Kunci Kesuksesan Perempuan di Era Digital, Konsisten Jadi Hal Utama

- Irfania Ramadhani Lubis melestarikan Songket Deli sejak 2014 dengan konsistensi, inovasi, pelatihan, dan pemberdayaan penenun.
- Tyna Dwi Jayanti menganggap kesuksesan sebagai memberikan dampak positif kepada masyarakat, dimulai dari passion yang ditekuni dan dipelajari.
- Cherly Juno membangun personal branding melalui media sosial untuk tetap konsisten dalam dunia kewirausahaan, dengan fokus pada interaksi lebih lanjut dengan pelanggan.
Jakarta, IDN Times - Pada Indonesia Summit 2025 by IDN Times, khususnya sesi Beyond the Balance Sheet: Redefining Success for the Digital Womenpreneur, ada tiga perempuan sukses yang hadir menjadi narasumber. Mereka adalah Cherly Juno, Tyna Dwi Jayanti, dan Irfania Ramadhani Lubis.
Mereka bertiga membagikan pengalamannya dalam dunia bisnis sejak awal hingga saat ini sudah sukses di bidangnya masing-masing di panggung Talent Trifectadi The Tribrata Dharmawangsa. Simak kisahnya berikut ini.
1. Pelestari Songket Deli

Irfania Ramadhani Lubis merupakan perempuan inspirasional yang melestarikan Songket Deli. Irfania mulai konsisten melestarikan songket Deli sejak 2014. Gebrakan Irfania berawal dari kecintaan dan keresahannya terhadap penenun yang mendapat upah kurang pantas. Padahal, proses penenunannya terbilang rumit. Pdahal, Songket Deli memiliki nilai yang tinggi.
“Awalnya, kami bertemu banyak penenun yang dibayar upah tidak layak untuk membuat songket yang sebenarnya bernilai tinggi. Dari situ, kami bertekad menaikkan upah para penenun supaya bisa hidup lebih layak,” kata Fania, Kamis (28/5/2025).
Konsistensi, inovasi, pelatihan, hingga pemberdayaan serta membentuk komunitas penenun menjadi fokus Fania. Inovasi tersebut membawa Irfania menang dalam Astra Satu Indonesia Awards 2017 di bidang wirausaha untuk wilayah Sumatera Utara.
2. Dapat memberi dampak positif

Influencer Tyna Dwi Jayanti menyampaikan arti kesuksesan menurutnya. Bagi dirinya, kesuksesan adalah saat bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat.
Perempuan yang sudah aktif di media sosial sejak tahun 2012 dan saat ini sedang menggeluti dunia F&B dan parfum tersebut, juga menceritakan awal mula kariernya. Tyna mengaku sejak lulus SMA, dirinya sudah mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti mendesain baju, makeup, memasak, serta aktif di berbagai platform media.
"Dari situ kayak (tahu), oh ternyata dari sharing sesuatu yang bermanfaat, yang positif itu tuh, bisa menghasilkan. Di situ, aku akhirnya konsisten," ujar dia.
"Menurut aku, bisa mulai dari kita tuh suka apa sih, passion kita tuh apa. Kalau tadi contohnya dari cerita, aku suka masak, alhamdulillah bisa menghasilkan. Mulai dari apa yang kita suka, kita tekuni, kita pelajari," lanjutnya.
3. Pentingnya membangun personal branding

Sementara itu, public figure dan entrepreneur Cherly Yuliana Anggraini atau yang lebih akrab disapa Cherly Juno, mengakui peran media sosial sebagai ruang untuknya membangun personal branding agar tetap konsisten dalam dunia kewirausahaan.
"Switch dari Chibi Chibi tersebut, akhirnya bisa entrepenur itu, semua aku share by social media aku. Berarti, ada satu-dua hal yang aku lakukan, yaitu personal branding. So, personal branding is a key, ya," kata Cherly.
Memiliki photographic memory, Cherly membagikan pengalaman saat menjual produk herbalnya dengan mengingat nama dan foto profil dari para pelanggan.
"Kalau misalkan di TikTok atau Shopee, atau pun di mana pun akun jualan, pasti ngomongnya tuh, 'Jangan lupa check out ya, yuk dicek keranjang satu, coba dicek etalase nomor satu, jangan lupa di-check out!'. Mostly kan kalimat-kalimatnya yang seperti itu. Itu konsisten yang salah menurut aku. Bagaimana cara kita bisa berinteraksi lebih lagi sama customer?" jelas dia.