjakan secara sungguh-sungguh tanpa adanya bahan baku yang tidak sesuai kualitas. Selain itu, novel Orang-orang Proyek juga memberi gambaran bahwa terdapat orang-orang yang mungkin dirugikan oleh proyek pembangunan.

3. Menyelipkan kisah romansa

ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Duy Nguyen)

Sebagai selingan, novel Orang-orang Proyek menghadirkan kisah romansa antara Kabul dan Wati, seorang akutan sekaligus partner kerja Kabul. Awalnya Kabul menolak kehadiran Wati. Namun, lama-kelamaan Kabul jatuh hati pada Wati sebelum proyek jembatan tersebut benar-benar selesai.

Kisah ini turut menambah warna dalam novel Orang-orang Proyek. Selain itu, peran Wati dalam menenangkan gejolak dalam diri Kabul sangat krusial. Wati adalah representasi dari wanita mandiri, baik hati, dan tegas dalam menghadapi sebuah permasalahan.

Kepiawaian Ahmad Tohari dalam menyajikan setiap cerita membuktikan keabadian karyanya. Bagi kamu yang menyukai cerita ringan dengan sentuhan politik, hal menarik dari novel Orang-orang Proyek karya Ahmad Tohari bisa dijadikan pemantik untuk membaca bukunya. Tertarik? Segera cari di toko buku favoritmu terdekat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article