Ilustrasi tempat penitipan hewan peliharaan (pexels.com/Mia X)
Ada banyak hal yang perlu diperhatikan ketika anak menyakiti hewan. Orangtua perlu tahu alasannya, apakah itu perilaku disengaja atau tidak disengaja, dan apakah anak menyesali perbuatan tersebut. Psikolog Anindya Jati Andri dalam laman pribadinya, Tanya Psikolog, mengungkapkan bahwa masalah kekerasan pada hewan ini berhubungan dengan kondisi psikologis atau emosional anak-anak.
Bisa jadi, anak-anak sebenarnya sedang marah atau mengalami kekecewaan dalam riset The relationship between animal cruelty in children and adolescent and interpersonal violence: A systematic review (2019). Perasaan tidak nyaman dan aman seperti takut dan amarah diekspresikan dengan menyakiti hewan. Untuk itu, orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak sesuai dengan konteks usia mereka.
Anak usia 7-12 tahun seharusnya sudah bisa memahami bahwa menyakiti hewan adalah perbuatan yang tidak baik. Apabila tetap dilakukan, maka hal itu bisa menjadi gejala dari suatu permasalahan psikologis. Orangtua perlu mencari bantuan profesional karena tindakan tersebut bukan hal yang "normal" untuk dilakukan anak usia tersebut.