Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kamu Sering Mengeluh? Coba Tantangan Tabungan Denda Rp10 Ribu
Ilustrasi seseorang menabung (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Tantangan tabungan denda Rp10 ribu mengajak peserta menyisihkan uang setiap mengeluh atau berkata kasar, untuk meningkatkan kesadaran atas kebiasaan berbicara sekaligus menabung.
  • Aturan perlu dibuat jelas, termasuk kategori ucapan yang dihitung dan pengecualian untuk keluhan demi mencari solusi; uang sebaiknya langsung dipisahkan ke tempat khusus.
  • Peserta dianjurkan mencatat pelanggaran, mengubah keluhan menjadi tindakan, menetapkan target mingguan, serta menentukan tujuan dana tanpa memendam emosi atau masalah serius.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak kamu baru sadar kalau dalam sehari ternyata cukup banyak hal yang bikin kesal? Jalanan macet, pekerjaan belum selesai, pesan belum dibalas, sampai hal kecil di rumah yang tiba-tiba bikin emosi. Tanpa sadar, keluhan seperti 'duh', 'capek banget', atau kata-kata kasar bisa keluar begitu saja karena sudah menjadi kebiasaan.

Nah, bagaimana kalau setiap kali mengeluh atau mengucapkan kata kasar, kamu harus memasukkan Rp10 ribu ke tabungan? Kedengarannya sederhana, tetapi jumlahnya bisa membuatmu berpikir dua kali sebelum kembali mengeluh. Selain berpotensi menambah tabungan, aturan ini bisa menjadi permainan kecil untuk membuat kamu lebih sadar terhadap kebiasaan berbicara sehari-hari.

1. Tentukan kata atau kebiasaan yang masuk aturan

Ilustrasi menabung (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Sebelum mulai, kamu perlu menentukan apa saja yang akan dikenai 'denda' Rp10 ribu. Kalau semua ekspresi kesal dianggap pelanggaran, kamu mungkin malah bingung sendiri karena hampir setiap percakapan bisa terasa seperti harus membayar. Buat aturan yang cukup jelas, misalnya kata kasar tertentu, keluhan yang berulang, atau ucapan negatif yang sebenarnya bisa kamu tahan.

Kamu juga bisa membuat daftar kecil di catatan ponsel agar gak lupa. Misalnya, setiap kali mengucapkan kata kasar, langsung dicatat satu kali dan uangnya disisihkan. Untuk keluhan, kamu bisa memberi batas bahwa keluhan yang benar-benar diperlukan untuk mencari solusi gak termasuk dalam aturan, sehingga sistem ini tetap terasa masuk akal.

2. Siapkan tempat khusus untuk uang denda

ilustrasi seseorang menabung di E-wallet (freepik.com/pvproductions)

Jangan hanya mengandalkan ingatan untuk menyimpan Rp10 ribu setiap kali aturan terpenuhi. Kalau uangnya tetap berada di dompet, kamu mungkin lupa sudah berapa kali mengeluarkannya. Lebih baik siapkan celengan, amplop, atau rekening terpisah yang memang khusus digunakan untuk sistem ini.

Setiap kali mengucapkan kata kasar atau mengeluh sesuai aturan, langsung pisahkan Rp10 ribu. Kalau kamu menggunakan transaksi digital, nominal tersebut bisa langsung dipindahkan ke rekening tabungan khusus. Kebiasaan memisahkan uang saat itu juga membuat aturan terasa lebih nyata dan membantu kamu melihat perkembangan tabungan dari waktu ke waktu.

3. Catat berapa kali kamu harus membayar

ilustrasi seseorang menabung (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Catatan sederhana bisa membuat tantangan ini terasa lebih seru. Kamu bisa membuat tabel kecil berisi tanggal, jumlah pelanggaran, dan total uang yang harus disisihkan pada hari tersebut. Gak perlu menggunakan aplikasi khusus karena catatan di ponsel pun sudah cukup.

Setelah beberapa hari, coba lihat hasilnya. Kalau ternyata kamu harus mengeluarkan Rp30 ribu atau Rp50 ribu dalam satu hari hanya karena terlalu banyak mengeluh, mungkin itu bisa menjadi bahan refleksi. Bukan sekadar karena uangnya bertambah, tetapi karena kamu jadi tahu seberapa sering kebiasaan tersebut muncul dalam kehidupan sehari-hari.

4. Ubah keluhan menjadi tindakan

ilustrasi seseorang menabung (pexels.com/maitree rimthong)

Sistem ini akan lebih menarik kalau kamu gak hanya fokus pada uang yang harus dikeluarkan. Setiap kali merasa ingin mengeluh, coba berhenti beberapa detik dan tanyakan kepada diri sendiri apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan. Kalau ada, arahkan energi dari mengeluh menjadi mencari solusi.

Misalnya, kamu mengeluh pekerjaan terlalu banyak karena merasa kewalahan. Daripada terus mengulang keluhan yang sama, kamu bisa membuat daftar prioritas dan menyelesaikan tugas satu per satu. Kalau kamu tetap mengeluh dan harus memasukkan Rp10 ribu ke tabungan, anggap saja uang tersebut sebagai pengingat bahwa kamu ingin membangun kebiasaan yang lebih sadar.

5. Jadikan tantangan ini sebagai permainan, bukan hukuman

ilustrasi orang menabung (pexels.com/Karolina Grabowska)

Menabung dengan sistem 'denda' sebaiknya gak membuat kamu merasa bersalah setiap kali gagal mengontrol ucapan. Semua orang bisa kesal, kecewa, atau mengeluh dalam situasi tertentu. Yang ingin dibangun melalui tantangan ini adalah kesadaran terhadap kebiasaan, bukan tuntutan supaya kamu selalu positif sepanjang waktu.

Kamu bahkan bisa membuat target mingguan agar tantangannya terasa lebih menyenangkan. Misalnya, kamu ingin mengurangi jumlah 'denda' dari sepuluh kali dalam satu minggu menjadi tujuh kali pada minggu berikutnya. Kalau jumlahnya berkurang, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu mulai lebih sadar sebelum mengeluarkan kata-kata yang sebenarnya ingin kamu tahan.

6. Tentukan tujuan untuk uang yang terkumpul

ilustrasi menabung (pexels.com/cottonbro)

Menabung akan terasa lebih menyenangkan kalau kamu tahu uang tersebut nantinya mau digunakan untuk apa. Jangan biarkan uang 'denda' terkumpul tanpa tujuan karena kamu bisa saja tergoda mengambilnya kembali. Tentukan satu tujuan sederhana, seperti membeli sesuatu yang sudah lama diinginkan, menambah tabungan, atau memasukkannya ke dana darurat.

Kamu juga bisa membuat tantangan selama satu bulan dan melihat berapa jumlah yang berhasil dikumpulkan. Misalnya, setelah 30 hari ternyata terkumpul Rp300 ribu dari kebiasaan yang sebelumnya gak kamu sadari. Jumlah tersebut bisa menjadi pengingat bahwa perubahan kecil dalam perilaku ternyata juga bisa menghasilkan sesuatu yang konkret.

Ada perbedaan antara mengeluh tanpa tujuan dan menyampaikan sesuatu yang memang perlu dibicarakan. Kalau kamu sedang menghadapi masalah serius, tentu kamu tetap perlu mengungkapkan apa yang dirasakan agar bisa mencari bantuan atau solusi. Sistem ini sebaiknya gak membuat kamu merasa harus memendam semua emosi hanya karena takut kehilangan uang.

Kamu bisa membuat kategori yang lebih fleksibel. Keluhan yang disampaikan untuk mencari solusi gak perlu dihitung, sedangkan keluhan yang hanya berulang-ulang dan sebenarnya sudah kamu sadari bisa masuk aturan. Dengan begitu, tantangan tetap berfungsi sebagai alat refleksi tanpa membuat komunikasi sehari-hari menjadi terlalu kaku.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article