Ilustrasi. Jemaah haji di Jembatan Jamarat, Mina, Arab Saudi (IDN Times/Umi Kalsum)
Saat melakukan ihram, diharamkan bagi jemaah untuk melakukan perbuatan tertentu. Seperti memakai pakaian berjahit, menutup kepala (untuk jemaah laki-laki) serta menutup muka (untuk jemaah perempuan), bersetubuh, menikah, berbicara kasar, membunuh binatang atau tumbuhan, memotong rambut atau kuku, dan sebagainya.
Untuk aturan busananya, pakaian ihram untuk jemaah laki-laki adalah dua lembar kain yang gak berjahit dan dipakai untuk menutupi aurat di bagian bawah. Kain satunya akan disampirkan atau diselendangkan.
Sedangkan, untuk jemaah perempuan diwajibkan untuk menutup seluruh badannya kecuali bagian muka dan telapak tangan. Selain itu, pakaian ihram pun disunahkan pakaian ihram berwarna putih.
Itu dia definisi, bacaan doa ihram saat haji atau umrah, dan aturan pelaksanaan ihram. Semoga artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang ibadah haji, ya!
Bagaimana lafal bacaan niat ihram yang wajib diucapkan jemaah untuk ibadah haji maupun umrah? | Lafal niat yang diucapkan bergantung pada jenis ibadah yang dituju; untuk umrah, jemaah membaca "Labbaikallahumma 'umratan" (Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berumrah), sedangkan untuk haji, jemaah membaca "Labbaikallahumma hajjan" (Aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk berhaji). Niat ini disunnahkan untuk dilafalkan dengan lisan setelah jemaah selesai merapikan pakaian ihram dan memantapkan ikrar di dalam hati tepat sebelum melewati batas wilayah miqat. |
Doa pelengkap apa yang dianjurkan dibaca jemaah setelah resmi melafalkan niat ihram di miqat? | Setelah melafalkan niat inti, jemaah sangat dianjurkan membaca doa keteguhan iman dan kepasrahan: "Allahumma inni uharrimu nafsi min kulli ma harramta 'alal muhrimi..." yang artinya jemaah menyatakan diri mengharamkan jiwanya dari segala hal yang Engkau haramkan bagi orang yang berihram semata-mata karena mencari rida Allah, yang kemudian disambung dengan permohonan agar ibadah ini diterima secara utuh tanpa riya dan sum'ah. |
Kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan salat sunnah ihram dan bagaimana tata caranya? | Salat sunnah ihram sebanyak dua rakaat dilaksanakan sesaat sebelum melafalkan niat ihram (masih di area masjid miqat), setelah jemaah selesai mandi sunnah, memakai wewangian di anggota tubuh (bukan di kain), dan mengenakan kain ihram dengan sempurna. Tata caranya sama seperti salat sunnah mutlak pada umumnya, di mana pada rakaat pertama disunnahkan membaca Surat Al-Kafirun setelah Al-Fatihah, dan pada rakaat kedua membaca Surat Al-Ikhlas. |
Apa konsekuensi hukum yang mengikat jemaah begitu doa dan niat ihram selesai diikrarkan? | Begitu niat ihram selesai dilafalkan, jemaah secara resmi masuk ke dalam keadaan muhrim (berihram), yang berarti seluruh larangan ihram langsung berlaku mutlak seketika itu juga. Jemaah laki-laki dilarang mengenakan pakaian berjahit maupun penutup kepala, jemaah perempuan dilarang menutup wajah dan sarung tangan, serta kedua pihak diharamkan memakai wewangian, memotong rambut/kuku, berburu, hingga melangsungkan akad nikah sampai nanti tiba waktunya tahallul. |