Ketika foto, video, atau percakapan pribadi tersebar di internet tanpa izin, korban bukan hanya harus menghadapi hilangnya privasi. Mereka juga mungkin merasa malu, takut dihakimi, bahkan khawatir orang-orang terdekat akan mengetahui hal yang selama ini ingin mereka simpan sendiri. Situasi ini bisa terasa semakin berat ketika konten tersebut bersifat intim atau berpotensi merusak reputasi korban.
Sayangnya, tidak semua korban berani mencari bantuan atau melaporkan kejadian yang mereka alami. Ada yang memilih diam karena takut masalahnya semakin ramai, sementara yang lain khawatir justru disalahkan atas kejadian tersebut. Padahal, menyebarkan konten pribadi seseorang tanpa persetujuan bukanlah hal yang bisa dibenarkan. Lantas, kenapa korban sering takut melapor saat konten pribadi mereka disebar?
