Fashion memang identik dengan pakaian, tren, dan penampilan, tetapi fungsinya tidak berhenti pada persoalan estetika. Sejak lama, pakaian digunakan untuk menunjukkan pandangan terhadap isu sosial, politik, budaya, hingga lingkungan. Karena dikenakan langsung di tubuh, sebuah busana bahkan bisa berubah menjadi simbol yang menyampaikan sikap tanpa harus banyak bicara.
Hubungan antara fashion dan politik pun bukan sesuatu yang baru terjadi sekarang. Sejarah mencatat penggunaan pakaian sebagai simbol kebanggaan kelas pekerja, perlawanan, feminisme, identitas, hingga gerakan sosial. Lantas, kenapa fashion begitu sering digunakan untuk menyuarakan sikap?
