Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Menyimpan dan Merawat Kebaya di Lemari agar Tidak Mudah Rusak

5 Cara Menyimpan dan Merawat Kebaya di Lemari agar Tidak Mudah Rusak
ilustrasi kebaya (unsplash.com/Gusti Ayu Putu Devy Savitri)
Share Article

Setiap tanggal 24 Juli, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebaya Nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap kebaya yang menjadi bagian dari identitas budaya perempuan Indonesia. Setiap daerah memiliki ciri khas kebaya dengan model, warna, hingga detail yang berbeda-beda. Keberagaman tersebut membuat kebaya sebagai nilai budaya yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Saat ini, kebaya banyak dikenakan dalam berbagai kesempatan dan acara resmi. Tidak sedikit orang yang memiliki lebih dari satu kebaya dengan bahan, warna, dan model yang berbeda. Karena itu, cara menyimpan dan merawat kebaya juga perlu diperhatikan agar kain, bordir, maupun payetnya tetap terjaga. Dengan penyimpanan dan perawatan yang tepat, kebaya dapat tetap awet dan siap kamu pakai kapan saja. 

Cara menyimpan kebaya

Menyimpan kebaya menjadi salah satu hal yang tidak boleh diabaikan jika ingin tetap awet. Penyimpanan yang kurang tepat dapat membuat kebaya mudah kusut, berjamur, hingga merusak bordir atau payet yang menempel pada kain. Supaya kondisinya tetap terjaga meski disimpan dalam waktu lama, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan seperti berikut:

1. Lipat dengan kertas tisu

https://www.pexels.com/id-id/foto/desain-rancangan-bersih-kesehatan-3963104/
ilustrasi tisu (pexels.com/Vie Studio)

Tidak semua kebaya harus digantung di dalam lemari. Jika ruang penyimpanan terbatas, kebaya juga bisa dilipat. Tetapi perlu diperhatikan untuk jenis kebaya yang memiliki banyak payet, bordir, atau manik-manik. Cara melipatnya tidak boleh sembarangan karena tekanan pada lipatan dapat membuat hiasan di permukaan kain mudah rusak atau saling bergesekan.

Melansir Vogue, pakaian dengan detail yang rumit sebaiknya dilipat menggunakan lembaran kertas tisu di setiap lipatan atau di antara lapisan kain. Cara ini dapat membantu mengurangi gesekan sekaligus menjaga serat kain tetap dalam kondisi baik selama disimpan. Dengan teknik melipat kebaya seperti ini, bentuk kebaya akan tetap rapi meski disimpan cukup lama di dalam lemari.


2. Hindari menggunakan gantungan baju kawat

baju digantung (unsplash.com/Fernando Lavin)
baju digantung (unsplash.com/Fernando Lavin)

Jika kamu lebih suka menyimpan kebaya dengan cara digantung, pemilihan hanger juga penting untuk diperhatikan. Gantungan baju berbahan kawat memang terlihat lebih praktis, tetapi kurang cocok digunakan untuk menyimpan kebaya. Terlebih jika kebaya terbuat dari bahan yang cukup berat atau memiliki banyak detail bordir dan payet.

Masih melansir Vogue, gantungan kawat dapat membuat bagian bahu pakaian berubah bentuk sehingga terlihat melengkung saat dikenakan. Bahan kawat juga berisiko berkarat dan meninggalkan noda apabila disimpan dalam waktu lama. Sebagai gantinya, gunakan hanger berbahan kayu atau plastik tebal yang lebih kokoh sehingga bentuk kebaya tetap terjaga dan tidak mudah berubah.

3. Simpan menggunakan garment bag

garment bag.jpg
Garment bag (pinterest/Fatima Maldonado)

Kebaya yang digantung di lemari tetap membutuhkan perlindungan tambahan agar tidak mudah terkena debu. Apalagi jika lemari sering dibuka tutup atau digunakan untuk menyimpan berbagai jenis pakaian. Tanpa pelindung, kain kebaya lebih mudah kotor dan berisiko tersangkut dengan pakaian lain.

Dilansir Hayden Hill London, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan pada kebaya adalah menyimpan kebaya menggunakan garment bag. Penutup pakaian ini dirancang mengikuti bentuk gantungan baju sehingga dapat melindungi pakaian dari debu tanpa membuatnya kusut. Penggunaan garment bag juga membantu mempertahankan bentuk kebaya agar tetap rapi saat akan digunakan kembali.

4. Gunakan pengharum lemari anti serangga

ilustrasi taruh lavender di lemari pakaian (vecteezy.com/towfiqu_nsu528818)
ilustrasi taruh lavender di lemari pakaian (vecteezy.com/towfiqu_nsu528818)

Kondisi lemari yang tertutup dalam waktu lama sering kali menjadi tempat yang disukai serangga, seperti ngengat. Jika dibiarkan, serangga tersebut dapat merusak serat kain dan meninggalkan lubang pada pakaian. Karena itu, kebaya sebaiknya diberi perlindungan tambahan selama disimpan di lemari.

Melansir Vogue, kamu bisa menggunakan pengharum lemari antiserangga atau kantung pewangi berbahan lavender sebagai alternatif penggunaan kamper. Aroma lavender dikenal membantu mengusir serangga sekaligus membuat isi lemari tetap segar. Namun, pastikan kantung pewangi tidak bersentuhan langsung dengan kebaya agar tidak meninggalkan bekas atau memengaruhi kondisi kain.

5. Simpan kebaya dalam keadaan bersih dan kering

Ilustrasi persewaan baju kebaya. https://www.istockphoto.com/DedyAndrianto
Ilustrasi persewaan baju kebaya. https://www.istockphoto.com/DedyAndrianto

Sebelum memasukkan kebaya ke dalam lemari, pastikan pakaian sudah benar-benar bersih dan kering. Kebiasaan menyimpan kebaya yang masih lembap dapat memicu munculnya jamur, bau apek, hingga merusak kualitas kain. Hal sederhana seperti ini sering kali luput diperhatikan, padahal sangat berpengaruh terhadap daya tahan kebaya.

Melansir Los Angeles Times, pakaian sebaiknya dibiarkan berada di ruang terbuka selama beberapa waktu setelah dicuci hingga benar-benar kering sebelum disimpan. Pastikan kondisi lemari juga tidak lembap agar sirkulasi udara tetap terjaga. Cara seperti ini akan membuat kebaya lebih awet serta terhindar dari jamur maupun kerusakan akibat kelembapan.

Cara merawat kebaya

Kebaya juga perlu dirawat dengan benar agar kualitas kain dan detail hiasannya tetap terjaga. Perawatan yang tepat dapat membantu menjaga warna, bentuk, hingga bordir dan payet agar tidak mudah rusak dengan beberapa cara sebagai berikut:

1. Cuci sesuai jenis bahannya

Cuci baju saat musim hujan (123rf.com/studioaccendo)
Cuci baju (123rf.com/studioaccendo)

Cara mencuci kebaya sebaiknya disesuaikan dengan jenis bahan yang digunakan. Hal ini karena setiap bahan memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan perlakuan yang berbeda pula. Jika semua jenis kebaya dicuci dengan cara yang sama, bukan tidak mungkin kain akan cepat rusak atau hiasannya mudah terlepas. Maka penting untuk mengenali bahan kebaya sebelum mulai mencucinya.

Untuk kebaya berbahan brokat, kamu bisa merendamnya terlebih dahulu menggunakan air dan deterjen yang lembut, kemudian mengucek perlahan pada bagian yang terkena noda. Hindari menggunakan mesin cuci atau memeras kebaya terlalu kuat karena dapat merusak serat kain. Sementara itu, kebaya yang memiliki banyak payet sebaiknya tidak disikat agar hiasannya tidak mudah lepas. Setelah dicuci, cukup tepuk perlahan menggunakan kain bersih untuk menyerap sisa air, lalu gantung menggunakan hanger kayu atau hanger plastik yang tebal hingga kering.

2. Hindari menjemur di bawah sinar matahari langsung

ilustrasi wanita jemur pakaian (pixabay.com/Victoria_Watercolor)
ilustrasi wanita jemur pakaian (pixabay.com/Victoria_Watercolor)

Menjemur kebaya memang perlu dilakukan setelah dicuci, tetapi pilihlah tempat yang teduh dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang lama, dapat memengaruhi warna kain, terutama pada kebaya dengan warna-warna cerah. Beberapa jenis bahan kebaya juga lebih sensitif terhadap panas sehingga memerlukan perhatian khusus saat dijemur.

Kebaya yang memiliki payet atau hiasan tambahan juga sebaiknya tidak dijemur di bawah terik matahari. Suhu yang terlalu tinggi berisiko membuat warna payet memudar atau lapisan perekatnya lebih cepat rusak. Agar kondisi kebaya tetap terjaga, cukup gantung di tempat yang teduh hingga benar-benar kering sebelum kembali disimpan.

3. Segera bersihkan jika terkena noda

ilustrasi noda pakaian (pexels.com/Skylar Kang)
ilustrasi noda pakaian (pexels.com/Skylar Kang)

Jika kebaya terkena noda saat digunakan, jangan menunggu hingga noda mengering atau menempel terlalu lama. Semakin cepat dibersihkan, semakin besar kemungkinan noda tersebut dapat hilang tanpa meninggalkan bekas. Hal ini juga membantu mengurangi risiko noda meresap ke dalam serat kain yang umumnya cukup halus.

Gunakan deterjen cair atau sabun bayi yang memiliki kandungan lebih lembut untuk membersihkan bagian yang terkena noda. Hindari menyikat permukaan kain karena dapat merusak bordir maupun payet yang menempel pada kebaya. Cukup usap atau tepuk perlahan pada bagian yang kotor hingga nodanya memudar. Setelah itu, bilas dengan air bersih dan keringkan menggunakan cara yang sesuai dengan jenis bahannya.

4. Setrika kebaya dengan hati-hati

ilustrasi setrika baju (freepik.com/pressfoto)
ilustrasi setrika baju (freepik.com/pressfoto)

Menyetrika kebaya juga memerlukan perhatian, terutama jika terbuat dari bahan yang mudah rusak seperti brokat atau tile. Penggunaan suhu yang terlalu tinggi dapat membuat serat kain berubah bentuk, bahkan merusak detail bordir maupun payet yang ada di permukaannya. Karena itu, jangan terburu-buru saat menyetrika kebaya.

Sesuaikan suhu setrika dengan jenis bahan kebaya yang digunakan. Untuk bahan katun, kamu bisa menggunakan suhu sedang, sedangkan bahan brokat atau tile sebaiknya disetrika menggunakan suhu rendah. Agar lebih aman, lapisi permukaan kebaya dengan kain tipis sehingga panas setrika tidak mengenai kain secara langsung. Cara sederhana ini dapat membantu menjaga tekstur dan tampilan kebaya tetap rapi.

5. Periksa kondisi kebaya secara berkala

Ilustrasi setelan kebaya terpasang di patung (unsplash.com/@aimaris)
Ilustrasi setelan kebaya (unsplash.com/@aimaris)

Meskipun jarang digunakan, kebaya tetap perlu diperiksa secara berkala saat disimpan di dalam lemari. Terlalu lama membiarkannya tanpa dicek, dapat membuat kamu tidak menyadari jika mulai muncul jamur, bau apek, atau kerusakan pada kain. Kebiasaan sederhana ini sering kali diabaikan, padahal sangat berpengaruh terhadap kondisi kebaya.

Sesekali keluarkan kebaya dari lemari untuk melihat kondisi kain bordir maupun payetnya. Kamu juga bisa mengangin-anginkan kebaya di tempat yang teduh agar sirkulasi udaranya tetap terjaga. Jika menemukan benang yang mulai lepas atau payet yang kendur, segera lakukan perbaikan sebelum kerusakannya semakin parah.

Kebaya sebagai simbol pakaian wanita indonesia sekaligus menjadi warisan budaya yang patut dijaga. Karena itu, penyimpanan dan perawatannya tidak boleh dilakukan sembarangan agar kualitas kain, bordir, maupun payetnya tetap terawat dan dapat dipakai berulang kali. Melalui beberapa cara penyimpanan dan perawatan kebaya di atas, kebaya milikmu akan terjaga keindahannya serta siap dikenakan kembali di berbagai momen spesial. Semoga informasi ini bermanfaat ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More