Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Hari Lingkungan Hidup, ParagonCorp Memperkuat Komitmen Sustainability
ParagonCorp mengikuti forum Partnership for Forests Conference (P4F). (dok.ParagonCorp)
  • ParagonCorp memperingati Hari Lingkungan Hidup dengan menegaskan komitmen keberlanjutan melalui kolaborasi, inovasi, dan pengembangan rantai pasok bahan baku yang bertanggung jawab serta berfokus pada potensi bioekonomi Indonesia.
  • Dalam forum Partnership for Forests Conference di London, ParagonCorp mengangkat kisah petani patchouli Sulawesi dan menampilkan produk berbasis Illipe Butter sebagai contoh pemanfaatan hasil hutan nonkayu berkelanjutan.
  • Melalui pesan 'Goodness that Grows', ParagonCorp menjalankan program konservasi hutan, efisiensi sumber daya, serta inovasi produk ramah lingkungan seperti upcycled ingredients dan kemasan daur ulang untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, ParagonCorp mengangkat berbagai perspektif mengenai keberlanjutan dengan menyoroti potensi bioekonomi Indonesia. Strategi ini diwujudkan melalui rangkaian inisiatif yang mencakup rantai pasok bahan baku, pengembangan potensi bioekonomi Indonesia, perjalanan keberlanjutan perusahaan, hingga terobosan inovasi produk yang semakin ramah lingkungan.

Langkah nyata yang diambil oleh ParagonCorp menjadi bentuk komitmen perusahaan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak, inovasi, serta implementasi langkah-langkah yang dilakukan secara konsisten. Dalam rilis yang dibagikan oleh ParagonCorp pada Jumat (5/6/2026), berikut adalah rangkuman implementasinya.

1. Membawa kisah petani patchouli Indonesia yang memasok 80 persen kebutuhan dunia ke tingkat global

Keanekaragaman hayati di Indonesia memiliki peran penting secara global karena menjadi pemasok sekitar 80 persen kebutuhan patchouli atau nilam di dunia sejak abad ke-19. Tanaman ini dikenal luas sebagai salah satu bahan baku utama dalam industri parfum. Mengangkat fenomena tersebut, ParagonCorp mengikuti forum Partnership for Forests Conference (P4F) yang berlangsung di Barbican Conservatory, London pada 29 Mei 2026.

Sebagai satu-satunya perusahaan kecantikan asal Indonesia dalam forum internasional tersebut, ParagonCorp mengangkat kisah rantai pasok patchouli dari Sulawesi yang melibatkan lebih dari 700 petani aktif dalam jaringan tersertifikasi For Life oleh Ecocert. Program For Life oleh Ecocert sendiri mencakup pelatihan pertanian, dukungan kesehatan dan keselamatan kerja, serta praktik budidaya yang dirancang untuk menjaga kualitas lahan dalam jangka panjang.

“Indonesia memiliki posisi yang sangat penting dalam rantai pasok patchouli dunia. Namun yang sering terlupakan adalah para petani yang berada di balik komoditas tersebut. Melalui forum ini, kami ingin membawa cerita mereka ke percakapan yang lebih luas,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp.

Hal ini didasarkan pada kesadaran ParagonCorp akan tingginya nilai ekonomi dari komoditas alami patchouli. Kehadiran ParagonCorp di P4F Conference merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk terus membangun rantai pasok yang lebih transparan dan bertanggung jawab. Sebagai purposeful beauty tech company, ParagonCorp berupaya mengembangkan inovasi yang tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan di sepanjang proses pengembangannya.

2. Mengangkat potensi bioekonomi Indonesia di forum global

ParagonCorp mengikuti forum Partnership for Forests Conference (P4F). (dok.ParagonCorp)

ParagonCorp mengikuti forum internasional Partnership for Forests Conference (P4F) yang didukung Pemerintah Inggris untuk mendorong model bisnis yang menyeimbangkan kelestarian hutan dan nilai ekonomi bagi masyarakat. ParagonCorp juga menyoroti potensi bioekonomi di Indonesia. Sebagai perusahaan kosmetik nasional, ParagonCorp mengangkat potensi bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan nonkayu yang dikembangkan secara bertanggung jawab.

ParagonCorp menampilkan prototype produk berbahan dasar Illipe Butter dari buah pohon tengkawang asal Kalimantan Barat, yang dipanen secara berkelanjutan oleh komunitas Dayak tanpa melakukan pembukaan lahan maupun deforestasi. Produk ini merupakan contoh dari hasil hutan nonkayu dengan potensi pengembangan di berbagai industri, termasuk lini kecantikan.

“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujar dr. Sari Chairunnisa.

3. Mewujudkan nilai keberlanjutan melalui pesan “Goodness that Grows” dengan program konservasi hutan, pengelolaan air, inovasi kemasan, hingga pengembangan produk yang memperhatikan lingkungan

ParagonCorp mengikuti forum Partnership for Forests Conference (P4F). (dok.ParagonCorp)

ParagonCorp menegaskan komitmennya dalam mewujudkan nilai-nilai keberlanjutan melalui pesan “Goodness that Grows”, dengan upaya menghadirkan dampak yang lebih luas secara konsisten demi mendukung keberlanjutan. Inisiatif ini dijalankan melalui berbagai program, mulai dari konservasi hutan, pengelolaan air, inovasi kemasan, hingga pengembangan produk yang mempertimbangkan dampak lingkungan.

ParagonCorp juga menggandeng Indika Nature dan CFES untuk mendukung perlindungan sekitar 4.000 hektar hutan di Jambi serta sekitar 1.000 hektar di Kalimantan. Kawasan ini memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem, keanekaragaman hayati, serta keseimbangan sistem air dan iklim di wilayah sekitarnya.

Dari sisi operasional, ParagonCorp menerapkan berbagai inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan, termasuk pengelolaan air, efisiensi energi, serta sistem pengumpulan kembali kemasan. Sementara itu, pada level produk, perusahaan terus berinovasi melalui penggunaan bahan baku upcycled, kemasan berbahan daur ulang, serta formulasi yang dirancang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

Seluruh upaya tersebut menjadi bukti komitmen ParagonCorp untuk memperhatikan dampak yang dihasilkan terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami memahami bahwa perjalanan menuju keberlanjutan tidak memiliki titik akhir yang pasti. Namun, kami percaya bahwa setiap langkah yang dilakukan dengan kesadaran dan konsistensi akan membawa perubahan yang berarti,” ujar dr. Sari.

4. Inovasi produk berkelanjutan ParagonCorp

ParagonCorp mengikuti forum Partnership for Forests Conference (P4F). (dok.ParagonCorp)

Paragon meyakini bahwa keberlanjutan merupakan perjalanan yang harus dibangun secara bertahap dan konsisten. Maka, berbagai inovasi dikembangkannya melalui terciptanya produk yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Sejumlah inovasi produk sustanability telah dilakukan oleh ParagonCorp.

Misalnya, produk Tavi Gel to Oil Staining Lip Glide menggunakan upcycling dari lavender yang sudah digunakan untuk ekstraksi minyak esensial. Earth Love Life Body Wash mengusung konsep quick-rinse dan biodegradable formula untuk menjaga berkontribusi pada kelestarian sumber air.

Sementara Kahf Gentle Exfoliating Scrub Facewash menggunakan upcycled coffee extract dari byproduct produksi minyak kopi. Selain itu, Wardah Micellar Water juga dirancang menggunakan kemasan PET serta tutup PP yang sepenuhnya dapat didaur ulang. Tak berhenti sampai di situ, Emina Sunbattle SPF 50 PA++++ Barrier Hydraburst Sunscreen juga diperkaya Wastar Lavender sebagai bahan aktif hasil upcycling.

Sederet inovasi dan langkah yang diambil oleh ParagonCorp membuktikan komitmen dan konsistensinya dalam mewujudkan keberlanjutan, baik bagi lingkungan maupun masyarakat di sekitarnya. Menutup pemaparan di atas, dr. Sari menyampaikan bahwa inovasi produk yang baik tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen saat ini, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan di masa depan.

Editorial Team

Related Article