rekomendasi buku healing fiction (Goodreads.com)
Bila kamu tengah mencari bacaan buku bergenre healing fiction dengan nuansa hangat, emosional, dan sedikit mamantik air mata, ketiga buku karya penulis Toshikazu Kawaguchi ini patut jadi pilihan!
Novel atau buku pertama ini memiliki latar di sebuah cafe tua yang berada tersembunyi di gang sempit di kota Tokyo. Cafe bernama Funiculi Funicula ini memiliki sebuah kejaiban, yakni pengunjung dapat kembali ke masa lalu atau berkunjung ke masa depan, dengan satu syarat. Mereka harus kembali sebelum kopi menjadi dingin.
Ada empat kisah yang saling terhubung dalam novel ini. Masing-masing mengenai orang-orang yang ingin menemui seseorang, mengucapkan kata-kata yang belum sempat terucap, atau berdamai dengan masa lalu. Akan tetapi, meskipun bisa kembali ke masa lalu, mereka gak bisa mengubah keadaan saat ini. Hanya hati mereka yang merasa lega.
Buku ini akan memberimu sensasi menjelajah waktu, merasakan penyesalan dan keputusasaan para tokohnya, serta turut merasa deg-degan ketika para tokoh terancam tidak bisa menyelesaikan misi mereka.
Di buku kedua, cafe tua Funiculi Funicula kembali menjadi latar utama. Cafe ajaib itu masih tetap menjadi tempat bagi orang-orang yang membawa luka dan penyesalan, dan ingin berusaha menebusnya. Meskipun ada aturan ketat yang gak boleh dilanggar, karena akan ada konsekuensi berat jika sampai gagal.
Bedanya, di buku kedua ini penulis mengeksplorasi empat kisah baru yang saling berkaitan, masing-masing mengusung tema universal seperti, cinta, penyesalan, harapan, dan penebusan. Para pembaca akan diperkenalkan dengan tokoh-tokoh baru yang memiliki alasan mendalam untuk melakukan perjalanan waktu, serta bertemu kembali dengan karakter-karakter lama di buku pertama.
Buku ini sangat cocok dibaca sebagai teman bersantai sambil ngemil dan minum kopi. Kamu akan sejenak dibawa berimajinasi dengan mesin waktu, dan menyelami kisah-kisah kehidupan yang menyentuh hati.
Dona Dona adalah judul buku ketiga dari series Funiculi Funicula karya Toshikazu Kawaguchi). Buku ini menceritakan tentang sebuah cafe bernama Dona Dona yang terletak di sebuah lereng nan indah tak bernama di Hakodate, Hokkaido, Jepang.
Sama seperti cafe Funiculi Funicula, Dona Dona juga menawarkan perjalanan melintasi waktu bagi para pengunjungnya. Tentu saja dengan rentetan aturan rumit dan berisiko.
Dalam buku ini menceritakan kisah seorang perempuan muda yang menyimpan dendam pada kedua orangtua yang menjadikannya yatim piatu dan kesepian. Ada juga kisah tentang seorang komedian yang kehilangan tujuan hidup setelah berhasil mewujudkan impian mendiang istrinya, seorang adik yang khawatir kakaknya tak akan tersenyum lagi setelah kepergiannya, dan seorang pemuda yang tak bisa mengungkapkan cinta pada sahabatnya.
Meskipun premisnya sama, tapi dengan adanya latar baru di luar Tokyo, membuat suasana jadi terasa lebih hangat dan tenang. Buku ketiga ini dirasa memiliki cerita yang lebih emosional dan menyentuh, terutama tentang kenangan dan penyesalan.