10 Rekomendasi Buku Sci-Fi buat Kamu yang Kepincut Project Hail Mary

- Artikel ini menghadirkan sepuluh rekomendasi novel sci-fi menarik bagi pembaca yang menyukai Project Hail Mary karya Andy Weir, dengan tema luar angkasa, masa depan, dan petualangan manusia.
- Setiap novel menawarkan pengalaman unik, mulai dari kisah apokaliptik di Seveneves, perjalanan antargalaksi di The Long Way to a Small Angry Planet, hingga evolusi laba-laba cerdas di Children of Time.
- Rekomendasi ini menyoroti kekuatan imajinasi dan logika dalam genre fiksi ilmiah yang menggabungkan sains, emosi manusia, serta refleksi tentang kehidupan dan masa depan umat manusia.
Novel bergenre science fiction selalu punya tempat tersendiri bagi para penggemarnya. Seperti salah satu novel karya Andy Weir yang berjudul Project Hail Mary. Secara garis besar, novel ini menceritakan tentang seorang pria bernama Ryland Grace yang terbangun sendirian di sebuah pesawat luar angkasa dan harus menyelamatkan bumi dari ancaman kepunuhan.
Nah, jika kamu sudah melahap habis semua halaman Project Hail Mary, tapi masih merasa lapar dan ingin 'nambah', ada beberapa rekomendasi buku dengan genre sci-fi yang gak kalah menarik. Berikut ini IDN Times telah merangkum beberapa rekomendasi novel sci-fi yang wajib kamu baca.
1. Seveneves

Novel karya Neal Stephenson ini terbit pada 19 Mei 2015. Seveneves akan mengajakmu menyaksikan peristiwa apokaliptik, yakni bulan tiba-tiba hancur menjadi beberapa bagian tanpa sebab yang jelas. Awalnya, pecahan bulan itu tidak dianggap berbahaya, namun ilmuwan segera menyadari kebenaran yang mengerikan. Fragmen bulan akan saling bertabrakan dan menyebabkan hujan meteor yang mengancam keselamatan bumi.
Seveneves akan membawamu meninggalkan bumi dan merasakan tinggal di luar angkasa yang tak selamanya menakjubkan. Konflik emosional dan upaya manusia untuk bertahan hidup, membuat mereka harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Dilansir New Book, pembaca akan mendapati diri mereka tenggelam dalam kompleksitas membangun ruang hidup, menghasilkan energi, dan menghasilkan makanan di ruang hampa luar angkasa.
2. The Long Way To A Small Angry Planet

Masih berbau luar angkasa, membaca The Long Way to a Small Angry Planet, akan membawamu mengikuti petualangan Rosemary Harper, seorang petugas administrasi di kapal luar angkasa Wayafarer. Kapal ini bukanlah kapal sembarangan, melainkan kapal yang bertugas membuat terowongan di luar angkasa untuk mempermudah perjalanan antargalaksi.
Menariknya, kru di atas kapal Wayafarer tak hanya manusia biasa, tapi juga terdiri dari alien dari berbagai spesies hingga kecerdasan buatan. Awalnya, keunikan ini membuat Harper bersemangat. Tidak ada konflik peperangan antargalaksi atau ledakan kosmik pada novel karya Becky Chambers ini. Novel ini lebih menonjolkan hubungan antarkarakter, persahabatan, identitas, dan makna dari rumah. Membaca novel ini bisa diibaratkan seperti duduk di dalam pesawat luar angkasa yang terbang lambat, dengan secangkir teh hangat di tangan.
3. The Colour of Magic

Bila kamu mencari novel sci-fi yang ringan dan dibumbui komedi dan satir, maka The Colour of Magic karya Terry Pratchett ini wajib kamu baca. Novel ini merupakan buku pertama dari seri Discworld, sebuah negeri fantasi yang unik. Cerita berpusat pada karakter utama bernama Rincewind, seorang penyihir lemah yang sering gagal dalam bertugas. Ia memiliki mantra unik yang tertanam di otak dan membuatnya selalu sial. Rincewind kemudian bertemu dengan Twoflower, turis pertama di Disworld.
Perjalanan Rincewind dan Twoflower menjadi petualangan yang tak terduga sekaligus menggelitik. Ini menandai kontras antara optimisme naif Twoflower dan rasa takut Rincewind yang membuatnya jadi kisah yang lucu, konyol, dan satir. Prachett dengan cerdas menciptakan tokoh-tokoh aneh yang punya peran tersendiri, seperti koper milik Twoflower yang bisa bicara. Jika kamu menyukai fantasi yang lucu dan sedikit nyeleneh, membaca novel ini akan terasa seperti ngemil keripik kentang di hari Minggu. Santai, enak, dan menyenangkan.
4. God's Junk Drawer

Novel karya Piter Clines ini mengawali kisahnya dengan mengajak pembaca flashback ke 40 tahun yang lalu. Momen itu adalah saat di mana keluarga Gether-James kehilangan dua anaknya, Beau dan Billy ketika bermain arung jeram dan dianggap sudah meninggal. Lima tahun kemudian, Billy muncul di belahan dunia lain. Ia bercerita tentang lembah purba yang dihuni alien, dinosaurus, Neanderthal, dan android. Billy pun dianggap aneh, kemudian dikucilkan.
Waktu pun berlalu dan saat dewasa, Billy mengganti namanya menjadi Noah Barnes, seorang profesor astronomi. Namun, meskipun waktu sudah berlalu, obsesinya untuk kembali ke lembah purba dan mencari keluarganya, belum juga padam. Petualangan dimulai saat Noah menemukan pintu menuju lembah dan beberapa mahasiswanya ikut terseret ke dalamnya. Novel ini akan mengajakmu turut memecahkan teka-teki dan misteri agar para tokoh bisa keluar dari lembah dengan selamat.
5. Dark Matter

Dalam novel Dark Matter karya Blake Chouch, pembaca akan dibuat sama bingungnya dengan tokoh utama Jason Dessen yang merupakan seorang profesor fisika di Chicago. Kehidupan Dessen awalnya normal-normal saja. Ia memiliki istri bernama Daniela dan seorang putra bernama Charlie. Mereka hidup harmonis dan bahagia hingga suatu malam, seorang penculik bertopeng membuat Dessen pingsan dan membawanya pergi.
Dessen terbangun di sebuah laboratorium asing, diikat di atas tandu, dan dikelilingi orang-orang yang mengenakan pakaian pelindung dari bahan berbahaya. Semenjak saat itu, kehidupannya tak lagi sama. Ia tetap memiliki istri, tapi anak mereka tak pernah lahir. Dari sinilah, timbul teka-teki di otak Jason Dessen. Apakah kehidupan sekarang adalah nyata dan yang lalu hanyalah mimpi atau justru sebaliknya?
6. Dune

Pencinta novel fiksi ilmiah tentu sudah gak asing lagi dengan novel Dune karya penulis Frank Herbert. Novel ini adalah salah satu karya science-fiction klasik yang ternama. Dune berlatar belakang di masa depan, ketika manusia sudah menyebar ke berbagai planet dan membangun kekaisaran galaksi.
Cerita berpusat pada tokoh Paul Atreides, putra bangsawan Atreides. Mereka bertugas mengelola planet gurun Arrakis, satu-satunya sumber zat paling berharga di alam semesta. Duke Leto Atreides, ayah Paul, tak menyadari bahwa tugas mengelola Arrakis adalah bagian dari jebakan politik. Puncaknya, Atreides digulingkan dan istri serta anaknya harus membaur dengan rakyat biasa. Mereka belajar aturan masyarakat, bagaimana bertahan hidup, dan menjadi pemimpin yang bijaksana.
7. The Bone Season

The Bone Season adalah novel karya Samantha Sannon yang berlatar di kota London pada masa depan di tahun 2059. Pada masa itu, orang-orang dengan kemampuan supranatural dianggap berbahaya dan diburu oleh pemerintah Scion. Termasuk sang tokoh utama, Peige Mahoney, gadis berusia 19 tahun dengan kemampuan dreamwalker jenis clarvoyant yang amat langka. Dengan kemampuan ini, ia mampu memasuki dan membaca pikiran orang lain.
Kehidupan Peige berubah drastis ketika dirinya diculik dan dibawa ke Oxford, sebuah kota rahasia yang lama disembunyikan dan dikuasai oleh ras makhluk misterius bernama Rephaim. Di sana, ia diawasi oleh Warden yang menjadi penjaga, pelatih, sekaligus musuh alaminya. Secara garis besar, novel ini memadukan antara dunia dystopian, kekuatan supranatural, politik gelap, dan sedikit romansa. Bagi kamu, pencinta bacaan dengan sentuhan mistis, novel ini bisa jadi rujukan.
8. The Martian - si Penghuni Mars

Kalau kamu termasuk pencinta karya fiksi sekaligus tertarik pada penelitian-penelitian mulai dari matematika, fisika, kimia, hingga botani, buku The Martian karya Andy Weir ini bisa jadi novel yang menarik untuk dibaca. Novel setebal 526 halaman ini berpusat pada tokoh Mark Watney, seorang astronot yang terdampar di Mars.
Dikisahkan, sebelum terjebak di Mars, Watney adalah orang pertama yang menginjakkan kaki di planet itu. Namun kemudian, ia yakin akan menjadi orang pertama yang meninggal di sana. Saat menjalankan misi ke Mars bersama timnya, mereka menghadapi badai dahsyat sehingga para kru memutuskan untuk kembali ke bumi. Tetapi di perjalanan menuju MAV (Mars Ascent Vehicle), Mark terkena hempasan antena hingga menyangkut di badannya. Dalam kondisi terluka parah, ia ditinggalkan oleh rekan-rekannya karena dianggap tidak akan selamat.
Dari situlah, petualangan Watney dimulai. Dengan tenda canggih sebagai tempat berlindung, Watney mencoba bertahan hidup di planet Mars. Ia mulai menjadi ahli botani penjelajah Mars dan tiba-tiba menjadi ahli kimia dan fisikawan untuk menanam kentang, sehingga hub (dasar tenda) dapat menghasilkan oksigen. Novel ini seolah-olah menjadikan pembaca sebagai pendamping Mark Watney, menyaksikan kegigihannya bertahan hidup di planet asing dengan bantuan ilmu pengetahuan dan berharap bisa segera mendapat bantuan.
9. We Are Legion (We Are Bob)

Membaca novel We Are Legion (We Are Bob) karya Dennis E. Taylor ini, akan membuatmu merasakan petualangan kosmik luar angkasa yang penuh kejutan. Inti kisah dalam novel ini berpusat pada tokoh bernama Bob Johansson yang baru saja menjual perusahaan perangkat lunaknya dan pensiun dini. Kehidupan nyaman sudah di depan mata, sampai ia tewas saat menyeberang jalan setelah mendaftarkan dirinya pada program cryonics, yaitu pembekuan tubuh agar bisa "dibangunkan" di masa depan.
Bob terbangun seabad kemudian dan menyadari bahwa dirinya bukan lagi manusia dalam bentuk fisik, melainkan kesadaran digital yang diunggah dalam sistem komputer. Ia dijadikan AI pengendali sebuah pesawat luar angkasa jenis Von Neumann probe, kapal yang mampu mereplikasi dirinya sendiri untuk menjelajah bintang-bintang. Tugasnya adalah mencari planet yang layak huni. Sebagai seorang software engineer, Bob menciptakan salinan dirinya. Dari sinilah, lahir "Bobiverse", sebuah jaringan para Bob yang menjelajah luar angkasa, menghadapi bahaya, dan tantangan demi menyelamatkan umat manusia.
10. Children of Time

The last but not least, ada Children of Time karya penulis Adrian Tchaikovsky. Novel ini memberikan gambaran masa depan umat manusia yang di ambang kehancuran dan berupaya menciptakan tempat tinggal baru di luar bumi. Cerita berawal dari tokoh ilmuan Dr. Avrana Kren yang melakukan eksperimen besar di sebuah planet yang telah di-terraform, dengan tujuan mempercepat evolusi monyet supaya cerdas dan siap menyambut manusia. Sayangnya, eksperimen itu gagal.
Spesies yang seharusnya berkembang, tak pernah sampai ke planet itu. Sebaliknya, sebuah nanovirus yang dirancang untuk mempercepat evolusi, justru mengubah spesies laba-laba yang ada di sana. Selama ribuan tahun, spesies laba-laba ini berevolusi dan membentuk peradaban yang amat cerdas.
Konflik bermula ketika para penyintas terakhir di bumi, melakukan perjalanan mencari planet baru menggunakan kapal luar angkasa Gilgamesh. Tujuan mereka adalah planet hasil eksperimen tersebut. Tanpa mereka sadari, planet itu telah berpenghuni dan bahaya tengah mengintai mereka. Inti dari cerita novel ini adalah perebutan "rumah" antara manusia dengan koloni laba-laba yang telah berevolusi menjadi sangat cerdas.
Novel bergenre sci-fi memang sangat memanjakan imajinasi para pembacanya. Di sisi lain, kita diajak berpikir dengan logika dan nalar di beberapa bagiannya. Tema luar angkasa dan gambaran masa depan seolah jadi langganan pada genre yang satu ini. Nah, apakah kamu sudah pernah membaca salah satu rekomendasi novel di atas?