Presiden Ketujuh RI, Jokowi tunjukan ijazah aslinya dalam persidangan (Sidang Jokowi) di PN Jakarta Timur. (Dok. Istimewa)
Jokowi mengenakan kemeja batik berwarna cokelat dengan motif geometris yang terdiri dari garis lengkung dan blok warna sogan. Warna sogan sendiri merupakan ciri khas batik klasik khas Yogyakarta dan Surakarta yang menggunakan ekstrak pewarna alami kulit atau batang kayu pohon soga. Hasilnya adalah warna cokelat kekuningan, cokelat tanah dan cokelat gelap.
Coraknya tampak abstrak dan memiliki interpretasi tersendiri terhadap objek yang menjadi inspirasi pola. Jika diperhatikan sekilas, motif tersebut menyerupai batang-batang pohon.
Menurut pengamatan Desainer Mode Indonesia, Ernesto Abram, batik yang dikenakan Jokowi termasuk batik kontemporer yang dikembangkan oleh masing-masing seniman, bukan batik klasik yang memiliki pakem tertentu. Berdasar pengamatannya, batik tersebut mengandung makna yang mendalam.
"Semacam motif badang batang pohon yang ditebang dan hutan yang digunduli dengan ada gambar burung Phoenix terbang bebas," ujar Ernesto kepada IDN Times secara daring.
Ia menambahkan, motif tersebut kemungkinan menyimpan makna tersirat yang berkaitan dengan kondisi hutan dan alam saat ini. Bahkan, corak yang ditampilkan bisa menjadi bentuk sindiran terhadap kerusakan lingkungan yang tengah melanda sejumlah wilayah Indonesia. Pasalnya, menurut Ernesto, motif tersebut tidak ditemukan dalam pakem batik klasik.
"Bisa jadi kiasan sindiran terhadap keadaan hutan dan alam saat ini gak sih," tulisnya.