Comscore Tracker

Ini 5 Keuntungan dari Telat Menikah, Tak Semengerikan Anggapan Orang!

Mending single sekarang, tapi bisa langgeng di masa depan

Pada usia 25 sampai 30 tahun biasanya menjadi sangat krusial, terutama bagi seorang perempuan. Mereka mengalami quarter-life crisis, dimana banyak perempuan yang galau karena belum juga dipertemukan dengan jodohnya.

Apalagi saat harus menghadapi komentar-komentar miring, dibilang gak laku, terlalu jual mahal, dan sebagainya. Padahal, telat menikah tak semengerikan yang dibayangkan orang. Ada banyak keuntungan yang didapat dari telat menikah. Apa saja?

1. Memberi kesempatan untuk mengumpulkan uang 

Ini 5 Keuntungan dari Telat Menikah, Tak Semengerikan Anggapan Orang!pexels.com/@olly

Memang, setiap orang itu sudah diatur rezekinya masing-masing. Namun, tetap saja harus berkaca pada kenyataan di lapangan. Masalah keuangan kerap menjadi batu sandungan dalam sebuah pernikahan. Hubungan yang tadinya harmonis di masa pacaran jadi penuh pertengkaran saat sudah jadi suami istri.

Dengan memberi waktu pada diri sendiri untuk mengumpulkan uang sebagai modal saat berumah tangga nanti, keuangan rumah tangga bisa lebih stabil, kesempatan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia akan jauh lebih besar dibanding mereka yang terburu-buru menikah tanpa persiapan matang.

2. Memberi waktu untuk menimba ilmu terkait pernikahan 

Ini 5 Keuntungan dari Telat Menikah, Tak Semengerikan Anggapan Orang!pexels.com/ Andreas Wohlfahrt

Pernikahan bukanlah tujuan, melainkan sebuah perjalanan panjang bagi kehidupan seseorang. Butuh ilmu yang memadai supaya bisa menjalaninya dengan baik, dan ini sering luput dari perhatian karena sudah silau dengan cinta. Seolah-olah cinta bisa menyelesaikan semua persoalan hidup.

Saat berumah tangga, kamu harus belajar bagaimana bersikap legawa terhadap perilaku pasangan yang tidak sesuai denganmu, atau menjaga keharmonisan antara kamu dan pasanganmu dengan mertua, belum lagi ketika sudah memiliki anak.

Kamu juga harus belajar bagaimana caranya bisa mendidik anak dengan benar, tidak asal saja, sehingga anak pun bisa mendapatkan pendidikan dan pengasuhan terbaik dari orangtuanya.

Baca Juga: Ini 6 Cara Cerdas Memangkas Biaya Pernikahan, Hemat dan Tetap Berkesan

3. Memberimu kesempatan untuk membahagiakan orang tua 

Ini 5 Keuntungan dari Telat Menikah, Tak Semengerikan Anggapan Orang!pexels.com/@longkg2000

Orangtua memang tidak meminta balasan atas semua pengorbanannya dalam mendidikmu. Tapi sebagai anak, kita perlu tahu diri. Apalagi jika kamu termasuk anak yang dibesarkan bukan dari keluarga berada.

Orangtua pasti akan sangat bahagia jika anaknya sukses, dalam karier maupun bisnis. Apalagi kalau bisa membantu perekonomian keluarga, bukan main senangnya mereka.

Kalau ini sudah terlaksana, ketika kamu menikah, kamu pun tak jadi beban orangtua karena sudah bisa mandiri sebelumnya.

4. Bebas melakukan apa yang kamu mau 

Ini 5 Keuntungan dari Telat Menikah, Tak Semengerikan Anggapan Orang!pexels.com/ Maddog 229

Kebebasan ini sulit kamu dapat ketika kamu sudah berumah tangga, terutama jika telah memiliki anak. Sebelum menikah, kamu bisa bebas jalan-jalan ke mana saja kamu mau, bebas menentukan karier sesuai dengan passion-mu karena belum ada ‘tanggungan’, bebas pula jika ingin melanjutkan pendidikan, tidak harus membagi waktu antara kuliah dengan tugas-tugas rumah tangga.

Karena itu, manfaatkan masa mudamu dengan sebaik mungkin untuk menimba pengalaman sebanyak-banyaknya sebelum kamu memutuskan untuk menikah.

5. Pribadimu akan jauh lebih matang 

Ini 5 Keuntungan dari Telat Menikah, Tak Semengerikan Anggapan Orang!pexels.com/@olly

Kematangan pribadi seseorang memang tidak mutlak masalah usia. Ada orang sudah tua tapi perilakunya masih kekanak-kanakan, ada pula yang masih sangat muda tapi pemikirannya sudah dewasa.

Tapi tak bisa dimungkiri, usia bisa membuat seseorang menjadi lebih matang. Berbagai pengalaman hidup yang dijalani, membuatnya mampu melihat sesuatu dengan perspektif lebih luas, tidak berpikiran sempit. Dan ini penting sebagai modal dalam berumah tangga nanti.

Karena pribadinya telah dewasa, ia jadi tidak emosional ketika terjadi masalah dalam rumah tangganya. Mampu berpikir jernih untuk menemukan solusi, dan tidak mudah mengucapkan kata pisah.

 

Keputusan untuk menikah bukanlah perkara mudah karena menyangkut masa depan, bagaimana kamu menghabiskan sisa hidup bersama dengan orang yang tepat.

Karena itu, akan jauh lebih baik menikah telat tapi persiapannya cukup sehingga berkesempatan besar menciptakan hubungan yang langgeng, daripada menikah cepat tapi ada masalah sedikit, minggat. Gak mau kan?

Baca Juga: 5 Masalah yang Umum Dihadapi Pasangan Suami Istri di Awal Pernikahan

L A L A Photo Verified Writer L A L A

I fear not the man who has practiced 10,000 kicks once, but I fear the man who has practiced one kick 10,000 times (Bruce Lee)

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Albin Sayyid Agnar

Berita Terkini Lainnya