5 Etika Sederhana yang Sering Lupa Dilakukan, Jangan Sampai Itu Kamu!

Sejak kecil, kita diajari untuk selalu bersikap dan berperilaku baik terutama saat berhadapan dengan orang lain. Saking pentingnya, kita belajar sopan santun bahkan sebelum tahu caranya membaca.
Sayangnya, seiring dengan bertambahnya usia, dan pergaulan sehari-hari membuat kita melupakan banyak hal penting yang diajarkan oleh orang tua, termasuk lima etika sederhana di bawah ini!
1. Jangan menanyakan hal pribadi kepada orang yang baru dikenal

Memiliki seorang teman baru di tempat yang asing selalu menyenangkan. Untuk mencairkan suasana, tidak jarang kita berusaha mengakrabkan diri dengan mengajukan banyak pertanyaan. Sikap kamu enggak salah kok, asalkan pertanyaan yang kamu ajukan masih dalam batas wajar.
Hindari menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi karena selain tidak sopan, pertanyaan itu akan membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.
2. Selalu ucapkan tolong dan terima kasih

Kita tidak pernah menyadari betapa pentingnya seseorang, sampai kita kehilangan mereka. Kadang hanya karena kita sudah dekat dengan orang, kita jadi bersikap seenaknya. Padahal semakin dekat hubungan kita dengan orang lain, kita justru harus semakin menghargainya.
Tenang, menghargai seseorang tidak harus selalu dengan uang atau membelikan kado mahal. Kamu bisa memulainya dari hal kecil seperti selalu mengucapkan "tolong" saat minta bantuan, dan mengucapkan "terima kasih" atas bantuan yang mereka berikan.
3. Pastikan untuk selalu datang tepat waktu

Selain mengucapkan tolong dan terima kasih, cara lain untuk menghargai keberadaan seseorang adalah dengan datang tepat waktu kapan pun kamu memiliki janji dengan mereka. Sepele sih, tapi dengan selalu datang tepat waktu, kamu tidak akan membuat orang bosan dan kehilangan waktu mereka secara percuma.
4. Jangan pernah memotong ucapan orang

Kamu mungkin pintar dan tahu banyak hal, saking banyaknya sampai tidak tahan untuk membagikan apa yang kamu ketahui pada orang lain. Namun memotong omongan orang bukan cara yang tepat. Awalnya mereka mungkin akan diam, tapi jika setiap kali ngobrol kamu terus memotong ucapannya, jelas dia akan kesal dan malas untuk bicara lagi denganmu.
5. Dan berhenti memainkan smartphone saat orang bicara

Bagaimana perasaanmu jika diacuhkan saat bicara? Pasti kamu merasa bete dan tidak dihargai. Nah perasaan yang sama juga dirasakan temanmu ketika kamu sibuk memainkan smartphone saat mereka bicara. Ya walaupun kamu tidak bermaksud mengacuhkan mereka, perilakumu itu tetap menyebalkan. Lagipula, kalau dari awal kamu sibuk dengan smartphone, kenapa memaksakan diri untuk bertemu?
Lima hal di atas mungkin terkesan sepele, tapi jangan sampai kamu melewatkan etika di atas ya!