"Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka akan datang dari segenap penjuru yang jauh". (QS. Al-Hajj: 27)
Hari Arafah Mustajab untuk Doa, Ini Amalan bagi yang Tidak Berhaji

- Hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijah, sehari sebelum Idul Adha, menjadi momen penting bagi umat Muslim untuk beribadah meski tidak sedang berhaji.
- Puasa di Hari Arafah diyakini menghapus dosa selama setahun dan menjadi bentuk pengharapan rida Allah SWT bagi yang melaksanakannya dengan ikhlas.
- Umat dianjurkan memperbanyak doa dan zikir, terutama membaca kalimat tauhid sebagai doa utama yang paling dianjurkan pada Hari Arafah.
Hari Arafah menjadi puncak ibadah haji di mana jemaah haji melaksanakan wukuf di padang Arafah. Hari Arafah jatuh sehari sebelum Hari Raya Idu Adha. Ini menjadi momentum bagi orang yang tidak melaksanakan haji untuk berpuasa.
Terdapat sejumlah amalan dan keutamaan bagi Umat Muslim di Hari Arafah meski sedang tidak melaksanakan haji. Bahkan dikatakan oleh para ulama, keutamaannya dapat menghapus dosa-dosa selama satu tahun. Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijah, akan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, tepat 1 hari sebelum Hari Raya Idul Adha. Untuk itu, bersiaplah untuk melaksanakan sejumlah amalan ini!
1. Berpuasa maka dosanya dihapuskan

Puasa di Hari Arafah menghapuskan dosa selama setahun. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 27:
Mengutip NU Online, Hari Arafah menjadi hari pembebasan dari neraka bagi orang-orang yang menjaga pendengarannya dari hal buruk dan bagi mereka yang berpuasa seraya mengharapkan rida dari Allah SWT. Sebab, Allah SWT telah menjamin pengampunan dosa bagi mereka yang berpuasa di Hari Arafah.
2. Memaksimalkan doa dan berzikir

Hari Arafah adalah hari yang agung di mana Allah mengampuni dosa-dosa kaum mukminin. Untuk itu, maksimalkan dalam berdoa, berzikir, dan memohon ampunan dengan sungguh-sungguh. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
"Jika tiba hari Arafah, tidaklah seseorang masih mempunyai setitik iman dalam hatinya melainkan ia akan diampuni. Lantas ada yang bertanya: Ya Rasulullah, apakah terkhusus bagi yang wukuf di Arafah saja atau untuk semua manusia? Rasulullah menjawab: Untuk semua manusia". (HR. Abu Daud)
3. Doa paling utama di Hari Arafah

Mengutip NU Online, doa paling utama pada Hari Arafah, baik bagi jamaah haji maupun umat Muslim yang tidak berhaji, yakni membaca:
Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir
Artinya: Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya.
Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:
"Sebaik-baik do'a adalah do'a pada Hari Arafah. Dan sebaik-baik perkataan yang aku ucapkan, begitu juga Para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahu Laa Syariika Lahu, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir (Tiada tuhan selain Allah yang Maha Esa, tiada sekutu baginya. Kerajaan dan pujian hanyalah miliknya. Maha menghidupkan dan mewafatkan. Dan Dia berkuasa atas segalanya)". (HR. Imam Malik)
Selain itu terdapat doa yang sering dipanjatkan Rasulullah di Hari Arafah, yakni:
"Ya Allah segala puji hanyalah milik-Mu sebagaimana kami ucapkan dan bahkan lebih baik daripada apa yang kami ucapkan. Ya Allah, hanyalah untuk-Mu shalat, hidup, dan matiku. Hanyalah kepada-Mu tempat kembaliku. Hanyalah milik-Mu segala peninggalanku. Ya Allah, sungguh aku berlindung pada-Mu dari siksa kubur, gangguan dalam hati dan terpecahnya segala urusan. Ya Allah, sungguh aku berlindung pada-Mu dari keburukan yang tertiup bersama angin"
Demikian sejumlah amalan yang bisa dikerjakan di Hari Arafah. Laksanakan puasa, perbanyak berzikir, dan membaca doa.


















