Pernahkah kamu merasa punya ribuan pengikut di Instagram atau ratusan teman di kontak WhatsApp, tapi saat sedang merasa sedih atau butuh bantuan, bingung harus menghubungi siapa?
Fenomena ini kontras sekali dengan apa yang kita lihat di Kampung Durian Runtuh. Upin, Ipin, Mei Mei, Mail, Ehsan, Fizi, Jarjit, dan Susanti mungkin hanya anak-anak kecil dalam sebuah animasi.
Namun, jika kita bedah lebih dalam, dinamika pertemanan mereka terasa jauh lebih "hidup" dan tulus dibandingkan circle pertemanan kita di dunia maya yang sering kali penuh filter.
Mengapa persahabatan mereka terasa lebih nyata? Mari kita jujur pada diri sendiri lewat beberapa alasan berikut.
