Comscore Tracker

Stop Aji Mumpung! Ini 5 Etika Dasar Saat Ditraktir Makan oleh Kawan

Jangan seperti orang gak pernah ke restoran!

Makan adalah salah satu cara seseorang menjalin kedekatan dengan kolega atau rekan bisnis. Nah, pastinya dalam kehidupan pekerjaan, selain meeting, undangan makan adalah yang paling sering kita dapatkan. Untuk meminimalkan kesalahan sikap ketika undangan makan atau traktiran makan, maka yuk simak 5 etikanya berikut ini.

1. Datang sendiri atau maksimal dengan pasangan

Stop Aji Mumpung! Ini 5 Etika Dasar Saat Ditraktir Makan oleh Kawanpixabay.com/nastya_gepp

Ketika kita diundang makan siang atau makan malam, normalnya adalah kita datang sendiri, atau bolehlah kita bawa pasangan kalau sudah menikah. Kalau masih status pacaran sih, bukan gak boleh, namun lebih sopannya kita datang sendiri saja, jika yang traktir ini adalah orang penting atau bos besar. Jangan ngajak keluarga serta anak beserta suster - susternya. Maksimal 2 orang dan merupakan pasutri. Ingat ya!

2. Biarkan yang mau traktir pesan makanannya dulu

Stop Aji Mumpung! Ini 5 Etika Dasar Saat Ditraktir Makan oleh Kawanpixabay.com/LuckyLife11

Etikanya, yang traktir pasti menanyakan kita mau makan apa dan pesan apa. Makanya, kita harus jawab, "silakan bapak atau ibu terlebih dahulu". Jangan mentang - mentang ditanya kita langsung keceplosan memesan. Biarkan orang yang akan bayarin makan kita pesan duluan. Udah dibayarin, gak tahu etika kan bisa bikin yang traktir kapok ngundang kita.

Baca Juga: 7 Alasan Kenapa Cewek Gak Mau Ditraktir Sama Cowok

3. Jangan pesan menu yang lebih mahal daripada yang traktir

Stop Aji Mumpung! Ini 5 Etika Dasar Saat Ditraktir Makan oleh Kawanpixabay.com/stokpic

Tujuan dari mendahulukan yang traktir pesan makan terlebih dahulu adalah supaya kita bisa mengetahui, menu yang boleh kita pesan atau tidak. Jangan pesan menu yang lebih mahal daripada yang traktir. Maksimal, kita pesan menu yang harganya sama. Jadi, kalau dia makan soto ayam, kita jangan sekali-kali pesan sop buntut. Begitupun dengan minuman. Jangan berani pesan jus kalau yang bayarin kita hanya minum es teh manis.

4. Jangan jualan atau nawarin sesuatu saat ditraktir

Stop Aji Mumpung! Ini 5 Etika Dasar Saat Ditraktir Makan oleh Kawanpixabay.com/Engin_Akyurt

Ketika kita diundang makan, lupakanlah segala urusan pribadi kita dalam mencari uang, kecuali memang undangan itu dibuat untuk membicarakan bisnis. Namun, jika kita diundang karena kita kenal baik dari tempat ibadah atau dari klub olahraga atau apa pun itu, hanya sekadar buat mempererat hubungan keluarga, jangan pernah nawarin dia atau jualan ke dia, ya. Jangan aji mumpung, udah dibayarin makan, minta dia beli produk kita lagi.

5. Hindari tawaran untuk take away buat keluargamu di rumah

Stop Aji Mumpung! Ini 5 Etika Dasar Saat Ditraktir Makan oleh Kawanpixabay.com/sasint

Kadang-kadang seseorang yang terlalu baik, menawarkan kita untuk pesan makanan lagi untuk kemudian bisa dibawa pulang atau take away. Namun, sebaiknya kita tolak tawaran ini. Bilang, "terima kasih banyak saya sudah ditraktir". Jangan aji mumpung, cerita di rumah ada orang tua dan keponakan 3 orang. Lalu mengiyakan tawaran buat bungkus. 

Bukan menolak rezeki, namun kondisinya di sini dia gak kenal keluarga kita. Jadi, jangan terlihat sebagai orang yang ambil kesempatan dalam setiap momen. Cukup hanya diri kita saja. Jikapun mau take away karena makanannya enak, tunggulah sampai yang traktir pulang dan kita pesan lagi sendiri buat take away.

Nah, itu dia 5 etika dasar jika kita ditraktir makan oleh seseorang. Ingat ya, jangan aji mumpung. Harusnya, kita bersyukur karena ada orang baik yang mau traktir kita. Jangan buat nilai diri kita turun hanya karena urusan perut.

Baca Juga: Agar Langgeng, 5 Hal Ini Jangan Kamu Lakukan di Kencan Pertama

Laurensius Aldiron Photo Verified Writer Laurensius Aldiron

Seorang pegawai kantoran pada umumnya, yang memilih menulis untuk mengeluarkan opini yang tak bisa disampaikan secara langsung..

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Aswati

Berita Terkini Lainnya