Sepak bola kerap lahir dari obrolan santai bersama teman. Bagi Khasan Rochmad, obrolan itu berubah menjadi ratusan artikel. Pria berusia 27 tahun asal Jombang ini lulusan Sastra Indonesia. Dia kini menjadi content writer di portal berita lokal Jawa Timur sekaligus community writer di IDN Times. Dalam perjalanan menulisnya, Khasan telah sampai kepada gelar Community Writer of the Month pada September 2026. Sebagai salah satu yang terbaik, dia pun membagikan kisahnya bersama IDN Times Community.
Khasan Rochmad, Lulusan Sastra yang Jadi Penulis Sepak Bola

Take a Deeper Read
1. Bermula dari iseng mencari platform menulis
Khasan Rochmad bergabung dengan IDN Times Community pada Oktober 2021. Saat itu, dia baru beberapa bulan lulus kuliah. Katanya, sedang sibuk melamar pekerjaan sebagai desainer grafis.
Pekerjaan impian itu tidak kunjung datang. Khasan lalu mencari platform menulis yang membayar karya penulisnya. Google merekomendasikan IDN Times kepadanya. Dia melihat platform itu sebagai portofolio sekaligus sumber penghasilan.
Khasan tidak berniat menjadi penulis profesional kala itu. Dia hanya ingin mengasah ilmu kuliahnya agar tidak luntur. Namun, langkah awal itu justru membawanya lebih dalam ke dunia tulis-menulis.
2. Artikel pertama tentang Juergen Klopp
Artikel pertama Khasan Rochmad membahas pencapaian Juergen Klopp bersama Liverpool. Judulnya “6 Musim Melatih Liverpool, Apa yang Jurgen Klopp Berikan?” Editor langsung menerbitkan tulisan itu. Beberapa artikel berikutnya masih berkisah tentang Liverpool.
Rasa penasaran membawa Khasan menjelajahi kanal lain. Dia pernah menerbitkan tulisan di kanal Science, Travel, dan Food. Namun, sepak bola tetap menjadi topik favoritnya.
Khasan menyukai sepak bola jauh melebihi klub kesayangannya. Ketertarikan itu mendorongnya mengulik hal-hal lain yang beririsan. Dia kerap membaca tulisan penulis lain untuk menggali sisi berbeda dari sebuah topik.
3. Sempat hiatus, tetapi proses belajar jalan terus
Khasan Rochmad sempat berhenti menulis di kanal Sports selama 1,5 tahun. Pekerjaan yang dia jalani pada 2022–2023 bersinggungan dengan kegiatan itu. Dia pun sesekali menulis di kanal Science dan Travel. Namun, Khasan kembali aktif pada medio 2023 setelah berpindah pekerjaan.
Panduan menulis ternyata sudah banyak berubah saat itu. Beberapa artikelnya bentrok dengan panduan dan ditolak. Gaya tulis dari pekerjaan sebelumnya juga masih terbawa. Khasan sempat malas karena sering menerima kritik dari editor.
Dia kemudian mengakui pengalaman editor jauh lebih banyak daripada dirinya. Selama sekitar 6 bulan hingga awal 2024, Khasan mencoba dan gagal berulang kali. Akhirnya, dia menemukan formula menulis yang tepat. Formula itu menjaga konsistensinya sampai sekarang.
4. Anomali, artikel dengan views tertinggi justru datang dari kanal Science
Rekor views tertinggi datang dari kanal Science. Artikel “Kuau Raja, Burung Legendaris dari Sumatra dan Kalimantan” meraih 68.508 views. Artikel “5 Fakta Kucing Bakau, Si Perenang Ulung yang Terancam Punah” mengumpulkan 24.391 views.
Di kanal Sports, mayoritas capaian tertinggi hadir pada 2024. Artikel “5 Trofi yang Diraih Real Madrid Sepanjang 2024” menembus 21.108 views. Artikel rapor pemain pinjaman Liverpool meraih 13.851 views. Tulisan itu juga masuk daftar Most Viral Articles.
Artikel lain turut menyumbang angka yang baik. Misalnya, “5 Fakta Bidadari Halmahera, Burung Endemik Kepulauan Maluku” yang mencapai 10.735 views. Artikel tentang pemain pinjaman Juventus juga meraih 9.104 views. Sementara itu, artikel jebolan akademi AC Milan mencatat 8.103 views.
5. Rasa penasaran menjadi bahan bakar menulis
Tiap pagi, Khasan Rochmad mengecek berita sebelum berangkat kerja. Dia menulis draf 1 atau 2 artikel di rumah. Saat jam istirahat, Khasan mengirim artikel itu kepada IDN Times. Malam hari, dia melanjutkan draf yang tersisa.
Khasan menulis 2–4 artikel dalam sehari. Jumlahnya bergantung kepada agenda sepak bola dalam sepekan. Dia biasa mencari inspirasi dari media sosial dan portal berita luar negeri. Grup Sports Center berisi community writer dan editor di WhatsApp juga membantunya menghindari topik yang bentrok.
Khasan, katanya, bisa mengonversi poin dari hasil menulis menjelang akhir pekan. Tiap bulan, dia mengantongi Rp1,2–1,5 juta. Total penghasilannya dari IDN Times Community sudah mencapai sekitar Rp50 juta. Honor pertamanya dulu dia belikan kuota internet.
Khasan berpesan agar penulis yang ingin menerbitkan artikelnya di IDN Times Community memilih topik yang sesuai dengan rasa penasaran. Dia percaya membaca dan menulis tidak terpisahkan. Rasa penasaran menjadi jembatan di antara keduanya.
Khasan Rochmad kini ingin mencoba mengulas buku di IDN Times. Dia juga berharap lebih aktif di platform mandiri untuk menyuarakan pendapatnya. Baginya, menulis adalah bekerja untuk keabadian. Siapa tahu, tulisan kamu berikutnya lahir dari obrolan sederhana bersama teman.
Curated For You
- Saujana Para Puan di Tepi Rel: Menyemai Koperasi, Menuai Ekonomi20 Oct 2026, 09:20 WIB
- Kebiasaan Keluarga Membawa Intan Pratiwi Berkarya lewat Tulisan Kuliner14 Sep 2026, 13:06 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- Berawal dari Iseng, Desi Sukses Jadi Community Writer of the Month IDN Times18 Aug 2026, 17:03 WIB