Gen Z dan gen Alpha dikenal lebih terbuka dalam membicarakan perasaan dan kesehatan mental dibanding generasi sebelumnya. Mereka juga lebih mudah mengenali emosi yang dirasakan dan tidak ragu mencari bantuan ketika membutuhkannya. Hal ini tentu bukan sekadar tren, melainkan hasil dari berbagai perubahan pola pengasuhan dan lingkungan tempat mereka tumbuh.
Kesadaran emosional yang dimiliki kedua generasi ini dibentuk oleh banyak faktor, mulai dari pola asuh orangtua hingga pendidikan di sekolah. Mereka tumbuh di era ketika emosi dianggap penting untuk dipahami, bukan sesuatu yang harus ditekan. Lalu, apa yang membuat gen Z dan gen Alpha lebih melek emosi? Yuk, cari tahu lewat artikel berikut!
