Punya mimpi besar untuk bisa kuliah di top PTN jadi hal yang cukup menyulitkan bagi banyak anak muda di Aceh. Gak sekadar soal biaya, akses menuju perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia juga masih menjadi tantangan besar bagi banyak siswa di daerah Barat Indonesia tersebut. Di saat nama-nama kampus seperti UI, ITB, dan UGM sudah akrab di telinga pelajar di Pulau Jawa, banyak siswa Aceh yang masih menghadapi keterbatasan informasi, pendampingan, hingga strategi dalam menghadapi seleksi masuk PTN.
Kondisi inilah yang mendorong Teuku Feroz Taufan untuk bergerak. Berangkat dari pengalamannya sebagai salah satu dari sedikit siswa Aceh yang berhasil lolos ke ITB pada 2015, ia melihat adanya kesenjangan pendidikan yang perlu dijembatani. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankannya, Feroz berupaya membuka jalan agar semakin banyak anak-anak Aceh memiliki kesempatan yang sama untuk menembus kampus-kampus terbaik di Indonesia.
“Aceh menjadi provinsi termiskin, dan nilai TKA di pertengahan tahun 2010-an itu terendah di Sumatra. Jadi, itu memang cukup memprihatinkan. Jadi, saya merasa ini nih yang perlu dibantu dulu agar lebih banyak anak-anak Aceh yang diterima di kampus negeri papan atas nasional,” kata Feroz.
