"Kamu mungkin perlu menunjukkan tough love kepada sahabat ketika melihatnya terjebak dalam pola hubungan yang toxic atau melakukan perilaku yang membahayakan dirinya sendiri maupun orang lain," ujar Sabrina Romanoff, PsyD, psikolog klinis, dikutip dari Verywell Mind.
Situasi Ketika Kamu Perlu Memberikan Tough Love ke Sahabat, Support!

Tidak semua bentuk kepedulian harus ditunjukkan dengan selalu mengiyakan atau menenangkan sahabat saat ia sedang menghadapi masalah. Ada kalanya menjadi sahabat yang baik justru berarti berani mengatakan hal yang mungkin tidak ingin ia dengar demi kebaikannya.
Tough love merupakan bentuk kepedulian yang disampaikan dengan jujur dan penuh empati demi membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih baik. Lantas, dalam situasi seperti apa tough love perlu diberikan kepada sahabat? Simak beberapa tandanya berikut ini.
1. Saat sahabatmu terjebak dalam hubungan yang toxic

Melihat sahabat terus bertahan dalam hubungan yang toxic tentu tidak mudah. Apalagi jika kamu sudah sering mendengarkan keluh kesahnya, tetapi ia tetap kembali pada situasi yang sama. Jika hal ini mulai berdampak buruk pada kesehatan emosionalnya, tough love mungkin perlu diberikan.
Kamu bisa dengan jujur mengingatkannya bahwa ia pantas mendapatkan hubungan yang lebih sehat dan membantunya melihat pola yang selama ini merugikan dirinya. Dukungan yang tulus tidak selalu berarti membenarkan semua keputusan yang ia ambil.
2. Saat sahabatmu melakukan perilaku yang merusak diri sendiri

Tidak semua perilaku merusak diri sendiri terlihat jelas. Beberapa orang justru menganggap kebiasaan yang tidak sehat sebagai hal yang wajar, seperti berjudi berlebihan, menyalahgunakan zat tertentu, atau menghamburkan uang tanpa kendali.
Jika sahabatmu mulai kehilangan kendali atas perilakunya, jangan ragu untuk menunjukkan kekhawatiranmu. Terkadang, ia membutuhkan seseorang yang cukup peduli untuk mengingatkannya bahwa perilaku tersebut dapat merugikan dirinya sendiri.
3. Saat sahabatmu terus mengabaikan kesehatannya

Ada orang yang memilih mengabaikan masalah kesehatannya dengan alasan sibuk atau merasa semuanya akan baik-baik saja. Padahal, menunda pemeriksaan kesehatan fisik maupun mental dapat memperburuk kondisi yang sedang dialami.
Sebagai sahabat, kamu bisa mengingatkannya dengan lebih tegas bahwa dirinya juga penting untuk dijaga. Tidak ada salahnya mendorongnya untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional apabila memang dibutuhkan. Bentuk kepedulian seperti ini bisa memberikan dampak besar bagi kehidupannya di masa depan.
4. Saat sahabatmu terus mengeluh, tetapi tidak mau melakukan perubahan

Semua orang membutuhkan tempat untuk bercerita saat menghadapi masalah. Namun jika sahabatmu terus mengeluhkan hidupnya tanpa pernah berusaha melakukan perubahan, mungkin sudah waktunya untuk memberikan tough love.
Ingatkan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa tindakan nyata. Dukungan yang baik bukan hanya mendengarkan, tetapi juga membantu sahabatmu menyadari bahwa ia memiliki kendali untuk memperbaiki situasinya.
5. Saat perilaku sahabatmu mulai memengaruhi dirimu secara emosional

Menyayangi seseorang bukan berarti kamu harus mengorbankan kesehatan mentalmu sendiri. Jika perilaku sahabatmu mulai membuatmu merasa lelah secara emosional, dimanfaatkan, atau terus berada dalam situasi yang tidak sehat, menetapkan batasan adalah hal yang wajar dilakukan.
Memberikan tough love juga berarti berani mengatakan bahwa kamu membutuhkan ruang untuk menjaga dirimu sendiri. Kamu tetap bisa hadir untuknya tanpa harus selalu menjadi penyelamat dalam setiap masalah yang dihadapinya. Hubungan pertemanan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman bagi kedua belah pihak.
"Kita tidak memiliki kendali atas kehidupan sahabat kita. Mereka bebas menjalani hidup sesuai dengan pilihan mereka sendiri, meskipun terkadang sulit bagi kita untuk menyaksikannya. Yang bisa kita lakukan hanyalah menunjukkan kepedulian dan perhatian, serta menetapkan batasan yang sehat bagi diri kita sendiri," ujar Claudia de Llano, LMFT, terapis pernikahan dan keluarga, dikutip dari Verywell Mind.
Memberikan tough love memang tidak selalu nyaman, tetapi terkadang itulah bentuk kepedulian yang paling dibutuhkan oleh sahabatmu. Selama disampaikan dengan empati, kejujuranmu bisa menjadi langkah awal yang membantunya bertumbuh dan mengambil keputusan yang lebih baik.






















