Bagi sebagian orang, membeli buku menjadi salah satu cara untuk menambah pengetahuan dan menikmati cerita baru. Namun, ada juga orang yang tertarik membeli buku karena sampulnya cantik, warnanya cocok dengan dekorasi kamar, atau terlihat bagus ketika disusun di rak. Buku-buku tersebut bahkan belum tentu langsung dibaca setelah dibawa pulang.
Fenomena ini cukup menarik, terutama ketika rak buku yang tertata rapi mulai sering muncul di media sosial. Ada yang menyusun buku berdasarkan warna sampul, tinggi buku, hingga tema dekorasi tertentu. Tanpa disadari, buku bukan lagi sekadar bahan bacaan, tetapi juga bagian dari identitas dan estetika ruangan. Lantas, kenapa orang bisa membeli buku demi estetika rak buku?
