Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Doa Ketika Ihram: Lengkap dengan Arti dan Maknanya
ilustrasi ibadah haji di sekitar kabah (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
  • Ihram adalah niat awal sebelum melaksanakan ibadah haji atau umrah, menandai seseorang telah memasuki keadaan suci sebagai muhrim.
  • Doa ihram dibacakan untuk memohon rahmat Allah dan menegaskan pengharaman diri dari hal-hal yang dilarang bagi orang berihram.
  • Saat ihram, jemaah wajib menaati larangan seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala atau wajah, serta menjaga perilaku agar ibadah tetap suci.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Haji merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilakukan oleh muslim yang telah mampu. Di dalam ibadah haji tersendiri, terdiri beberapa rukun yang wajib dilakukan. Salah satunya yang pertama adalah ihram.

Agar pelaksanaan ibadah haji semakin berkah, kamu perlu tahu makna dan doa di baliknya. Simak artikel ini untuk mengetahui bagaimana bacaan doa ihram saat haji dan umroh yang bisa kamu lantunkan.

1. Arti ihram dalam ibadah haji

Ilustrasi jemaah calon haji asal Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)

Ihram bisa diartikan sebagai niat sebelum melakukan ibadah haji atau umrah. Dalam bahasa Arab, ihram sendiri merujuk kepada keadaan seseorang yang telah berniat untuk melaksanakan ibadah haji ataupun umrah.

Mereka yang melakukan rukun ihram disebut sebagai 'muhrim'. Calon jemaah haji dan umrah wajib hukumnya untuk melaksanakan rukun ini.

2. Ini bacaan ihram yang bisa kamu lantunkan

Saat melakukan rukun ihram kamu harus mengucapkan doa khusus. Berikut terlampir lantunan doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّمُ نَفْسِي مِنْ كُلِّ مَا حَرَّمْتَ عَلَى الْمُحْرِمِ فَارْحَمْنِي يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allahumma innii uharrimu nafsii min kulli ma harramta ‘alal muhrimi farhamnii yaa arhamar raahimiin.

Artinya:

"Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan diriku dari segala yang Engkau haramkan kepada orang yang berihram, karena itu rahmatilah aku wahai Allah Yang Maha Pemberi Rahmat".

3. Aturan-aturan saat pelaksanaan ihram

Ilustrasi. Jemaah haji di Jembatan Jamarat, Mina, Arab Saudi (IDN Times/Umi Kalsum)

Saat melakukan ihram, diharamkan bagi jemaah untuk melakukan perbuatan tertentu. Seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala (untuk jemaah laki-laki) serta menutup muka (untuk jemaah perempuan), bersetubuh, menikah, berbicara kasar, membunuh binatang atau tumbuhan, memotong rambut atau kuku, dan sebagainya.

Untuk aturan busananya, pakaian ihram untuk jemaah laki-laki adalah dua lembar kain yang gak berjahit dan dipakai untuk menutupi aurat di bagian bawah. Kain satunya akan disampirkan atau diselendangkan.

Sedangkan, untuk jemaah perempuan diwajibkan untuk menutup seluruh badannya kecuali bagian muka dan telapak tangan. Selain itu, pakaian ihram pun disunahkan pakaian ihram berwarna putih.

Itu dia definisi, bacaan doa ihram saat haji atau umrah, dan aturan pelaksanaan ihram. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang ibadah haji, ya!

FAQ Seputar Doa Ketika Ihram

Bagaimana lafal bacaan niat ihram yang wajib diucapkan jemaah untuk ibadah haji maupun umrah?

Lafal niat yang diucapkan bergantung pada jenis ibadah yang dituju; untuk umrah, jemaah membaca "Labbaikallahumma 'umratan" (Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berumrah), sedangkan untuk haji, jemaah membaca "Labbaikallahumma hajjan" (Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji). Niat ini disunnahkan untuk dilafalkan dengan lisan setelah jemaah selesai merapikan pakaian ihram dan memantapkan ikrar di dalam hati tepat sebelum melewati batas wilayah miqat.

Doa pelengkap apa yang dianjurkan dibaca jemaah setelah resmi melafalkan niat ihram di miqat?

Setelah melafalkan niat inti, jemaah sangat dianjurkan membaca doa keteguhan iman dan kepasrahan: "Allahumma inni uharrimu nafsi min kulli ma harramta 'alal muhrimi..." yang artinya jemaah menyatakan diri mengharamkan jiwanya dari segala hal yang Engkau haramkan bagi orang yang berihram semata-mata karena mencari rida Allah, yang kemudian disambung dengan permohonan agar ibadah ini diterima secara utuh tanpa riya dan sum'ah.

Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan salat sunnah ihram dan bagaimana tata caranya?

Salat sunnah ihram sebanyak dua rakaat dilaksanakan sesaat sebelum melafalkan niat ihram (masih di area masjid miqat), setelah jemaah selesai mandi sunnah, memakai wewangian di anggota tubuh (bukan di kain), dan mengenakan kain ihram dengan sempurna. Tata caranya sama seperti salat sunnah mutlak pada umumnya, di mana pada rakaat pertama disunnahkan membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas.

Apa konsekuensi hukum yang mengikat jemaah begitu doa dan niat ihram selesai diikrarkan?

Begitu niat ihram selesai dilafalkan, jemaah secara resmi masuk ke dalam keadaan muhrim (berihram), yang berarti seluruh larangan ihram langsung berlaku mutlak seketika itu juga. Jemaah laki-laki dilarang mengenakan pakaian berjahit maupun penutup kepala, jemaah perempuan dilarang menutup wajah dan sarung tangan, serta kedua pihak diharamkan memakai wewangian, memotong rambut/kuku, berburu, hingga melangsungkan akad nikah sampai nanti tiba waktunya tahallul.

Editorial Team