Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membuat Target Membaca Tahunan Lebih Realistis

6 min read
5 Cara Membuat Target Membaca Tahunan Lebih Realistis
ilustrasi seseorang sedang membaca (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Pernah gak kamu membuat target membaca puluhan buku dalam setahun, tetapi baru menyelesaikan beberapa judul ketika tahun hampir berakhir? Awalnya, semangat membaca terasa menggebu-gebu, apalagi setelah melihat orang lain membagikan pencapaian membaca mereka di media sosial. Kamu pun mulai menyusun daftar buku incaran, menentukan jumlah halaman yang harus dibaca setiap hari, dan membayangkan rak buku yang semakin penuh. Namun, ketika pekerjaan menumpuk, urusan rumah datang silih berganti, atau tubuh sudah terlalu lelah, target membaca itu perlahan terlupakan.

Sebenarnya, punya target membaca tahunan merupakan langkah yang bagus untuk membangun kebiasaan membaca. Kamu jadi punya arah, lebih mudah memilih buku, dan bisa melihat perkembangan diri dari waktu ke waktu. Masalahnya, target yang terlalu tinggi justru bisa membuat membaca terasa seperti kewajiban tambahan, bukan kegiatan yang menyenangkan. Supaya semangatmu tetap terjaga sampai akhir tahun, yuk, coba lima cara membuat target membaca tahunan yang lebih realistis dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari!

  1. 1. Mulai dari kebiasaan membaca yang sudah kamu miliki

    Ilustrasi seseorang membaca buku dengan fokus, menggambarkan kegiatan literasi dan waktu belajar secara mandiri.
    ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/MART PRODUCTION)

    Sebelum menentukan berapa banyak buku yang ingin diselesaikan, coba lihat kebiasaan membacamu selama ini. Kalau kamu terbiasa membaca satu buku setiap bulan, menetapkan target 50 buku dalam setahun mungkin terasa terlalu berat. Sebaliknya, jika kamu sudah terbiasa membaca setiap hari dan bisa menyelesaikan beberapa buku dalam sebulan, target yang lebih tinggi mungkin masih masuk akal. Intinya, target membaca sebaiknya berangkat dari kondisi nyata, bukan sekadar mengikuti pencapaian orang lain.

    Kamu bisa memulainya dengan mengevaluasi berapa banyak buku yang berhasil dibaca selama setahun terakhir. Perhatikan juga waktu yang biasanya kamu gunakan untuk membaca, misalnya sebelum tidur, saat perjalanan, atau ketika memiliki waktu luang pada akhir pekan. Jika tahun lalu kamu hanya menyelesaikan enam buku, cobalah menetapkan target delapan atau sepuluh buku untuk tahun berikutnya. Peningkatan kecil seperti ini tetap berarti karena kamu sedang membangun kebiasaan yang bisa dipertahankan, bukan sekadar mengejar angka yang terlihat mengesankan.

  2. 2. Sesuaikan jumlah buku dengan aktivitas sehari-hari

    Seseorang membaca buku terbuka dengan fokus, menggambarkan aktivitas membaca dalam suasana tenang di dalam ruangan.
    ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Artem Podrez)

    Kesibukan setiap orang berbeda-beda, sehingga target membaca yang cocok untuk temanmu belum tentu sesuai untukmu. Kamu mungkin harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, kegiatan sosial, dan kebutuhan beristirahat. Dalam kondisi seperti itu, memaksakan diri membaca satu buku setiap minggu bisa membuat kegiatan membaca terasa melelahkan. Karena itu, penting untuk mempertimbangkan rutinitas harian sebelum menentukan jumlah buku yang ingin diselesaikan dalam setahun.

    Sebagai contoh, kamu bisa memulai target membaca 12 buku setahun, atau satu buku setiap bulan. Jika satu buku memiliki sekitar 240 halaman, kamu hanya perlu membaca rata-rata delapan halaman per hari untuk menyelesaikannya dalam 30 hari. Jumlah tersebut tentu bisa disesuaikan dengan ketebalan buku dan kecepatan membacamu. Kamu juga gak harus membaca setiap hari jika jadwal sedang padat, sebab beberapa sesi membaca yang lebih panjang pada akhir pekan bisa membantu mengejar waktu yang terlewat.

  3. 3. Pilih buku yang benar-benar menarik minatmu

    Ilustrasi seseorang sedang membaca buku sambil menikmati waktu luang dalam suasana yang tampak tenang.
    ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Monstera Production)

    Target membaca akan terasa lebih mudah dijalankan jika kamu menikmati buku yang sedang dibaca. Bayangkan kamu menyukai novel misteri, tetapi seluruh daftar bacaan tahunan justru dipenuhi buku tebal tentang topik yang belum terlalu kamu minati. Kamu mungkin tetap berusaha menyelesaikannya pada awal tahun, tetapi lama-kelamaan semangat membaca bisa menurun. Bukan berarti buku yang menantang harus dihindari, melainkan kamu perlu memberi ruang bagi bacaan yang membuatmu penasaran dan ingin terus membuka halaman berikutnya.

    Cobalah menyusun daftar bacaan berdasarkan beberapa kategori, seperti fiksi, pengembangan diri, sejarah, pendidikan, atau topik lain yang ingin kamu pelajari. Kamu bisa mengombinasikan buku ringan yang menyenangkan dengan buku yang membutuhkan konsentrasi lebih tinggi. Kalau satu buku ternyata gak sesuai selera, kamu boleh berhenti dan memilih bacaan lain setelah mempertimbangkannya. Target membaca bukan ujian yang mengharuskanmu menuntaskan semua buku, melainkan cara untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan kegiatan membaca.

  4. 4. Buat target bulanan yang fleksibel, bukan aturan kaku

    Ilustrasi seseorang membaca buku terbuka dengan suasana tenang, menggambarkan kegiatan literasi dan konsentrasi.
    ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

    Menetapkan target tahunan saja terkadang terasa terlalu jauh untuk dipantau. Kamu mungkin bersemangat pada Januari, tetapi mulai lupa mengevaluasi kemajuan ketika memasuki pertengahan tahun. Supaya target tetap terasa dekat, pecahlah menjadi sasaran bulanan yang lebih mudah dikelola. Misalnya, jika ingin membaca 12 buku dalam setahun, kamu bisa menargetkan satu buku setiap bulan sambil menyesuaikan jumlah halaman dan waktu membaca dengan kesibukanmu.

    Meski begitu, jangan menganggap target bulanan sebagai aturan yang gak boleh berubah. Ada bulan ketika pekerjaan lebih padat, ada pula masa ketika kamu punya lebih banyak waktu untuk menikmati buku. Kalau bulan ini hanya berhasil menyelesaikan setengah buku, kamu bisa melanjutkannya pada bulan berikutnya tanpa harus merasa gagal. Kamu juga bisa membuat target alternatif, seperti membaca selama 15 menit sehari atau menyelesaikan 50 halaman setiap minggu. Fleksibilitas ini membantumu menjaga konsistensi tanpa menjadikan membaca sebagai sumber tekanan baru.

  5. 5. Catat perkembangan dan rayakan pencapaian kecil

    Seseorang duduk santai sambil membaca buku, menggambarkan kegiatan membaca dalam suasana nyaman di rumah.
    ilustrasi seseorang sedang membaca buku (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Melihat perkembangan membaca bisa menjadi motivasi tersendiri, terutama ketika kamu merasa belum mencapai target yang diinginkan. Kamu dapat menggunakan buku catatan, aplikasi pencatat bacaan, atau tabel sederhana untuk menuliskan judul buku, nama penulis, tanggal mulai membaca, dan tanggal selesai. Tambahkan beberapa kalimat tentang bagian yang paling berkesan atau hal baru yang kamu pelajari dari buku tersebut. Catatan ini bukan hanya membantu memantau jumlah buku, tetapi juga membuat pengalaman membaca lebih bermakna.

    Jangan lupa mengapresiasi setiap kemajuan, sekecil apa pun itu. Jika kamu berhasil menyelesaikan buku pertama setelah sekian lama jarang membaca, pencapaian tersebut layak dirayakan. Kamu bisa memberi hadiah sederhana kepada diri sendiri, seperti menikmati waktu santai untuk membaca buku berikutnya atau mengunjungi perpustakaan yang sudah lama ingin didatangi. Kalau target tahunan belum tercapai sepenuhnya, gunakan catatanmu untuk mencari tahu penyebabnya dan menentukan penyesuaian yang diperlukan. Dengan begitu, evaluasi membaca menjadi kesempatan untuk belajar mengenali kebiasaan diri, bukan alasan untuk menyalahkan diri sendiri.

    Membuat target membaca tahunan memang bisa membantu kamu lebih terarah dalam memilih dan menyelesaikan buku. Namun, jumlah buku bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kebiasaan membaca. Satu buku yang dibaca secara perlahan dan memberikan pemahaman baru bisa lebih berarti daripada beberapa buku yang dituntaskan hanya demi mengejar angka. Kamu juga berhak menikmati proses membaca tanpa harus membandingkan kecepatan atau pencapaianmu dengan orang lain.

    Jadi, sebelum menyusun daftar bacaan untuk tahun depan, coba tanyakan kepada diri sendiri apa yang ingin kamu dapatkan dari kegiatan membaca. Apakah kamu ingin menambah pengetahuan, menikmati cerita, memperluas sudut pandang, atau sekadar punya waktu untuk beristirahat dari rutinitas? Jawaban itu bisa menjadi dasar untuk menentukan target yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu. Yuk, mulai dari langkah kecil yang bisa kamu jalani secara konsisten! Gak perlu langsung menargetkan puluhan buku jika satu buku setiap bulan saja sudah cukup menantang. Yang terpenting, kebiasaan membaca tetap tumbuh dan kamu bisa menikmati setiap halaman tanpa merasa sedang berlomba dengan siapa pun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More