Pemadaman api dan asap akibat Karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)
Udara bersih bukan hadiah dari pemerintah, melainkan kebutuhan dasar yang seharusnya dijaga bersama melalui kebijakan dan tindakan nyata. Ketika kabut asap mengganggu aktivitas, masyarakat berhak meminta informasi yang transparan serta perlindungan yang memadai.
21. "Rakyat tidak meminta langit berwarna emas. Cukup biru seperti yang dijanjikan dalam setiap kampanye kepedulian lingkungan."
22. "Lucu, kita disuruh menjaga lingkungan, tetapi masih harus bertanya siapa yang bertanggung jawab ketika lingkungan rusak."
23. "Udara bersih bukan program bagi-bagi hadiah. Jadi, mengapa mendapatkannya terkadang terasa seperti keberuntungan?"
24. "Jangan bangga menyebut negeri ini kaya alam jika rakyatnya harus berjuang mendapatkan udara yang layak dihirup."
25. "Kalau kabut asap adalah ujian kepemimpinan, semoga yang dinilai bukan kepiawaian berbicara, melainkan keberhasilan melindungi warga."
26. "Rakyat sudah cukup menghirup asap. Tidak perlu ditambah dengan kabut informasi tentang siapa melakukan apa."
27. "Transparansi itu penting. Sebab, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar kabar bahwa semuanya aman, tetapi penjelasan yang bisa dipercaya."
28. "Jangan jadikan kesabaran rakyat sebagai strategi penanganan bencana. Kesabaran bukan pengganti tindakan."
29. "Pemulihan lingkungan tidak bisa selesai dengan menghapus unggahan lama dan membuat slogan baru."
30. "Semoga suatu hari nanti, saat pemerintah berbicara tentang kabut asap, rakyat bisa mendengarkan tanpa harus bertanya, 'Kali ini buktinya mana?'"
Kabut asap bukan sekadar gangguan musiman yang bisa dilupakan ketika langit kembali cerah. Persoalan ini menyangkut kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, dan tanggung jawab pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk mencegah serta menanganinya.