ilustrasi menjaga hubungan dengan orang lain (pexels.com/ Pavel Danilyuk)
Kecerdasan emosional juga berkaitan dengan kemampuan membangun dan mempertahankan hubungan. Seseorang dengan kemampuan ini biasanya lebih peka terhadap dinamika dalam interaksi, tahu kapan harus berbicara, kapan mendengarkan, dan bagaimana menyesuaikan sikap tanpa kehilangan batas diri.
Dia juga gak harus disukai semua orang untuk bisa memiliki hubungan yang sehat. Yang lebih penting, dia mampu berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, memahami kebutuhan orang lain, sekaligus tetap bertanggung jawab terhadap emosi dan pilihannya sendiri.
Kecerdasan emosional bukan kemampuan yang hanya terlihat ketika seseorang sedang menghadapi masalah besar. Justru, cara seseorang merespons berbagai situasi kecil dalam kehidupan sehari-hari sering memperlihatkan seberapa baik dia memahami dan mengelola emosinya.
Menurut kerangka Goleman, kemampuan tersebut juga bukan sesuatu yang sepenuhnya kaku sejak lahir. Kesadaran terhadap emosi, cara mengendalikan respons, dan kemampuan berhubungan dengan orang lain dapat terus dipelajari serta dikembangkan sepanjang hidup.