Kumpulan Hadis dan Ayat tentang Lailatulqadar, Apa Saja?

- Lailatulqadar disebut sebagai malam paling mulia di bulan Ramadan, nilainya lebih baik dari seribu bulan dan menjadi momen penuh keberkahan bagi umat Muslim.
- Al-Qur’an dan hadis menegaskan keutamaan Lailatulqadar serta anjuran memperbanyak doa, zikir, dan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan untuk meraih ampunan Allah SWT.
- Nabi Muhammad SAW menganjurkan mencari Lailatulqadar pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan serta membaca doa memohon ampunan kepada Allah.
Lailatulqadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan yang sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia. Malam yang dikenal sebagai malam kemuliaan ini, diyakini memiliki keutamaan luar biasa, bahkan nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Karena itu, banyak umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan demi meraih keberkahan Lailatulqadar.
Keistimewaan malam Lailatulqadar juga dijelaskan dalam berbagai ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Melalui dalil-dalil tersebut, umat Islam dapat memahami betapa agungnya malam ini serta anjuran untuk memperbanyak doa, zikir, dan ibadah agar mendapatkan pahala serta ampunan dari Allah SWT. Berikut kumpulan hadis dan ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang Lailatulqadar.
1. QS Al Qadr

innâ anzalnâhu fî lailatil-qadr
(Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.)
wa mâ adrâka mâ lailatul-qadr
(Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu?)
lailatul-qadri khairum min alfi syahr
(Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan.)
tanazzalul-malâ'ikatu war-rûḫu fîhâ bi'idzni rabbihim, ming kulli amr
(Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.)
salâmun hiya ḫattâ mathla‘il-fajr
(Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.)
2. HR Tirmidzi no. 712

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُجَاوِرُ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ وَيَقُولُ تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Dari ‘Aisyah, ia berkata, “Rasulullah SAW senantiasa beriktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan dan beliau bersabda, ‘Raihlah malam Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir.'” (HR Tirmidzi no. 712)
3. HR Bukhari & Muslim

تَحَرَّوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنَ الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: Nabi SAW bersabda, "Carilah lailatul qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan." (HR Bukhari & Muslim)
4. HR. Bukhari

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Artinya: "Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari).
5. HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i & Ibnu Majah

قَالَتْ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ: أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَيَّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ، مَا أَقُولُ فِيهَا؟ قَالَ: قُولِي: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Artinya: Aisyah berkata, "Saya pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika saya mendapati malam lailatul qadar, apa yang harus saya ucapkan pada malam tersebut?' Beliau menjawab, 'Hendaklah kamu membaca doa, 'Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii (Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan menyukai ampunan, maka ampunilah segala kesalahanku)." (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasa'i & Ibnu Majah)
Lailatulqadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan bagi umat Islam. Melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, doa, dan amal kebaikan pada malam-malam terakhir Ramadan agar dapat meraih pahala serta ampunan dari Allah SWT pada malam yang lebih baik dari seribu bulan.